Developer Metland targetkan marketing sales Rp2 triliun pada 2026 dengan menerapkan sejumlah inovasi pemasaran digital yang efektif.
PT Metropolitan Land Tbk melangsungkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tahun 2026.
Perseroan dengan kode emiten MTLA ini pun mengungkapkan tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025 pada Selasa (26/5/2026).
Selain itu, developer juga mengungkapkan pencapaian berupa pendapatan usaha perseroan yang mencapai Rp1,78 triliun pada 2025.
Dalam laporan keuangan juga terungkap kalau laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp412,93 miliar.
Tidak ketinggalan, RUPST menyetujui pembagian dividen tunai sebesar sekitar 18% dari laba bersih perseroan kepada para pemegang saham.
Perusahaan Pengembang Properti Metland Targetkan Marketing Sales Rp2 Triliun Pada 2026 dengan Menerapkan Strategi Pemasaran Digital
Metland terus melakukan inovasi serta strategi pemasaran digital untuk mendukung pertumbuhan penjualan dan menjaga daya beli masyarakat.
Pemasaran digital ini tentunya menjangkau konsumen yang lebih luas dan lebih muda, apalagi generasi saat ini merupakan digital native yang terbiasa dengan dunia digital.
Pada tahun 2026, MTLA menargetkan marketing sales yang terdiri dari pre sales dan recurring revenue hampir sebesar Rp2 triliun.
Angka ini tentunya mengalami kenaikan setelah pada 2025 lalu, Metland membukukan pendapatan usaha Rp1,78 triliun.
“Hingga April 2026, perseroan membukukan marketing sales sebesar Rp677 miliar, dengan kontribusi sekitar 73% berasal dari pre sales dan sekitar 27% dari recurring revenue,” kata Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk Anhar Sudradjat seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima oleh Investasiproperti.id.
Metland Masih Memasarkan Sejumlah Proyek Properti di Beberapa Lokasi dan Mengandalkan Pendapatan Berulang
Saat ini, Metland masih terus memasarkan sejumlah proyek properti berupa rumah tapak dan kawasan komersial di beberapa kota terpadu.
Beberapa pengembangan kota mandiri itu adalah Metland Menteng (Jakarta), Metland Kertajati (Majalengka, Jawa Barat), dan Metland Cikarang (Kabupaten Bekasi, Jawa Barat).
Pengembangan lainnya yang masih aktif adalah Metland Transyogi (Kabupaten Bogor, Jawa Barat), Metland Cyber Puri (Kabupaten Tangerang, Banten), dan Metland Cibitung (Kabupaten Bekasi, Jawa Barat)
Selain itu, developer juga mengandalkan recurring revenue atau recurring income (pendapatan berulang) dari pusat perbelanjaan seperti Grand Metropolitan Bekasi dan lainnya.
Tidak ketinggalan, pendapatan berulang juga berasal dari pemasukan hotel yang dikelola oleh Metland yang berada di Bekasi dan Majalengka (Jawa Barat) hingga Bali.
Sebelumnya, ada uraian lengkap soal Metland Hotel Cirebon yang menghadirkan Syawalan Packages. Promo spesial untuk merayakan Idulfitri 2026 bersama keluarga.
Jangan lewatkan penjelasan perihal Metland Menteng yang melengkapi fasilitas olahraga. Developer akan menghadirkan lapangan padel, tenis dan pickleball untuk penghuni.
Tidak ketinggalan, ada ulasan soal mengintip potensi Kawasan Rebana dan Metland Kertajati. Cirebon-Patimban-Kertajati akan menjadi pusat pertumbuhan baru di Jawa Barat.
Situs Investasiproperti.id selalu menampilkan konten yang menarik mengenai target yang ditetapkan oleh perusahaan pengembang properti.













