Temuan SiteMinder’s Changing Traveler Report 2026 berikan tips untuk pelaku industri pariwisata di Indonesia. Simak insight-nya.
Platform pengelolaan hotel SiteMinder mengungkapkan sejumlah hal menarik dalam SiteMinder’s Changing Traveler Report 2026.
Hal ini tentunya bisa memberikan panduan kepada para pelaku industri pariwisata terutama manajemen operator hotel.
Sebelumnya, ada temuan bahwa wisatawan Indonesia termasuk yang paling antusias dalam penggunaan AI (artificial intelligence) atau kecerdasan buatan.
Tidak ketinggalan, kalau turis Nusantara juga membidik sejumlah negara Asia Timur seperti Jepang dan Korea Selatan sebagai destinasi.
Situs Investasiproperti.id akan membahasnya lebih lanjut dengan merangkum pernyataan tertulis yang dikirimkan oleh SiteMinder.
Hasil Riset SiteMinder’s Changing Traveler Report 2026 Berikan Tips untuk Pelaku Industri Pariwisata
Temuan lebih lanjut dalam laporan SiteMinder menunjukkan bahwa 96% dari responden terbuka terhadap gagasan AI yang memantau pola pribadi mereka.
Wisatawan Indonesia menjadi yang paling reseptif di dunia terhadap alat yang mampu memprediksi dan mencegah stres saat bepergian.
Hal ini termasuk melalui pemantauan data kesehatan sebanyak 53%, energi dan kebutuhan sosial sebesar 50%, serta pola tidur sebanyak 45%.
Pada tahun 2026, metode pembayaran favorit wisatawan Indonesia untuk pemesanan hotel diprediksi tetap melalui transfer bank sebanyak 32%.
Lantas diikuti penggunaan digital wallet atau mobile wallet sebesar 28% dan kartu kredit atau debit sebanyak 24%.
Namun, gen Z lebih cenderung menggunakan digital wallet sebesar 32%. Generasi ini lahir dalam kurun waktu 1997-2012.
Riset yang Sama Mengungkapkan Minat Turis Indonesia Terhadap Kegiatan yang Dilakukan di Hotel
Wisatawan Indonesia memiliki minat tinggi terhadap aktivitas di dalam hotel dan lebih banyak dibandingkan wisatawan dari negara lain.
Hal ini terlihat dalam memesan layanan spa sebanyak 45% dan menonton pertunjukan musik live sebesar sebesar 42%, diikuti aktivitas petualangan fisik sebesar 36%.
Terungkap juga, sebanyak 65% wisatawan global menyetujui bahwa hotel memiliki hak untuk menaikkan harga pada periode ramai. Persentase ini melonjak menjadi 89% di Indonesia.
Sebanyak 84% wisatawan Indonesia mendukung hotel yang menggunakan data mereka untuk mempersonalisasi penginapan.
Persentase di atas merupakan peringkat tertinggi kedua secara global setelah negara tetangga, Thailand sebesar 86%.
Meskipun begitu, sebanyak 33% responden menekankan pentingnya transparansi tentang bagaimana data tersebut digunakan.
Pengelola Hotel Bisa Melakukan Respons Terhadap Perilaku Wisatawan untuk Memaksimalkan Layanan
Ketika ditanya kekuatan super apa yang akan mereka pilih saat bepergian, sebanyak 24% menjawab mereka ingin bisa berbicara dengan lancar dalam semua bahasa.
Sementara itu, sebanyak 18% menginginkan kemampuan untuk selalu menemukan tempat-tempat lokal terbaik, dan 13% menginginkan akses ke toilet yang bersih setiap saat.
“Dengan semakin tingginya minat masyarakat Indonesia untuk bepergian pada tahun 2026,” ujar Country Manager SiteMinder Indonesia Fifin Prapmasari seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima oleh Investasiproperti.id.
“Kami melihat cara-cara kreatif untuk memaksimalkan setiap perjalanan di tengah kondisi global yang tidak pasti,” lanjutnya.
“Kesediaan mereka untuk menggunakan kecerdasan buatan (AI) dan data guna mempersonalisasi dan meningkatkan pengalaman menginap,” katanya lagi.
“Ditambah dengan minat yang kuat terhadap pengalaman langsung di lokasi, menunjukkan bahwa para wisatawan kini merencanakan perjalanan dengan lebih cerdas dan memaksimalkan nilai setiap perjalanan,” imbuhnya.
“Serta, hotel yang dapat mengantisipasi dan merespons perubahan ini akan berada dalam posisi terbaik untuk menarik dan memaksimalkan tamu ideal mereka di tahun mendatang,” ujarnya menutup pernyataan tertulis.
Sebelumnya, ada pembahasan lengkap soal SiteMinder yang menjelaskan sumber pemesanan kamar hotel di Indonesia. Wisatawan masih memesan melalui situs resmi hotel.
Jangan lewatkan uraian soal SiteMinder yang mengungkapkan fakta terbaru pariwisata Indonesia bahwa turis merencanakan masa menginap lebih lama.
Tidak ketinggalan, terdapat ulasan mengenai kota terbaik untuk pensiun di Indonesia. Hidup nyaman dan tenteram setelah tidak lagi bekerja.
Situs Investastiproperti.id selalu menyuguhkan konten yang menarik mengenai tips dan trik untuk para pelaku industri pariwisata.















