Konsultan properti Cushman & Wakefield memaparkan kondisi terkini pasar apartemen sewa di Jakarta pada 2024. Inilah ulasan singkatnya.
Laporan MarketBeat Cushman & Wakefield baru dirilis dengan menyediakan analisa aktivitas ekonomi dan real estat komersial setiap kuartal.
Hasil laporan tersebut juga merangkum tren pasokan, permintaan, dan harga di tingkat pasar dan subpasar di Indonesia.
Situs Investasiproperti.id akan menjelaskan lebih lengkap dengan mengutip dari keterangan tertulis yang diterima dari Cushman & Wakefield.
Tidak ada pasokan baru dari subpasar service apartment dan apartemen khusus sewa yang teridentifikasi pada kuartal dua tahun 2024.
Namun, pembukaan proyek Somerset Kencana pada pertengahan Juli 2024 akan menambah pasokan dari subsektor service apartment pada kuartal tiga tahun 2024.
Tanpa adanya peluncuran atau penyelesaian proyek kondominium baru selama kuartal ulasan, pasokan meningkat hanya sebesar +0,1% QoQ (quarter on quarter) atau +3,0% YoY (year on year) menjadi total 179.634 unit.
Penambahan baru pada pasokan terutama berasal dari unit kondominium yang baru terjual dalam proyek-proyek yang sudah ada, di subpasar kondominium sewa, dan pasokan kumulatif.
Hingga sisa tahun 2024, pasokan apartemen sewa akan terus didominasi oleh penyelesaian proyek-proyek kondominium dan unit service apartment baru di Somerset Kencana.
Perusahaan Konsultan Properti Cushman & Wakefield Terangkan Pasar Apartemen Sewa di Jakarta Pada 2024
Permintaan tinggi untuk penginapan singkat selama libur Idul Fitri dan Idul Adha yang jatuh pada kuartal dua 2024 telah meningkatkan tingkat okupansi selama kuartal ulasan.
Subsektor service apartment mengalami kenaikan tingkat hunian sebesar +3,2% QoQ dan +0,4% YoY menjadi 65,8%.
Service apartment yang mengakomodasi tamu jangka pendek terutama di segmen menengah atas dan atas juga menikmati permintaan dari liburan akhir pekan panjang selama kuartal yang disurvei.
Subsektor service apartment diperkirakan akan mengalami penurunan tingkat hunian pada kuartal berikutnya dengan mulai beroperasinya Somerset Kencana
Selain itu, penurunan permintaan penginapan singkat karena tidak akan ada banyak liburan akhir pekan panjang seperti yang terjadi pada kuartal dua 2024.
Subsektor apartemen khusus sewa mengalami peningkatan tingkat hunian yang sangat kecil sebesar +0,3% QoQ atau +3,8% YoY menjadi 64% pada akhir Juni 2024.
Popularitas platform sewa kondominium jangka pendek seperti Travelio dan AirBnB, bersama dengan dimulainya semester baru untuk mahasiswa yang berasal dari luar kota meningkatkan okupasi.
Tingkat hunian subsektor apartemen khusus sewa mengalami pertumbuhan sebesar +1,6% QoQ atau +2,8% YoY.
Sementara itu, rata-rata tarif sewa pasar apartemen sewa mengalami peningkatan sebesar +0.9% QoQ dan +2.6% YoY, yaitu sebesar Rp262,134 per meter persegi per bulan.
Kontributor utama kenaikan ini adalah kenaikan tarif sewa kondominium (+4.1% QoQ dan +8.8% YoY) seiring dengan meningkatnya permintaan.
Sementara itu, tarif sewa subsektor service apartment dan apartemen khusus sewa tidak mengalami perubahan signifikan selama kuartal ulasan, dan diperkirakan akan relatif stabil pada kuartal berikutnya.
Situs Investasiproperti.id selalu menyediakan konten yang menarik mengenai ulasan pasar apartemen yang diberikan oleh konsultan properti.