Yuk, mulai mengungkap Konferensi Internasional di ARCH ID 2026 yang menghadirkan beberapa pembicara dari luar negeri.
ARCH:ID kembali hadir sebagai salah satu agenda yang paling dinantikan oleh pelaku industri arsitektur, interior, hingga material bangunan di Indonesia.
Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) bersama CIS Exhibition menyelenggarakan ARCH:ID 2026 pada 23–26 April 2026 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten.
Pada tahun 2026 ini, panitia penyelenggara menghadirkan 725 booth dan lebih dari 180 peserta pameran yang menempati area pameran seluas 18.000 meter persegi.
Tidak hanya pameran, ARCH:ID 2026 pun menghadirkan International Conference dengan 8 pembicara utama, 90 sesi talk series, serta total 220 pembicara dari dalam dan luar negeri.
Saatnya Mengungkap Konferensi Internasional di ARCH ID 2026 yang Menghadirkan Sejumlah Pembicara dari Luar Negeri
ARCH:ID 2026 International Conference: Perspektif Global dan Lokal dalam Satu Forum Konferensi internasional ARCH:ID diselenggarakan selama dua hari.
Nantinya, konferensi tersebut akan terbagi dalam dua sesi terpisah, yaitu The Urban Forum dan The Architectural Forum.
Kedua acara tersebut akan menghadirkan figur-figur berpengaruh dari berbagai belahan dunia yang relevan dengan tantangan arsitektur dan kota saat ini.
Arsitek Florence Chan dari biro arsitekl KPF, Hong Kong akan membawa pengalaman proyek berskala global dengan fokus dinamika ruang publik.
Manuelle Gautrand yang merupakan arsitek senior Prancis dikenal melalui arsitektur yang memadukan inovasi dan warisan lokal.
Sementara, Marina Tabassum (Bangladesh) yang merupakan peraih Aga Khan Award for Architecture akan memaparkan pendekatan yang lebih responsif terhadap iklim dan berorientasi sosial.
Dari Singapura, Agnes Soh melengkapi perspektif melalui praktik arsitektur lansekap yang berperan penting dalam membentuk kota yang resilien dan layak huni.
Kementerian Ekonomi Kreatif dan Kementerian PUPR Akan Memberikan Sudut Pandang Berbeda dalam ARCH ID 2026
Sementara itu, kehadiran pembicara Indonesia Irene Umar dari Kementerian Ekonomi Kreatif dan Diana Kusumastuti dari Kementerian Pekerjaan Umum membawa insight strategis.
Irene adalah Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Indonesia dan salah satu pembicara untuk ARCH:ID Conference 2026.
Sedangkan, Diana adalah Wakil Menteri Pekerjaan Umum yang juga akan menjadi salah satu pembicara dalam acara ini.
Keduanya akan mengungkapkan dari sisi kebijakan dan pembangunan nasional, membuka pemahaman tentang bagaimana desain memang berkaitan langsung dengan arah pembangunan negara.
Hal ini tentunya memberikan sudut pandang berbeda soal desain bagi sebagian orang, mungkin tidak diketahui sebelumnya.
“Skema Sintesa: Arsitektur Keterlibatan bukan hanya sebuah tema, tetapi merupakan sebuah mindset shift yang sangat kita butuhkan,” kata Irene seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima oleh Investasiproperti.id.
“Lebih dari sekedar mendesain bangunan, ini tentang membangun sebuah ekosistem kolaboratif,” lanjut perempuan yang pernah menjadi bankir ini.
“Bagaimana kita dapat menjembatani batas-batas antar disiplin untuk membangun bahasa bersama dalam perancangan dan pengembangan kota,” katanya lagi.
ARCH ID 2026 Menghadirkan Pembicara dari Visual Artist untuk Mengungkapkan Batas Antara Arsitektur Kontemporer dan Seni
Pada sisi lain, Isha Hening sebagai visual artist dan Helen Agustine sebagai arsitek akan hadir sebagai pembicara dalam salah satu sesi.
Isha yang merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung ini dikenal sebagai seniman independen sejak 2007. Karya kolaborasinya memang beragam.
Sedangkan Helen adalah salah satu arsitek dan desainer interior yang mulai dikenal dengan berbagai karyanya, termasuk rumah tinggalnya.
Isha dan Helen akan menghadirkan energi generasi kreatif yang mengeksplorasi batas-batas baru antara seni, ruang, dan praktik arsitektur kontemporer.
Dengan komposisi para pembicara yang punya latar belakang yang beragam, ARCH:ID 2026 tidak sekadar menjadi forum berbagi gagasan.
Akan tetapi, forum ini menjadi ruang pertemuan ide-ide penting yang membentuk masa depan lingkungan binaan, mulai dari skala global hingga lokal, dari kebijakan hingga praktik kreatif.
Sebelumnya, terdapat penjelasan soal mengenal Business Matching di ARCH ID 2025. Inovasi terbaru yang menjadi ajang pertemuan arsitek, kontraktor hingga developer.
Jangan lewatkan ulasan perihal ARCH ID 2025 yang akan digelar dengan tema Performative Archipelago. Acara edisi ke-5 menghadirkan forum arsitektur dan pameran dagang.
Tidak ketinggalan, ada uraian soal menilik karya instalasi di ARCH ID 2024. Seperti apa sih hasil kolaborasi arsitek dan brand?
Situs Investasiproperti.id selalu menyediakan konten yang menarik mengenai konferensi internasional terkait arsitektur yang diselenggarakan di Indonesia.















