Developer Summarecon dan MRT Jakarta tanda tangani MOU pengembangan MRT Koridor Timur Barat, kolaborasi pemerintah dan swasta.
PT Summarecon Agung Tbk menyepakati penjajakan awal kerja sama pengembangan jalur MRT Koridor Timur Barat di wilayah Banten (Kembangan—Balaraja) dengan PT MRT Jakarta (Perseroda).
Kolaborasi ini dilakukan oleh emiten dengan kode SMRA ini melalui unit-unit bisnisnya di wilayah Barat Jakarta, yakni Summarecon Serpong dan Summarecon Tangerang.
Summarecon Serpong merupakan kota terpadu yang memiliki luas 750 hektare. Township ini telah dibangun dan dikembangkan sejak 2004.
Sedangkan Summarecon Tangerang adalah pengembangan terbaru dari Summarecon. Kota mandiri ini memiliki luas kawasan mencapai 100 hektare.
Dua kawasan kota terpadu dari Summarecon ini nantinya akan terintegrasi dengan MRT Koridor Timur–Barat bersama sejumlah kawasan lain di wilayah Barat Jakarta dan Banten.
Kerja sama Summarecon dengan PT MRT Jakarta ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU/Memorandum of Understanding) oleh kedua belah pihak di Balai Kota Provinsi DKI Jakarta.
Pihak MRT Jakarta melalui Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta Farchad Mahfud, sementara Summarecon diwakili oleh Executive Director Summarecon Serpong Albert Luhur dan Executive Director Summarecon Tangerang Hindarko Hasan.
Acara ini disaksikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur Banten Andra Soni dan President Director Summarecon Adrianto P Adhi.
Perusahaan Pengembang Properti Summarecon dan MRT Jakarta Tanda Tangani MOU Pengembangan MRT
Penandatanganan MoU juga dilakukan bersama para perwakilan sejumlah perusahaan pengembang properti di kawasan lainnya.
Nota Kesepahaman ini menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi potensi penempatan stasiun MRT dengan mempertimbangkan banyak hal.
Pertimbangannya mulai dari efisiensi dan efektivitas interkoneksi dan integrasi dengan kawasan melalui diskusi, koordinasi, dan pertukaran data dengan MRT Jakarta.
Hal ini bersifat tidak mengikat secara komersial dan menjadi dasar awal koordinasi sebelum dituangkan dalam perjanjian lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami menyadari untuk mewujudkan percepatan interkoneksi MRT Jakarta membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, baik berupa pendanaan maupun sumber daya lainnya,” ujar Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima oleh Investasiproperti.id.
“Oleh karena itu, MRT Jakarta sangat memahami bahwa bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pengembang swasta yang memiliki visi sama dalam memberikan layanan terbaik dan sesuai kebutuhan masyarakat, mutlak dilakukan,” lanjutnya.
“Kami pun apresiasi kepada pihak pengembang swasta yang terus mendukung upaya hadirnya sistem transportasi publik modern yang dibutuhkan oleh masyarakat,” katanya lagi.
Summarecon Memiliki Visi dalam Membangun Kota Mandiri yang Berkembang Secara Berkelanjutan
Bagi Summarecon, penjajakan ini merupakan kelanjutan dari visi jangka panjang perusahaan dalam membangun kota-kota terpadu yang tumbuh secara berkelanjutan.
Dalam perjalanan lebih dari lima dekade, Summarecon secara konsisten mengembangkan sejumlah kawasan di berbagai lokasi di tanah air.
Pengembangan kawasan dengan pendekatan menyeluruh, mengintegrasikan hunian, komersial, pendidikan, hospitality, ruang publik, dan infrastruktur pendukung.
Summarecon meyakini bahwa pembangunan kawasan bukan sekadar pengembangan properti, melainkan proses membentuk ruang hidup yang mampu berkembang lintas generasi.
Caranya melalui perencanaan yang matang, integrasi fungsi kawasan, serta konektivitas yang mendukung aktivitas masyarakat.
Melalui Nota Kesepahaman ini, para pihak yang berkepentingan akan melakukan kajian bersama terkait pengembangan koridor Kembangan—Balaraja.
Kajian mendalam tersebut mencakup aspek interkoneksi, integrasi kawasan, teknis, bisnis, legal, serta manajemen risiko.
Sebagai tindak lanjut, akan dibentuk joint working group yang akan bekerja selama dua tahun ke depan untuk menyusun rencana kerja bersama.
Sebelumnya, ada uraian soal Summarecon Expo 2025 hadir di Summarecon Mall Serpong. Developer meraup penjualan Rp410 miliar.
Jangan lewatkan penjelasan soal mengungkap konsep Summarecon Discovery. Ada 12 zona yang menggambarkan perjalanan Summarecon selama 50 tahun.
Tidak ketinggalan, terdapat pembahasan perihal Summarecon Expo 2025 yang menggelar undian grand prize. Pameran properti Ini sukses terlihat dari antusiasme konsumen.
Situs Investasiproperti.id selalu menyediakan konten yang menarik mengenai kerja sama developer dengan pemerintah dalam menyediakan akses transportasi massal.















