Konsultan properti Cushman & Wakefield ungkap ritel di Jakarta kuartal 1 2025. Tingkat hunian menurun, sementara biaya sewa naik.
Pasar ritel di Jakarta pada tiga bulan pertama 2025 mengungkapkan sejumlah hal, salah satunya tidak ada pasokan baru.
Situs Investasiproperti.id akan membahasnya lebih lanjut dengan merangkum dari pernyataan tertulis yang diperoleh dari laporan Cushman & Wakefield.
Laporan MarketBeat Cushman & Wakefield menyajikan analisa aktivitas ekonomi dan real estat komersial setiap kuartal yang mencakup tren pasokan, permintaan, dan harga di tingkat pasar dan sub pasar.
Pada kuartal pertama tahun 2025, tidak ada pasokan baru yang tercatat, sehingga pasokan kumulatif tetap stabil di angka 4.805.900 m2 (naik 1,8% YoY/year on year) dan 0,0% QoQ/quarter on quarter).
Pekerjaan renovasi di Lippo Mall Nusantara yang sebelumnya dikenal sebagai Plaza Semanggi, dan Epicentrum Walk telah selesai.
Kedua pusat perbelanjaan ini kini hadir dengan konsep desain pusat perbelanjaan yang telah diperbarui. Konsepnya lebih kekinian.
Selanjutnya, pasokan diperkirakan akan tumbuh pada tahun 2025 dengan perkiraan penyelesaian beberapa mal.
Hal ini termasuk Lippo Mall East Side di Holland Village, Menara Jakarta Mall, Cornerstone di Antasari Place, Annajon di The Sima Retail, dan Travoy Hub Tahap 2.
Penyelesaian semua pusat perbelanjaan ini secara keseluruhan akan menambah pasokan hingga mencapai 109.400 m2 (meter persegi) ke pasar.
Perusahaan Konsultan Properti Cushman & Wakefield Ungkap Ritel di Jakarta Kuartal 1 2025, Terungkap Kalau Tingkat Okupansi Menurun Tipis
Total ruang ritel yang terisi di Jakarta pada kuartal pertama 2025 mencapai 3.705.300 m2, mencerminkan penurunan tingkat okupansi sebesar 2,6% YoY atau 0,8% secara QoQ menjadi 77,1%.
Penurunan ini terutama disebabkan oleh masuknya sejumlah pasokan baru yang baru saja selesai dibangun.
Masuknya penyewa utama peritel lokal maupun internasional ke pasar Jakarta menunjukkan daya tarik dan potensi pasar yang terus berlanjut.
Beberapa pembukaan gerai baru yang menonjol antara lain Christy Ng di Kota Kasablanka dam Rud Runner di Mall Kelapa Gading.
Tidak ketinggalan, Hologram Zoo di Lippo Mall Puri, Sunnytep di Central Park dan Gandaria City, serta Dickies di ASHTA dan Plaza Senayan.
Hermès juga membuka kembali toko terbesarnya di Indonesia yang berlokasi di Plaza Indonesia, pusat perbelanjaan yang identik dengan golongan old money.
Selain itu, Loewe membuka gerai baru di Pacific Place dan Jimmy Choo di Plaza Senayan, menunjukkan kepercayaan yang berkelanjutan terhadap segmen ritel mewah di Jakarta.
Harga Sewa Dasar dan Service Charge Ruang Ritel Mengalami Peningkatan
Pada kuartal pertama 2025, baik tarif sewa dasar rata-rata maupun service charge atau biaya layanan mengalami kenaikan.
Tarif sewa dasar naik rata-rata mencapai Rp 827.000/m2/bulan, yang mencerminkan pertumbuhan sebesar 2,3% YoY.
Tarif service charge rata-rata juga sedikit meningkat menjadi Rp 198.000/m2/bulan, yang mencerminkan kenaikan moderat sebesar 1,1% YoY.
Simak ulasan mengenai kinerja pusat perbelanjaan di Jakarta pada kuartal 3 2024 yang bisa menjadi insight bagi para pelaku usaha.
Tidak ketinggalan ada pembahasan dari Cushman & Wakefiedl mengenai pemasaran digital rumah tapak yang dilakukan oleh perusahaan pengembanga.
Situs Investasiproperti.id selalu menampilkan konten yang menarik mengenai pembahasan ruang ritel di Jakarta dan kota lainnya.















