Home / Berita

Jumat, 5 Juni 2026 - 06:00 WIB

BP Tapera dan Bank Kalbar Pantau Rumah FLPP di Kalimantan Barat. Tidak Ada Pelanggaran yang Terjadi oleh Pemilik Hunian

Sumber Foto: BP Tapera

Sumber Foto: BP Tapera

Lembaga BP Tapera dan Bank Kalbar pantau rumah FLPP di Kalimantan Barat untuk mengetahui pelaksanaannya lebih lanjut di lapangan. 

BP Tapera (Badan Pengelola Tabungan Perumahan) melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) keterhunian rumah subsidi skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hari kedua di Kalimantan Barat.

Kegiatan ini didampingi oleh Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat dan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) DPD Kalbar. 

Kegiatan hari kedua difokuskan di Kabupaten Kubu Raya dengan mengunjungi empat perumahan subsidi FLPP. 

Keempat perumahan tersebut, yaitu Perumahan Alfi Kheir Property, Perumahan Qhulu Qhala, Perumahan Taman Perintis, dan Perumahan Wonodadi Asri. 

Berdasarkan hasil pemantauan rumah FLPP oleh BP Tapera dan Bank Kalbar pada hari Kamis, 21 Mei 2026, tercatat dari 27 perumahan yang dipantau di Kalimantan Barat secara sampling

Dari penelusuran, tidak ada temuan rumah FLPP yang dijual dan disewakan, hasilnya memuaskan, karena tidak ada pelanggaran yang terjadi.

BP Tapera dan Bank Kalbar Pantau Rumah FLPP di Kalimantan Barat Sekaligus Melakukan Koordinasi

Selain kunjungan lapangan, BP Tapera juga melaksanakan pertemuan bersama Direktur Pemasaran dan Unit Usaha Syariah Bank Kalbar, Yuse Chaidi Amzar. 

Pertemuan kedua lembaga ini dilakukan guna membahas penguatan kualitas penyaluran FLPP di Provinsi Kalimantan Barat.

Direktur Operasi Pemanfaatan BP Tapera, Muhammad Nauval Al Ammari, menyampaikan bahwa BP Tapera bersama Bank Kalbar sepakat dalam beberapa hal.  

Kedua lembaga setuju perlunya penguatan proses seleksi calon debitur sejak tahap awal agar penyaluran FLPP semakin tepat sasaran dan dapat menjaga tingkat keterhunian rumah subsidi FLPP.

Baca Juga :  BP Tapera Dukung Penanaman Sejuta Pohon di Lampung. Aktivitas Diprakarsai oleh REI untuk Mendukung Pelestarian Lingkungan

“Perlu adanya penguatan seleksi di awal, termasuk memastikan adanya dukungan keluarga atau kerabat dekat yang dapat menjadi penghuni cadangan apabila terjadi kondisi tertentu seperti perpindahan tugas pekerjaan,” ujar Muhammad Nauval seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima oleh Investasiproperti.id

Dalam diskusi tersebut juga dibahas pentingnya seleksi ketat terhadap pengembang agar rumah subsidi FLPP yang dibangun memiliki kualitas baik dan layak huni. 

Hal ini dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan pembayaran angsuran serta menekan angka kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL).

BP Tapera dan Bank Kalbar Mengungkapkan Pentingnya Kompetensi Karyawan Bank Penyalur FLPP

Selain itu, BP Tapera dan Bank Kalbar juga menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi pegawai bank penyalur yang menangani pembiayaan rumah subsidi FLPP. 

Hal ini perlu ditekankan dengan baik agar proses bisnis FLPP tetap berjalan optimal meskipun terjadi rotasi pegawai secara berkala. 

Sementara itu, APERSI DPD Kalbar mengusulkan adanya penyesuaian harga rumah subsidi FLPP seiring meningkatnya harga bahan bangunan. 

Asosiasi pengembang properti juga berharap adanya fleksibilitas dari pihak perbankan dalam proses persetujuan pembiayaan rumah subsidi FLPP bagi masyarakat dengan penghasilan tidak tetap atau non fixed income.

Masalah ini juga penting lantaran selama ini, mereka yang tidak memiliki pendapatan tetap memang kesulitan dalam mengakses kredit perumahan. 

