Konsultan properti Cushman & Wakefield jelaskan pasar properti Asia Tenggara dari berbagai sektor yang pastinya menjadi insight.
Penjualan investasi properti di Asia Tenggara meningkat 16% YoY (year on year), dengan sektor industri mendominasi sebagian besar pasar.
Volume penjualan investasi industri melampaui penjualan kantor dan ritel untuk pertama kalinya dalam satu dekade.
Investasi data center mendorong kenaikan penjualan ini, dengan volume pada tahun 2023 meningkat empat kali lipat dari tahun sebelumnya.
Fundamental yang kuat di Asia Tenggara akan mendukung pertumbuhan jangka panjang meskipun menghadapi ketidakpastian global saat ini
Situs Investasiproperti.id akan membahasnya lebih lanjut dengan merangkum pernyataan tertulis yang diterima dari Cushman & Wakefield.
Volume penjualan investasi industri telah melampaui penjualan kantor dan ritel untuk pertama kalinya dalam satu dekade di seluruh Asia Tenggara.
Hal ini seiring dengan dampak diversifikasi rantai pasokan, pertumbuhan ekonomi digital, dan sistem kerja hybrid yang mempengaruhi prioritas investor.
Laporan tahunan ketiga dari Cushman & Wakefield mengenai proyeksi pasar properti Asia Tenggara menunjukkan bahwa sejumlah hal penting.
Volume investasi data center di seluruh kawasan meningkat lebih dari empat kali lipat menjadi 3,2 miliar dolar AS (Rp52,7 triliun) secara YoY.
Jumlah tersebut mewakili sekitar 40% dari total volume penjualan industri di seluruh kawasan Asia Tenggara hingga 2024.
Singapura, Malaysia, dan Indonesia terus memimpin sektor ini, didorong oleh infrastruktur yang kuat, peningkatan adopsi cloud, dan dukungan regulasi untuk ekspansi digital.
Perusahaan Konsultan Properti Cushman & Wakefield Jelaskan Pasar Properti Asia Tenggara
Pertumbuhan ekspor yang diperkirakan akan terus mendukung investasi sektor industri di kawasan Asia Tenggara.
Pangsa ekspor global Asia Tenggara yang mencapai 8% pada tahun 2023 diproyeksikan akan terus meningkat dalam beberapa waktu mendatang.
Hal tersebut didorong oleh keunggulan biaya yang kompetitif, diversifikasi rantai pasok, serta meningkatnya perdagangan antarnegara di Asia Pasifik.
Thailand menjadi satu-satunya pasar di SEA yang dipantau oleh Cushman & Wakefield dengan penjualan investasi industri tidak mendominasi.
Negara ini memiliki catatan yaitu, sektor hotel mencatatkan 0,4 miliar dolar AS (Rp6,5 triliun) dan industri 0,2 miliar dolar AS (Rp3,2 triliun).
Jangan lewatkan konten yang membahas mengenai dampak wacana moratorium untuk investasi di Bali beberapa waktu yang lalu.
Tidak ketinggalan ada konten yang mengulas mengenai proyeksi pasar properti di Asia Pasifik. Intip pembahasannya untuk menambah pengetahuan dan wawasan.
Situs Investasiproperti.id selalu menyediakan konten yang menarik mengenai ulasan mendalam terkait pasar properti di Indonesia dan sekitarnya.















