Konsultan properti Knight Frank ungkap sektor ritel di Jakarta semester 1 2026 yang didominasi oleh sektor kuliner dan gaya hidup.
Sektor ritel di Jakarta memang terus tumbuh kuat, meski tidak terjadi pada seluruh kelas atau grade pusat perbelanjaan.
Pusat perbelanjaan dengan konsep pengalaman (experience-led retail) sedang tumbuh, bahkan menuju pada bentuk ruang yang berbasis sustainability.
Tidak mengherankan, karena ritel dengan green space tidak lagi sekadar upaya memenuhi komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan,
Akan tetapi, ritel dengan ruang hujau mulai menjadi strategi untuk merespons tekanan perubahan iklim dan kebutuhan efisiensi operasional.
Selain itu, hal tersebut juga untuk menjawab perubahan ekspektasi konsumen terhadap biophilic space dan semakin ketatnya kompetisi ruang ritel di Jakarta.
Hal ini terungkap dalam pemaparan Knight Frank beberapa waktu lalu. Selain itu, juga terungkap mengenai kawasan industri di Greater Jakarta pada semester 1 2026.
Jakarta Sudah Mempunyai Sejumlah Pusat Perbelanjaan yang Telah Mendapatkan Sertifikasi Hijau
Terkait Green Concept, sejak tahun 2023 Jakarta telah memiliki ritel yang telah bersertifikat hijau, meski masih dalam jumlah yang terbatas.
Setelah pandemi, beberapa ritel pada kelas A telah berlabel hijau yang dalam perjalanannya memiliki okupansi lebih tinggi, dibandingkan dengan rerata ritel umumnya di Jakarta.
Dari kategorisasi yang dilakukan oleh Knight Frank, green certified retail dan retail dengan green space memiliki okupansi yang lebih tinggi dibandingkan dengan integrated retail (mixed use) dan ritel konvensional.
Angka okupansi atau tingkat keterisian tenant tersebut mencerminkan pergeseran minat pasar dan adaptasi pengelola terhadap kebutuhan ruang pada masa depan.
Sementara itu, F&B (food and beverage) menjadi tenant yang paling aktif masuk di ruang ritel ini saat sekarang, terutama pada ritel dengan green space.
Apresiasi tinggi perlu diberikan terhadap F&B lokal yang merajai ruang ritel saat sekarangi, apalagi sebagai tenant yang baru.
Meski demikian, tantangan masih terlihat pada performa ritel kelas menengah ke bawah, yang masih perlu terus beradaptasi terhadap dinamika pasar saat ini.
Perusahaan Konsultan Properti Knight Frank Ungkap Sektor Ritel di Jakarta Semester 1 2026 yang Perlu Diketahui
Secara umum, berikut detail performa dari sektor ritel pada semester pertama tahun 2026 berdasarkan data terbaru dari Knight Frank.
Total pasokan mal naik 1% secara tahunan pada angka 4.424.352 m2, lantaran terdapat 2 mal baru di Jakarta Selatan.
Rerata tingkat okupansi ruang ritel meningkat tipis pada kisaran 78,2%, atau naik tipis dari akhir tahun 2025 lalu. Rerata harga sewa meningkat sekitar 1,9% dari tahun lalu.
Separuh tenant baru yang masuk pada ruang ritel awal tahun 2026 ini, berasal dari sektor F&B atau makanan dan minuman.
Selain itu, tenant yang juga masih aktif masuk ke ruang ritel berasal dari sektor lainnya, yaitu fashion, beauty, jewelry & accessories, lifestyle, dan entertainment.
Langkah ekspansi peritel masih terus berlanjut untuk mewujudkan ruang ritel yang produktif dan menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen saat ini.
Salah satunya ditunjukkan oleh Joysparks Group melalui pengembangan ekosistem integrated retail yang mengelola tiga bisnis utama.
Kelompok usaha tersebut memiliki bisnis, yaitu Star Department Store, Happy Harvest Supermarket, dan Lintas Bookstore.
Dalam waktu dekat, Joysparks Group menargetkan pengoperasian 10 gerai dan akan terus berkembang dalam 2-3 tahun ke depan.
Sejumlah Hal Turut Mendorong Perubahan Sektor Ritel di Jakarta yang Menyuguhkan Pengalaman bagi Konsumen
Country Head Knight Frank Indonesia Willson Kalip memberikan pernyataan mengenai sektor ritel di Jakarta pada semester 1 2026 ini.
“Perubahan demografi dan adopsi teknologi mendorong evolusi ritel Jakarta menuju experience-led retail, sekaligus membuka kembali peluang investasi pada aset ritel produktif, pada kelas tertentu,” ujar Kalip seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima oleh Investasiproperti.id.
“Di tengah pertumbuhan yang lebih selektif, green retail dapat memberikan value-added terhadap pengunjung,” lanjutnya.
“Dengan ruang ritel yang menggabungkan sustainability features sebagai bentuk experiential led retail akan menjadikan ruang ritel semakin produktif sebagai long-term asset value,” katanya lagi.
Sebelumnya, ada penjelasan soal Knight Frank mengungkapkan perkantoran di Jakarta semester 1 2026. Stok tetap, tetapi harga sewa dan okupansi terus tumbuh.
Jangan lewatkan pembahasan mengenai Knight Frank menjelaskan pasar kondominium semester 1 2026. Segmen premium terus aktif bergerak.
Tidak ketinggalan, ada ulasan perihal Knight Frank menjelaskan pasar apartemen sewa di Jakarta semester 1 2026. Hasil riset menunjukkan pasar mulai terlihat stabil.
Situs Investasiproperti.id selalu menyuguhkan konten yang menarik mengenai penjabaran soal sektor ritel di Jakarta oleh konsultan properti.















