Konsultan properti Cushman & Wakefield ungkap tren ekonomi utama dan analisis pasar properti Asia Tenggara. Simak ulasannya.
Ketahanan ekonomi dan pertumbuhan investasi kawasan Asia Tenggara serta pertumbuhan investasi asing langsung menarik untuk dibahas.
Ada sejumlah hal yang akan menjadi tantangan dan peluang bagi investasi properti di wilayah ini pada tahun 2025.
Situs Investasiproperti.id akan membahasnya lebih lanjut dengan merangkum pernyataan tertulis yang diterima dari Cushman & Wakefield.
Vietnam diprediksi memimpin pertumbuhan. Perekonomian negara ini diperkirakan akan tumbuh sebesar 7% pada tahun 2024 lalu.
Hal ini didorong oleh investasi langsung asing yang signifikan seiring negara ini mengukuhkan statusnya sebagai pusat manufaktur elektronik utama di kawasan ini.
Dua negara tetangga, Malaysia dan Singapura akan diuntungkan dari permintaan barang-barang elektronik.
Kedua negara ini melihat diversifikasi rantai pasok dan investasi manufaktur bernilai tinggi yang mendorong ekonomi mereka.
Ledakan BPO (Business Process Outsourcing) di Filipina akan mendukung sektor perekonomian negara kepulauan ini.
Industri pusat kontak dan BPO diperkirakan akan menghasilkan pendapatan 32,16 miliar dolar AS (Rp529 triliun) pada tahun 2024, meningkat 9% YoY (year on year).
Kalau Indonesia, akan diuntungkan oleh pertumbuhan yang stabil. Indonesia juga memiliki populasi terbanyak di Asia Tenggara.
Dengan populasi yang muda dan terus berkembang, ekonomi Indonesia tetap stabil tetapi menghadapi tantangan dari tekanan biaya hidup dan peningkatan pajak.
Sementara, pemulihan berkelanjutan terjadi di Thailand. Sejumlah sektor mulai pulih untuk menunjang perekonomian negara.
Konsumsi pribadi yang menguat, peningkatan output manufaktur, dan pemulihan sektor pariwisata mendukung trajektori pertumbuhan yang positif.
Perusahaan Konsultan Properti Cushman & Wakefield Ungkap Tren Ekonomi Utama dan Analisis Pasar Properti Asia Tenggara
Selain tren ekonomi, ada juga pertumbuhan investasi langsung asing atau FDI (Foreign Direct Investment) yang menarik untuk dibahas lebih lanjut.
Arus masuk FDI bersih di kawasan Asia Tenggara diperkirakan akan mencapai rekor tertinggi pada tahun 2024.
Indonesia diproyeksikan menarik tingkat FDI tertinggi, dengan arus investasi kuat pada sektor logam, transportasi, dan telekomunikasi.
Vietnam semakin mengukuhkan posisinya sebagai pusat manufaktur elektronik global, dengan Amkor Technology dan LG Display menginvestasikan modal besar untuk ekspansi.
Singapura tetap menjadi tujuan utama FDI di Asia Tenggara, dengan investasi besar di sektor semikonduktor dan manufaktur tingkat lanjut.
Jangan lewatkan konten yang membahas mengenai dominasi industri manufaktur China. Seperti apa proyeksi dari Cushman & Wakefield.
Situs Investasiproperti.id selalu menyuguhkan konten yang menarik mengenai tren dan analisis pasar properti di kawasan Asia Tenggara.















