Korporasi raksasa Schneider Electric berikan tips untuk karyawan senior agar selalu relevan dalam lingkungan multigenerasi.
Saati ini, dunia kerja tidak lagi hanya dihuni oleh satu atau dua kelompok usia, melainkan sudah lintas generasi yang berbeda jauh.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 mencatat lebih dari 11 juta Baby Boomers dan 47 juta Gen X masih aktif bekerja, berdampingan dengan 34 juta kaum Milenial dan 34,8 juta Gen Z.
Mungkin banyak yang belum mengetahui mengenai empat generasi ini. Generasi Baby Boomers adalah mereka yang lahir antara 1945 hingga 1964.
Generasi X merupakan orang yang lahir antara 1965 hingga 1980. Sedangkan generasi Milenial lahir dalam kurun waktu 1981 hingga 1996.
Terakhir, generasi Z adalah orang yang lahir dalam periode 1997 hingga 2012. Masih banyak yang salah mengenai pembagian generasi.
Artinya, dalam sebagian besar perusahaan kini memiliki setidaknya tiga hingga empat generasi yang berinteraksi setiap hari.
Perbedaan nilai, cara kerja, dan ekspektasi tentu dapat memunculkan tantangan dalam berkolaborasi atau bekerja sama.
Akan tetapi, bagi para karyawan senior, justru di sinilah peluang untuk tetap relevan, memberi dampak nyata, sekaligus menjadi teladan lintas generasi.
Kerja Sama Antar Generasi Bisa Terjadi Kalau Setiap Orang Mau Menerima dan Belajar
Menurut Sondang Saktion selaku Human Resources Director Schneider Electric Indonesia & Timor Leste, kolaborasi lintas generasi hanya mungkin jika masing-masing saling menerima dan belajar satu sama lain.
“Karyawan senior memiliki pengalaman dan keahlian yang menjadi fondasi keberlangsungan operasional serta kompetensi utama perusahaan,” ujar Sondang seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima oleh Investasiproperti.id.
“Sementara itu, generasi muda hadir dengan semangat dan keterampilan digital yang mendorong lahirnya inovasi,” lanjutnya.
“Di Schneider Electric, kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang mendorong kolaborasi lintas generasi, di mana setiap individu dapat saling belajar dan tumbuh bersama,” katanya lagi.
“Melalui berbagai program pertukaran pengetahuan dan pengembangan kapabilitas, kami percaya bahwa transformasi para karyawan di dalam perusahaan dapat berlangsung lebih cepat, lebih inklusif, dan berkelanjutan,” ujarnya menutup pernyataan tertulis.
Lalu, bagaimana karyawan senior dapat terus beradaptasi dan berkontribusi secara optimal di tengah dinamika ini?
Berikut beberapa kiat yang bisa diterapkan untuk tetap relevan, produktif, dan menjadi inspirasi lintas generasi. Situs Investasiproperti.id akan membahasnya lebih lanjut.
Perusahaan Global Schneider Electric Berikan Tips untuk Karyawan Senior Agar Selalu Relevan di Lingkungan Multigenerasi
1. Luangkan Waktu untuk Refleksi dan Rancang Fokus Karier
Langkah pertama untuk tetap relevan adalah menyadari di mana letak kekuatan utama kamu, lalu mengembangkannya lebih dalam sambil menambah wawasan di area lain.
Dengan cara ini, kamu bisa tetap menjadi ahli di bidang inti, sekaligus mampu beradaptasi dengan kebutuhan lintas fungsi.
Penting juga untuk melibatkan atasan dalam percakapan karier agar rencana tersebut sejalan dengan kebutuhan organisasi.
Dukungan pemimpin yang terbuka akan membantu karyawan senior lebih siap menghadapi perubahan.
2. Eksplorasi Jalur Karier Baru
Setelah memahami fokus utama, langkah berikutnya adalah memperluas jalur karier. Jangan ragu untuk merambah dunia yang baru.