BP Tapera Mengungkapkan Manfaat KPR FLPP Bagi Masyarakat Agar Lebih Mudah Memiliki Tempat Tinggal

Saat sela kegiatan monev, tim BP Tapera juga menemui keluarga penerima manfaat FLPP yang menjadi salah satu potret keberhasilan program rumah subsidi bagi masyarakat sektor informal. 

Baca Juga :  BP Tapera dan Kementerian PKP Dorong Akselerasi Program Perumahan di Nias. BSPS Dialokasikan untuk Seluruh Wilayah Kabupaten dan Kota

Rumah yang ditempati saat ini tercatat atas nama anak dari pasangan Robi dan Iin yang juga berprofesi sebagai pedagang pasar. 

Sebelum memiliki rumah sendiri, keluarga besar tersebut telah bertahun-tahun tinggal di rumah kontrakan dengan kondisi ekonomi yang terbatas.

Melalui fasilitas KPR FLPP, keluarga tersebut berhasil memiliki rumah subsidi FLPP yang tidak jauh dengan pasar lokasi tempatnya bekerja. 

Pasangan ini bisa memiliki rumah dengan uang muka sekitar Rp10 juta dan angsuran sekitar Rp1,3 juta per bulan selama tenor 20 tahun. 

Kesuksesan Masyarakat dengan Penghasilan Tidak Tetap Menjadi Bukti Keberhasilan Program KPR FLPP

Dengan jumlah anggota keluarga yang cukup banyak, kehadiran rumah subsidi memberikan kepastian tempat tinggal yang lebih layak sekaligus mengurangi beban biaya sewa yang sebelumnya harus dikeluarkan setiap bulan.

Kisah keluarga Robi dan Iin menjadi bukti bahwa program FLPP mampu menjangkau masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk pelaku usaha mikro dan pedagang pasar yang memiliki penghasilan tidak tetap. 

Dengan dukungan pembiayaan yang terjangkau, masyarakat yang selama ini hanya mampu mengontrak kini memiliki kesempatan untuk menempati rumah milik sendiri dan meningkatkan kualitas hidup keluarganya.

Situs Investasiproperti.id selalu menyediakan konten yang menarik mengenai penyediaan pembiayaan perumahan yang terjangkau di Indonesia. 

Share :

Baca Juga

BP Tapera dan Menteri PKP Tinjau Rumah Subsidi FLPP di NTB

Berita

BP Tapera dan Menteri PKP Tinjau Rumah Subsidi FLPP di NTB. Maruarar Ungkap Manfaat KUR Perumahan bagi UMKM dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)
Pinhome Rilis PHVI Kuartal 3 2024

Berita

Pinhome Rilis PHVI Kuartal 3 2024. Harga Hunian di Jakarta Lebih Terjangkau untuk End User
Sharp Raih Sederetan Penghargaan untuk Program CSR dan Layanan Produk

Berita

Sharp Raih Sederetan Penghargaan untuk Program CSR dan Layanan Produk Selama Tahun 2024
Mengintip Konsep Klaster Derora Tahap 2 di Metland Cikarang

Berita

Mengintip Konsep Klaster Derora Tahap 2 di Metland Cikarang. Rumah Bergaya Klasik yang Dilengkapi Piranti Smart Home
Cushman & Wakefield Ungkap Apartemen Sewa Jakarta Pada Akhir 2024 dan Awal 2025

Berita

Cushman & Wakefield Ungkap Apartemen Sewa Jakarta Pada Akhir 2024 dan Awal 2025. Harga Sewa Meningkat Seiring Permintaan
Mengintip Dampak Sosial Maybank Cycling Series Il Festino 2025

Berita

Mengintip Dampak Sosial Maybank Cycling Series Il Festino 2025. Dampak Positif yang Terukur untuk Masyarakat
Membedah Strategi Investasi Properti Iwan Sunito

Berita

Membedah Strategi Investasi Properti Iwan Sunito. Perlu Riset, Kesabaran, dan Kemampuan Membaca Pengembangan Kota

Berita

Gravel Punya Layanan Tenaga Pengecatan yang Profesional. Mengecat Dinding Perlu Keterampilan dan Ketelitian