Lembaga pemerintah nonkementerian, BRIN siap selenggarakan IISE 2026 atau Indonesia Innovation Summit & Expo 2026 dalam waktu dekat.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama PT Sukses Mulya Pratama selaku promotor terus mematangkan penyelenggaraan Indonesia Innovation Summit & Expo (IISE) 2026.
Kegiatan ini merupakan wadah untuk mempertemukan hasil riset dan inovasi dengan kebutuhan industri, investor, dan masyarakat.
Sebanyak 200 produk inovasi unggulan BRIN direncanakan tampil bersama berbagai teknologi dari perguruan tinggi, perusahaan, dan pelaku inovasi.
Pameran IISE 2026 ini akan berlangsung pada 10–13 Desember 2026 di Hall 7 dan 8, Indonesia Convention Exhibition (ICE BSD), Tangerang, Banten.
BRIN Siap Selenggarakan IISE 2026 untuk Memperkuat Seluruh Ekosistem Riset dan Inovasi Nasional
Berbeda dari pameran teknologi konvensional yang berfokus pada penampilan produk, IISE 2026 dirancang untuk membuka peluang pemanfaatan dan komersialisasi hasil riset.
Melalui 230 stan pameran dan program Innovation Marketplace, inventor dan periset dapat bertemu langsung dengan calon pengguna teknologi, mitra industri, investor, serta pelaku usaha.
Pertemuan ini berpotensi mengembangkan inovasi menjadi produk bernilai ekonomi. Hal yang membedakan dengan kegiatan serupa.
Ketua Penyelenggara IISE 2026, Walneg, mengatakan penyelenggaraan IISE merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem inovasi nasional.
Caranya dengan mempertemukan pihak yang menghasilkan pengetahuan dan teknologi dengan pihak yang membutuhkan serta mampu memanfaatkannya.
“Indonesia memiliki banyak hasil riset dan inovasi yang potensial,” ujar Walneg seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima oleh Investasiproperti.id.
“Tantangan berikutnya adalah bagaimana inovasi tersebut menemukan pengguna, dikembangkan bersama industri, memperoleh dukungan investasi, dan akhirnya memberikan manfaat ekonomi maupun sosial,” lanjutnya.
“Melalui IISE 2026, kami ingin mempercepat pertemuan antara dunia riset, industri, investor, dan masyarakat agar hasil penelitian tidak berhenti sebagai prototipe atau publikasi, tetapi bergerak menuju pemanfaatan yang lebih luas,” katanya lagi.
Indonesia Innovation Summit & Expo 2026 Diproyeksikan Menjadi Ruang Kolaborasi Semua Pihak Terkait Riset dan Inovasi
Menurut Walneg, IISE 2026 diharapkan menjadi ruang kolaborasi yang menghasilkan tindak lanjut konkret, mulai dari kerja sama riset, pengembangan produk, lisensi teknologi, hingga peluang investasi dan komersialisasi.
“Ukuran keberhasilan IISE bukan hanya seberapa banyak teknologi yang dipamerkan atau berapa banyak pengunjung yang hadir,” kata Walneg.
“Yang lebih penting adalah berapa banyak kolaborasi yang terbangun, inovasi yang menemukan mitra, serta hasil riset yang memiliki peluang untuk diterapkan,” imbuhnya.
“Kami ingin IISE menjadi jembatan antara invensi dan inovasi, sekaligus antara inovasi dan dampaknya bagi masyarakat,” ujarnya lagi.
Walneg menjelaskan, salah satu program unggulan IISE 2026 adalah Innovation Marketplace, yang dirancang untuk mempertemukan hasil invensi dengan calon pengguna, pelaku industri, investor, perusahaan teknologi, dan pasar.
Melalui program tersebut, periset, inventor, startup (perusahaan rintisan), perguruan tinggi, dan perusahaan teknologi dapat memperkenalkan inovasi.
Selain itu, mereka juga bisa sekaligus menjajaki peluang kerja sama pengembangan produk, proyek percontohan, lisensi, kemitraan produksi, serta investasi.
Pihak Penyelenggara Mendesain Pameran Bisa Memberikan Ruang untuk Membangun Bisnis yang Berkelanjutan
Direktur PT Sukses Mulya Pratama selaku promotor IISE 2026, Nopit Cahyani memberikan penjelasan mengenai penyelenggaraan acara.
Pameran ini dirancang agar peserta tidak hanya mendapatkan ruang untuk memperkenalkan teknologi, tetapi juga kesempatan membangun hubungan bisnis yang berkelanjutan.
“Kami ingin exhibitor datang bukan hanya untuk menunjukkan apa yang sudah mereka ciptakan,” kata Nopit.
“Tetapi juga menemukan siapa yang membutuhkan inovasi tersebut dan siapa yang dapat membantu membawanya menuju pasar,” lanjutnya.
Menurut Nopit, kehadiran berbagai pemangku kepentingan dalam satu kegiatan akan membuka kesempatan bagi perusahaan untuk menyampaikan kebutuhan teknologinya, sementara inventor dan startup dapat menawarkan solusi yang relevan.
“Selama ini, salah satu tantangan dalam pengembangan inovasi adalah mempertemukan pemilik teknologi dengan calon pengguna dan investor.
Melalui IISE, kami ingin menciptakan ruang pertemuan yang lebih terarah sehingga interaksi selama pameran berpotensi berlanjut menjadi kerja sama bisnis, pengembangan produk, maupun investasi,” jelas Nopit.
IISE 2026 menyiapkan 230 stan yang dapat diikuti kementerian dan lembaga, BUMN (Badan Usaha Milik Negara), pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga riset, perusahaan teknologi, industri, startup, inventor, investor, serta mitra internasional.
Situs Investasiproperti.id selalu menyuguhkan konten yang menarik mengenai riset dan inovasi yang dikembangkan di Indonesia.