Hal ini bisa dilakukan dengan mencoba peran lintas fungsi, bergabung dalam proyek baru, atau mengambil tanggung jawab di bidang yang berbeda dari sebelumnya.
Saat ini, banyak perusahaan yang menyediakan platform khusus untuk mendukung eksplorasi jalur karier.
Contohnya, Schneider Electric memiliki Open Talent Market (OTM), yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mencocokkan karyawan dengan berbagai peluang internal, mulai dari pekerjaan, proyek, hingga program bimbingan.
Dengan cara ini, karyawan senior dapat mengembangkan keterampilan baru tanpa harus meninggalkan perusahaan.
3. Lengkapi Diri dengan Keterampilan Baru
Eksplorasi jalur karier baru tidak akan maksimal tanpa memiliki kesiapan keterampilan yang relevan dengan kondisi saat ini.
Karena itu, karyawan senior perlu terus menambah bekal pengetahuan, baik dengan mengikuti kursus digital, mengambil sertifikasi baru, maupun terlibat dalam proyek inovatif.
Dengan cara ini, kamu bukan hanya menjaga daya saing, tetapi juga memastikan diri siap menghadapi tantangan di jalur karier yang baru dipilih.
Semangat pembelajaran berkelanjutan ini juga memberi pesan kuat bagi generasi muda bahwa belajar adalah proses seumur hidup.
4. Bagikan Pengetahuan dan Jadi Teladan yang Menginspirasi
Pengalaman panjang karyawan senior adalah aset penting yang memastikan keberlangsungan kemampuan inti perusahaan.
Agar pengetahuan ini tidak hilang, penting ada proses transfer pengetahuan kepada generasi berikutnya.
Perusahaan yang telah diakui sebagai Great Place to Work, seperti Schneider Electric, mendorong hal ini melalui inisiatif Lead Forward.
Inisiatif ini berupa pemimpin senior membimbing manajer muda lewat diskusi tematik seputar kepemimpinan, perubahan, dan kolaborasi.
Menjadi teladan berarti lebih dari sekadar memberi instruksi. Ini tentang membangun kepercayaan, mendampingi tim menghadapi perubahan, sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk berkembang.
Dengan begitu, pengalaman kamu bukan hanya relevan untuk saat ini, tetapi juga menjadi fondasi bagi pembelajaran jangka panjang.
5. Ikut Terlibat dalam Komunitas Lintas Generasi
Komunitas kerja, baik formal maupun informal, adalah ruang untuk saling berbagi dan belajar hal yang baru.
Bergabung dengan komunitas lintas generasi memberi peluang bagi karyawan senior untuk memperluas jejaring, menyerap perspektif baru, sekaligus memperkuat kolaborasi.
Dengan keterlibatan aktif di komunitas, kamu dapat terus menyalurkan pengalaman berharga sambil tetap terhubung dengan tren dan ide-ide segar dari generasi muda.
Menjadi relevan bukan berarti mengikuti semua tren, melainkan menemukan cara agar pengalaman, keahlian, dan semangat belajar kamu dapat memberi nilai tambah nyata dalam perjalanan keberlanjutan perusahaan.
Nah, bagi kamu yang merupakan pekerja profesional, tidak ada salahnya untuk mengikuti apa yang dijelaskan di atas.
Sebelumnya ada uraian lengkap mengenai kota terbaik untuk berbisnis di Indonesia lantaran didukung oleh jumlah penduduk yang banyak hingga fasilitas yang lengkap.
Jangan lewatkan pembahasan mengenai kota terbaik untuk merantau di Indonesia, cocok bagi kamu yang ingin mencari kerja, merintis usaha hingga melanjutkan pendidikan.
Tidak ketinggalan ada ulasan perihal kota terbaik untuk kuliah di Indonesia, semuanya merupakan kota pendidikan dengan perguruan tinggi negeri dan swasta unggulan.
Situs Investasiproperti.id selalu menyediakan konten yang menarik mengenai tips dari perusahaan global untuk mengembangkan karier profesional.














