Home / Berita

Jumat, 12 September 2025 - 12:00 WIB

Colliers Jelaskan Perubahan Lanskap Real Estate Komersial di Indonesia. Hal Ini Disebabkan oleh Sertifikasi Bangunan Hijau

Sumber Foto: Executivecentre.com

Sumber Foto: Executivecentre.com

Konsultan properti Colliers jelaskan perubahan lanskap real estate komersial di Indonesia yang terjadi lantaran sertifikasi bangunan hijau.

Sektor real estate komersial di Indonesia tengah mengalami transformasi penting dengan keberlanjutan menjadi pendorong utama nilai aset, permintaan penyewa, dan kepatuhan terhadap regulasi. 

Sertifikasi bangunan hijau sekarang ini bukan lagi menjadi pembeda eksklusif, melainkan telah menjadi standar pasar.

Adopsi sertifikasi seperti Greenship, EDGE, LEED, dan Bangunan Gedung Hijau (BGH) meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir.

Hal ini mencerminkan keselarasan yang semakin kuat antara tanggung jawab lingkungan dan kelayakan komersial. 

Hingga pertengahan 2025, sektor perkantoran tetap menjadi penggerak utama yang mencakup 88% dari bangunan bersertifikasi. 

Dari persentase tersebut, kantor Grade A di kawasan CBD (central business district) Jakarta menunjukkan tingkat adopsi tertinggi.

Perusahaan Konsultan Properti Colliers Jelaskan Perubahan Lanskap Real Estate Komersial di Indonesia

Perubahan ini bukan sekadar kelanjutan dari pemulihan pasca-pandemi, melainkan mencerminkan pergeseran struktural yang lebih dalam dalam ekspektasi pasar. 

Korporasi multinasional dan investor institusional semakin memprioritaskan kepatuhan terhadap prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance). 

Baca Juga :  Colliers Jelaskan Sektor Ritel di Jakarta Kuartal 1 2025. Pusat Perbelanjaan Terus Berkembang dengan Konsep Hiburan

Sementara itu, perusahaan pengembang dan pemilik gedung secara proaktif mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam strategi desain dan pengelolaan aset mereka.

“Para pengembang tidak lagi menunggu permintaan penyewa untuk mendorong keberlanjutan,” ujar Head of Facilities Management Colliers Christina Ng seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima oleh Investasiproperti.id

“Mereka kini mengambil peran utama—mengamankan masa depan aset mereka, meningkatkan efisiensi operasional, dan memposisikan diri secara kompetitif di pasar yang semakin matang,” lanjutnya. 

Dukungan dari Sektor Keuangan untuk Sertifikasi Bangunan Hijau

Sektor keuangan juga turut mendukung. Dengan dimasukkannya sektor Konstruksi dan Real Estat dalam Taksonomi Hijau OJK (Otoritas Jasa Keuangan) versi kedua.

Tidak ketinggalan, insentif seperti pengurangan Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) untuk pembiayaan hijau, pengembangan berkelanjutan kini lebih mudah diakses. 

Bangunan bersertifikasi hijau kini berhak atas pembiayaan preferensial, termasuk suku bunga lebih rendah dan akses modal yang lebih mudah.

Colliers Indonesia memproyeksikan peningkatan 54% dalam jumlah sertifikasi bangunan hijau hingga akhir tahun. Hal ini didorong oleh tekanan regulasi dan kesiapan pasar. 

Baca Juga :  Colliers Terangkan Pasar Apartemen di Jakarta Kuartal 1 2025. Penjualan Belum Mengalami Perubahan

Terdapat banyak peluang bagi perusahaan pengembang untuk meningkatkan gedung Grade B dan C untuk ikut mendapatkan sertifikasi bangunan hijau. 

Hal tersebut memperluas upaya keberlanjutan ke sektor industri dan ritel, serta mengadopsi teknologi efisiensi energi tanpa investasi modal besar.

Seiring keberlanjutan menjadi ciri utama real estatr komersial modern, para pelaku industri harus mulai ikut beradaptasi. 

Kredensial hijau kini bukan lagi pilihan bagi developer, melainkan kebutuhan untuk tetap relevan dan tangguh dalam jangka panjang.

Sebelumnya ada ulasan soal Colliers yang memberikan tips untuk developer kawasan industri dalam menghadapi perubahan bisnis. 

Jangan lewatkan uraian singkat perihal Colliers yang menjelaskan bisnis ritel Jakarta beralih ke konsep semi outdoor lifestyle untuk menarik pengunjung. 

Tidak ketinggalan ada pembahasan soal Colliers yang menerangkan bisnis hotel di Bali kuartal 1 2025, para pengelola mengharapkan kedatangan turis asing.

Situs Investasiproperti.id selalu menghadirkan konten yang menarik mengenai tren gedung perkantoran di Jakarta yang perlu diketahui. 

Share :

Baca Juga

Mengenal MOIRE Bespoke Rugs

Berita

Mengenal MOIRE Bespoke Rugs. Produk Karpet Ini Diperkenalkan Tama Florentina Setelah Sukses dengan Rug House
True Land Hadirkan Mosslife Coffee di District East

Berita

True Land Hadirkan Mosslife Coffee di District East. Salah Satu Lini Bisnis Milik AlfaLand yang Ikut Mengembangkan Kawasan
Paramount Land Perkenalkan Grand Boulevard Aniva Tahap 6

Berita

Paramount Land Perkenalkan Grand Boulevard Aniva Tahap 6. Fase Sebelumnya dari Kawasan Komersial Ini Sudah Sold Out
Peserta Serenity Moments Odyssey Apresiasi Central Group

Berita

Peserta Serenity Moments Odyssey Apresiasi Central Group dan Red Crowns Senior Living Lantaran Bisa Menikmati Suasana Batam
Summarecon Berikan Hadiah Selama Summarecon Expo 2025

Berita

Summarecon Berikan Hadiah Selama Summarecon Expo 2025. Ada Hadiah Logam Mulia Hingga Mobil Listrik
podomoro park bandung merilis ruko la plaza tahap 2

Berita

Podomoro Park Bandung Akan Rilis Ruko La Plaza Tahap 2. Tawarkan 3 Tipe dan Punya Rooftop Garden
meeting room apartemen skandinavia

Berita

Hadirkan Fasilitas Terbaru, Apartemen Skandinavia Ingin Menarik Perhatian End User dan Investor Properti
Hari Listrik ke 78 Enlit Asia 2023

Berita

MKI dan Enlit Asia Gelar Hari Listrik ke 78 Enlit Asia 2023. Stakeholder Siapkan Transisi Solusi Menuju Energi Bersih