Lembaga BP Tapera dan Menteri PKP lakukan kunjungan kerja di Brebes untuk mengecek sejumlah program perumahan untuk masyarakat.
BP Tapera aktif dalam mendampingi rangkaian kunjungan kerja Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Kunjungan kali ini dilakukan di Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah.
BP Tapera adalah Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat, yaitu badan hukum publik di Indonesia yang dibentuk untuk mengelola Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).
Rangkaian kegiatan pertama dilakukan oleh Menteri PKP, Maruarar Sirait terkait Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang berlokasi di Desa Kaliwlingi, Brebes.
Dari pihak BP Tapera, kunjungan ini dilakukan oleh Deputi Komisioner Bidang Hukum dan Administrasi selaku Pelaksana Tugas Komisioner, Wilson Lie Simatupang.
Dalam kunjungan ini, turut hadir Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Lutfi didampingi Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma serta Anggota Komisi V DPR RI, Danang Wicaksana Sulistya.
BP Tapera dan Menteri PKP Lakukan Kunjungan Kerja di Brebes untuk Mengecek Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya
Sekadar informasi, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai program Bedah Rumah.
Bedah Rumah adalah bantuan dana pemerintah yang ditujukan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas rumah mereka agar menjadi layak huni.
Dalam kunjungannya, Maruarar menyampaikan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa Brebes masuk dalam tingkat kemiskinan yang cukup tinggi.
Alhasil, peran pemerintah dalam hal ini melalui program perumahan diharapkan dapat mendorong tingkat kesejahteraan masyarakat Brebes.
“Mohon pemerintah daerah dan Balai setempat dapat mensosialisasikan program perumahan,” ujar Maruarar seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima oleh Investasiproperti.id.
“Seperti tata cara pengajuan BSPS bagi masyarakat hingga Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan bagi para pengusaha dan toko bangunan,” lanjutnya.
Kehadiran Program Pembiayaan Perumahan dari Pemerintah Bisa Mendongkrak Tingkat Perekonomian Daerah
Lebih lanjut Maruarar Sirait menyampaikan bahwa program pembiayaan perumahan ini akan dapat mendorong tingkat perekonomian masyarakat setempat.
Hal ini tentunya bisa memberikan efek dari aktivitas satu sektor ke sektor lainnya sehingga menghidupkan potensi ekonomi daerah.
Sebelumnya, terdapat penjelasan soal BP Tapera yang mendukung penanaman sejuta pohon di Lampung. Aktivitas ini diprakarsai oleh REI untuk mendukung pelestarian lingkungan.
Jangan lewatkan ulasan perihal Kementerian PKP dan BP Tapera yang mengunjungi rumah subsidi FLPP di Samarinda. BP Tapera mengungkapkan realisasi kuota FLPP di Kalimantan Timur.
Tidak ketinggalan, terdapat pembahasan mengenai BP Tapera yang menargetkan penyaluran FLPP 2023 untuk 220.000 rumah senilai Rp25 triliun.
Situs Investasiproperti.id selalu menyuguhkan konten yang menarik mengenai sosialisasi pembiayaan perumahan yang terjangkau untuk masyarakat.















