Konsultan properti Knight Frank Indonesia jelaskan kondominium berkonsep TOD yang memiliki prospek lebih baik karena tren permintaan.
Insentif PPN DTP (Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah) memang masih bergulir, tetapi tampaknya pergerakan transaksi di pasar kondominium masih belum agresif.
Data Knight Frank Indonesia mengungkapkan 17% dari pasokan kondominium di Jakarta saat ini memberlakukan kebijakan PPN DTP.
Pelemahan pasar juga tercermin dari 31% proyek kondominium baru yang malah memilih menunda pembangunannya.
Hal ini dilakukan karena perusahaan pengembang menilai kondisi pasar kondominium belum cukup stabil pada saat ini.
Meski demikian, pada akhir tahun 2024 ditandai dengan 6.538 unit baru dari 11 proyek yang masuk pasar.
Jumlah yang terbilang cukup besar jika dibandingkan dengan unit baru yang masuk pasar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Di tengah tantangan yang terus berlanjut, terdapat tren permintaan yang positif pada kondominium yang berada di sekitar lokasi transit/TOD (Transit Oriented Development).
Hunian vertikal dengan konsep ini memiliki peningkatan penjualan 3%-7% lebih tinggi dari kondominium pada umumnya (yoy/year on year).
Perusahaan Konsultan Properti Knight Frank Indonesia Jelaskan Kondominium Berkonsep TOD
“Kondisi transaksi pasar kondominium di 2H24 yang cenderung masih lemah, menyebabkan kondisi stagnan harus berlanjut,” ujar Country Head Knight Frank Indonesia Willson Kalip seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima oleh Investasiproperti.id.
“Tantangan juga tercermin dari penurunan jumlah stok kondominium baru. Sebagai prime mover, sektor residensial di perkotaan diprediksi akan terus tumbuh mengisi wilayah yang aksesibel terhadap infrastruktur transportasi berbasis rel,” lanjutnya.
Diikuti dengan pertumbuhan harga yang positif dari tahun sebelumnya, berikut ini adalah detail pembaruan kondisi pasar kondominium di Jakarta pada paruh kedua tahun 2024.
Knight Frank Indonesia juga mengungkapkan sejumlah fakta lain mengenai sektor strata condominium di Jakarta.
Pasokan kondominium bertambah menjadi 247.061 unit, dengan selesainya 11 proyek baru. Sementara, total stok baru yang masuk di sepanjang tahun 2024, tercatat 7.357 unit.
Tingkat penjualan kumulatif berada di angka 95,65%, sedangkan penjualan kondominium tertinggi terjadi pada segmen middle (67% dari total penjualan).
Secara umum, rerata harga jual pada unit baru menguat 6,9% (yoy). Tidak ketinggalan, rerata penjualan stok baru stabil pada angka 55%, di tengah 5.406 unit yang tengah dipasarkan saat ini.
Jangan lewatkan konten yang mengulas mengenai proyeksi Knight Frank Indonesia mengenai pasar kondominium di Jakarta pada 2024.
Situs Investasiproperti.id selalu menampilkan konten yang menarik mengenai ulasan hunian vertikal yang terintegrasi dengan transportasi massal.















