Home / Berita

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Modernland Realty Luncurkan Penyelesaian Inovatif Atas Obligasi USD 280 Juta dengan Dukungan Pemegang Obligasi 

Sumber Foto: Modernland

Sumber Foto: Modernland

PT Modernland Realty Tbk. (MDLN) (“Perseroan”), salah satu pengembang besar properti nasional, kembali mencatatkan tonggak penting dalam upaya memperkuat struktur keuangannya. Perseroan resmi mencapai kesepakatan penyelesaian obligasi asing senilai USD 280 juta (hampir Rp 5 triliun) dengan menggunakan landbank (cadangan lahan) yang dimiliki Perseroan.  

Kesepakatan ini, yang didukung oleh hampir 100% Pemegang Obligasi, telah dituangkan dalam Scheme of Arrangement atas Guaranteed Senior Notes Due April 30, 2027 (“Obligasi”) yang diterbitkan oleh Modernland Overseas Pte. Ltd. (“MLO”), entitas anak yang sepenuhnya dimiliki oleh Perseroan. Scheme of Arrangement ini sendiri telah disahkan oleh Pengadilan Tinggi Singapura pada 17 September 2026 dan berlaku efektif sejak 30 September 2026. 

“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para Pemegang Obligasi atas kepercayaan dan dukungan yang luar biasa. Tingkat persetujuan yang hampir 100% menunjukkan bahwa solusi inovatif ini diterima dengan baik sebagai solusi yang saling menguntungkan, dan menjamin keberlanjutan hubungan erat antara Perseroan dengan para Pemegang Obligasi yang sudah berjalan selama ini.” ujar F. Bobby Heryunda, Group CFO and Senior Managing Director, Corporate Finance and Investment Perseroan. 

Skema ini merupakan penyelesaian yang inovatif karena Perseroan melakukan pertukaran utang (obligasi asing) dengan aset landbank (cadangan lahan). Perseroan mengalihkan sebagian landbank (cadangan lahan) senilai sekitar Rp 3,5 triliun, yang sebelumnya merupakan jaminan obligasi, kepada perusahaan Special Purpose Vehicle (“SPV”) yang dibentuk untuk kepentingan para Pemegang Obligasi. 

Baca Juga :  HOMEDEC 2024 Menawarkan Produk dan Layanan yang Lengkap. Bisa Memenuhi Semua Kebutuhan Pengunjung

Sebagai gantinya, seluruh kewajiban terkait Obligasi dihapuskan, termasuk bunga berjalan, yang totalnya senilai hampir Rp 5 triliun. Danu Pate, Corporate Secretary Perseroan, menjelaskan bahwa landbank (cadangan lahan) yang diserahkan bukan merupakan aset produktif Perseroan. 

“Lahan tersebut tidak termasuk dalam rencana pengembangan 5-10 tahun ke depan. Karena itu, pengalihan landbank ini tidak mempengaruhi pendapatan Perseroan. Setelah pertukaran ini dilakukan, Perseroan masih memiliki tidak kurang dari 1.664 hektare landbank, dengan nilai tidak kurang dari Rp11,8 triliun, yang bisa terus Perseroan kembangkan.” ujarnya. 

Menanggapi pemberitaan negatif yang beredar, Perseroan menegaskan bahwa skema ini bukan merupakan pengambilalihan yang tidak bersahabat (hostile takeover). “Scheme of Arrangement ini lahir dari dialog yang konstruktif, komunikasi terbuka dan kemitraan yang erat antara Perseroan dan para Pemegang Obligasi. Terbukti dengan dukungan yang hampir mencapai 100% dari Pemegang Obligasi. Ini solusi yang saling menguntungkan bagi semua pihak,” tegas Danu. 

Selain didukung para Pemegang Obligasi, langkah ini juga mendapat sambutan positif dari para pemegang saham Perseroan, yang mencerminkan keselarasan visi seluruh pemangku kepentingan terhadap masa depan Perseroan. 

Baca Juga :  Cushman & Wakefield Jelaskan Pasar Kondominium Jakarta Pada Akhir 2024 dan Awal 2025. Pasokan Bertambah, Developer Wait and See Terkait PPN

Terkait dengan dampak finansial skema ini terhadap struktur keuangan Perseroan, Bobby menjelaskan “Dengan berjalannya skema ini, Perseroan juga tidak lagi menanggung total kupon Obligasi sekitar Rp300 miliar per tahun. Penghematan yang signifikan ini tentunya akan memperkuat arus kas (cashflow) Perseroan mulai saat ini dan seterusnya”. 

Bobby juga menambahkan “Skema ini akan membuat rasio utang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio) Perseroan berada di kisaran 0,4 kali. Struktur keuangan yang jauh lebih sehat ini tidak hanya memperkuat fondasi Perseroan, tetapi juga akan menarik lebih banyak investor, perbankan, dan institusi lainnya untuk bekerja sama dengan Modernland Group. Kami akan memiliki lebih banyak keunggulan dan fleksibilitas dalam mengembangkan portofolio usaha ke depannya.” 

Perseroan juga menegaskan bahwa kegiatan usaha tetap berjalan seperti biasa. Proyek-proyek unggulan Perseroan, antara lain Jakarta Garden City, Kota Modern, Modernland Cilejit, dan Modern Cikande Industrial Estate, terus dikembangkan sebagai penggerak utama pendapatan.  

Ke depan, Perseroan optimistis pencapaian ini akan semakin memperkuat fondasi keuangan dan mendukung keberlanjutan usaha dalam jangka panjang, sehingga Perseroan dapat terus berfokus menghadirkan nilai tambah bagi pemegang saham, mitra usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. 

Share :

Baca Juga

Nikmati Momen Ramadan di Mandarin Oriental Jakarta

Berita

Nikmati Momen Ramadan di Mandarin Oriental Jakarta. Ada Paket Berbuka, Hampers, Hingga Menginap
HOMEDEC 2024 Resmi Dibuka

Berita

HOMEDEC 2024 Resmi Dibuka. Intip Tren Terbaru Sebelum Renovasi Atau Mengubah Interior Hunian
TCP Internusa Perkenalkan Edenhaus Serpong

Berita

TCP Internusa Perkenalkan Edenhaus Serpong. Jumlah Rumah Tapak Ini Terbatas dengan Harta Mulai dari Rp1 Miliaran
IDEAL Antusias Gabung dengan Lamudi

Berita

IDEAL Antusias Gabung dengan Lamudi. Berharap Bisa Berkembang Lebih Pesat di Bawah Perusahaan Induk DCG
Summarecon Berikan Hadiah Selama Summarecon Expo 2025

Berita

Summarecon Berikan Hadiah Selama Summarecon Expo 2025. Ada Hadiah Logam Mulia Hingga Mobil Listrik
Gaya Hidup Berkelanjutan di Summarecon Emerald Karawang

Berita

Gaya Hidup Berkelanjutan di Summarecon Emerald Karawang. Hunian di Kawasan Industri dan Komersial yang Tumbuh Pesat
data center di indonesia

Berita

Colliers Prediksi Bisnis Data Center Masih Dominasi Pembelian Lahan Kawasan Industri di Jabodetabek
HOMEDEC 2025 Tampilkan Program Inspiratif

Berita

HOMEDEC 2025 Tampilkan Program Inspiratif. Pameran Inovasi dan Interior Ini Akan Memberikan Banyak Ide untuk Pemilik Hunian