Hotel De Braga by ARTOTEL gelar pameran seni Studio di Jam 34 yang memamerkan karya sejumlah seniman muda di Bandung.
De Braga by ARTOTEL berkolaborasi dengan komunitas seni STUD menghadirkan pameran kolektif bertema “Studio di Jam 34”.
Kegiatan ini dilatarbelakangi dengan ruang refleksi bahwa berkarya bukanlah soal memiliki lebih banyak waktu, melainkan tentang keberanian memperjuangkan waktu untuk terus mencipta,
Pameran kolaborasi karya seni tersebut berlangsung pada bulan Agustus 2026 di Artotel Artspace de Braga by ARTOTEL.
De Braga by ARTOTEL adalah salah satu hotel berbintang yang dikelola oleh manajemen operator hotel ternama Artotel Group.
Hotel ini berada di Jalan Braga, jalan ikonik di Kota Bandung, Jawa Barat. Kawasan ini dipenuhi sejumlah bangunan tua dari zaman kolonial Belanda.
Hotel yang Dikelola oleh Artotel Group, De Braga by ARTOTEL Gelar Pameran Seni Studio di Jam 34
Berawal dari sebuah kamar kos sederhana di kawasan Cigadung, Bandung, STUD lahir sebagai ruang berkumpul empat mahasiswa seni rupa dan desain.
Saat itu, keempat mahasiswa ini memang membutuhkan tempat ngumpul bareng untuk menyelesaikan tugas akhir mereka.
Seiring waktu, ruang tersebut berkembang menjadi tempat bertukar gagasan, bereksperimen, dan membangun jejaring kreatif bersama para seniman muda.
Meskipun ruang fisiknya telah ditinggalkan, semangat yang lahir di dalamnya tetap hidup dan berkembang menjadi sebuah kolektif yang terus berkarya hingga hari ini.
Mengusung tema “Studio di Jam 34”, pameran ini memaknai “34 jam” sebagai metafora atas waktu-waktu tambahan yang sebenarnya tidak pernah benar-benar ada, tetapi selalu diusahakan.
Satu jam setelah pulang bekerja, malam yang sengaja dipanjangkan, atau akhir pekan yang disisihkan untuk kembali melukis, menggambar, dan berkarya menjadi simbol bahwa kreativitas selalu menemukan jalannya di tengah rutinitas kehidupan.
Pameran Menghadirkan Karya dari Seniman Lintas Disiplin yang Memiliki Sudut Pandang yang Berbeda Mengenai Berbagai Hal
Pameran kolektif ini menghadirkan karya dari tujuh seniman lintas disiplin, yaitu Dimas Budiman, Dhiya Prana Widya, Fatur Rahman, Josephine Huang, Meutia Afifah (MEU), Salwa Kamilah, dan Saskia Gita Kinanti.
Melalui medium lukisan, instalasi, objek, animasi, hingga karya interaktif, masing-masing seniman menghadirkan perspektif yang berbeda.
Sudut pandang yang berlainan mengenai memori, identitas, keseharian, tubuh, teknologi, hingga proses bertumbuh sebagai manusia.
Setiap karya menjadi representasi bagaimana waktu yang terbatas justru mampu melahirkan kreativitas yang tidak terbatas.
Sebagai bagian dari Artotel Group yang mengusung konsep art, lifestyle, dan experiential hospitality, de Braga by ARTOTEL secara konsisten menghadirkan ruang bagi para seniman, komunitas kreatif, dan pelaku industri budaya untuk menampilkan karya mereka kepada publik.
Melalui ARTOTEL Artspace, hotel tidak hanya menjadi tempat menginap, tetapi juga menjadi ruang bertemunya seni, kreativitas, dan masyarakat dalam sebuah pengalaman yang terbuka bagi semua kalangan.
Kalau kamu pencinta karya seni, jangan lewatkan pameran karya seni yang sering diselenggarakan oleh De Braga by ARTOTEL.
Sebelumnya, ada ulasan soal ARTOTEL Living World Grand Wisata Bekasi ingin pengunjung bisa menikmati karya seni. Artotel Group menghadirkan pameran lukisan karya Aprilia El Shinta.
Jangan lewatkan uraian mengenai ARTOTEL Casa Hangtuah menghadirkan program Get Together Meeting Room. Artotel Group menawarkan paket pertemuan sesuai kebutuhan tamu.
Tidak ketinggalan, ada pembahasan perihal VIVERE Hotel ARTOTEL Curated menggelar Wedding Open House bertajuk Whispers of Forever” Vol 2. Artotel Group berkolaborasi dengan B Enterprise.
Situs Investasiproperti.id selalu menyediakan konten yang menarik mengenai pameran seni yang dilangsungkan oleh manajemen operator hotel.















