Perusahaan konsultan properti Knight Frank terangkan perkantoran di Jakarta semester 1 2025, tingkat hunian mulai meningkat.
Tantangan terus berlanjut pada semester pertama tahun 2025, dalam ketidakpastian global transaksi sewa ruang gedung perkantoran di CBD (central business district) Jakarta masih terus bergulir.
Meski transaksi sewa terbatas dan diwarnai dengan relokasi, tetapi sejumlah ekspansi dan transaksi baru juga terlihat pada semester pertama tahun 2025 ini.
Kalau dihitung ternyata genap satu tahun kalau CBD Jakarta tidak mendapatkan pasokan tambahan gedung perkantoran.
Setidaknya kondisi ini diperkirakan akan terus berlanjut sampai tahun 2028. Tidak ada bangunan kantor yang selesai dibangun.
Sementara itu, pembangunan berkelanjutan telah menjadi salah satu instrumen penting dalam transaksi sewa perkantoran.
Hal Ini dibuktikan dengan tingkat okupansi atau hunian rata‐rata gedung bersertifikat hijau yang lebih tinggi dibandingkan gedung nonhijau.
Tren ini juga tercermin dari harga sewa rata‐rata untuk ruang perkantoran ramah lingkungan yang relatif lebih stabil.
Konsultan Properti Knight Frank Terangkan Perkantoran di Jakarta Semester 1 2025
Pertumbuhan ruang perkantoran gedung bersertifikat hijau di kawasan CBD Jakarta cukup progresif selama lima tahun terakhir.
For your information, ternyata hampir semua gedung perkantoran kelas premium di kawasan niaga terpadu di Jakarta kini telah bersertifikat hijau.
Sebagian besar gedung perkantoran baru yang memasuki pasar telah bersertifikat hijau, sementara saat ini baru sekitar 37% gedung perkantoran yang disewa di CBD telah mencapai status ini.
Meskipun demikian, masih ada potensi pertumbuhan signifikan sebelum gedung bersertifikat hijau menjadi jenis yang dominan.
“Pergeseran preferensi occupier terus bergerak ke arah gedung kantor bersertifikat hijau,” kata Country Head Knight Frank Indonesia Willson Kalip seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima oleh Investasiproperti.id.
“Tren ini diperkirakan akan terus mewarnai pertumbuhan perkantoran di Jakarta. Secara jangka panjang, tren ini akan memberikan dampak positif terhadap efisiensi penggunaan energi dan air dalam operasional gedung perkantoran,” lanjutnya.
Fakta Mengenai Sektor Perkantoran di CBD Jakarta
Berikut ini adalah pembaruan data kinerja pasar perkantoran CBD Jakarta pada paruh pertama tahun 2025 yang perlu diketahui.
Saat ini, stok perkantoran yang ada di CBD Jakarta tetap sekitar 7.326.495 m2. Tidak ada penambahan ruang kantor.
Hal yang pasti adalah tidak ada stok baru yang diperkirakan masuk untuk sisa tahun 2025 ini, lantaran tidak ada gedung yang selesai dibangun.
Untuk tingkat hunian, okupansi menunjukkan optimisme, meningkat secara perlahan, tetapi tetap stabil menjadi 77,16%.
Sementara itu, serapan ruang perkantoran pada paruh pertama tahun 2025 tercatat sekitar 63.460 meter persegi.
Terkait harga sewa rata‐rata gedung perkantoran mengalami sedikit pelemahan, menurun sekitar 1‐2% (yoy/year on year).
Untuk potensi penyewa, ternyata berasal dari sektor pertambangan, konstruksi, dan terkait energi. Perusahaan di bidang ini memang ingin menambah ruang kantor.
Sebelumnya, ada pembahasan mengenai Knight Frank Indonesia yang menjelaskan pangsa pasar perkantoran hijau di CBD Jakarta yang tumbuh stabil.
Jangan lewatkan, uraian singkat mengenai Knight Frank Indonesia yang mengungkapkan tren green office di Jakarta. Pasokan ruang bertambah, okupansi juga meningkat.
Tidak ketinggalan, ada ulasan mengenai Knight Frank Indonesia yang memberikan prediksi perkantoran di Jakarta. Sejumlah hal terungkap.
Situs Investasiproperti.id selalu menyuguhkan konten yang menarik mengenai pasar sektor gedung perkantoran di Jakarta.















