Perusahaan konsultan properti Knight Frank Indonesia jelaskan sektor industri dan logistik pada semester 2 2024. Simak ulasannya.
Sektor industri dan logistik menjadi salah satu subsektor properti yang dinilai memiliki risiko yang minim dan potensi tumbuh yang tinggi.
Hal ini menjadi pilihan para investor properti di berbagai kota di Asia Pasifik, termasuk kawasan regional Asia Tenggara.
Saat ini, di Greater Jakarta dan Subang, menjadi submarket paling potensial, dengan sektor auto-related sebagai prime mover.
Hal ini terutama yang terkait dengan pengembangan produksi EV (electric vehicle) dan berbagai industri turunannya.
Sementara itu, sektor data center yang sejak tahun 2021 terdeteksi aktif menyerap lahan industri di Greater Jakarta tidak lagi demikian.
Pada akhir tahun 2024, sektor data center tidak lagi menjadi occupier utama dengan total serapan lahan yang tidak setinggi dua tahun sebelumnya.
Performa subsektor industri terhitung mencatatkan yang terbaik sejak pandemi melanda pada awal 2020 lalu.
Hal ini tidak mengherankan jika beberapa kawasan industri di Jabodetabek berencana membuka tambahan pasokan lahan untuk memenuhi permintaan para industrialist.
Apalagi, termasuk di wilayah Subang, Jawa Barat yang juga memiliki rencana yang sama. Perusahaan juga sudah melirik kawasan di luar Bekasi, Jawa Barat.
Konsultan Properti Knight Frank Indonesia Jelaskan Sektor Industri dan Logistik pada Semester 2 2024
“Serapan lahan kawasan industri di tahun 2024 menunjukan performa tertinggi sejak pandemi,” kata Country Head Knight Frank Indonesia Willson Kalip seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima oleh Investasiproperti.id.
“Serapan lahan kawasan industri di tahun 2024 menunjukan performa tertinggi sejak pandemi,” lanjutnya.
“Memang tidak dapat dipungkiri, gelombang masuknya manufaktur dari wilayah regional Asia, seperti Tiongkok, Vietnam, dan Korea Selatan memberikan dampak positif terhadap performa kawasan industri,” katanya lagi.
“Terlebih Perang Dagang As-Tiongkok yang telah membawa relokasi pabrik ke wilayah Jawa Tengah,” imbuhnya.
“Di tengah kondisi tersebut, saat ini pemerintah dan industrialist perlu menangkap peluang ini sebagai ‘golden opportunity’,” lanjutnya.
“Hal ini mengingat sektor manufaktur akan menjadi katalis dalam menjaga performa sektor industri di Greater Jakarta dan nasional,” ujarnya menutup pernyataan tertulis.
Berikut kilasan pasar kawasan industri Jabodetabek dan sekitarnya periode semester 2 2024, sebagai berikut:
Pertama, total stok kawasan industri di Greater Jakarta dan sekitarnya bertambah, saat ini tercatat berkisar 15.729 hektare.
Kedua, total serapan lahan kawasan industri di kawasan di atas pada semester 2 2024 ini berkisar 77 hektare.
Ketiga, Subang, Bekasi dan Karawang yang berada di Provinsi Jawa Barat masih menjadi submarket yang potensial saat ini,
Keempat, harga masih stabil, cenderung mulai meningkat terutama di beberapa kawasan yang memiliki daya kompetisi yang relatif lebih tinggi, seperti di koridor Timur Jakarta.
Kelima, pada tahun 2024 menjadi performa terbaik dalam lima tahun terakhir, melalui catatan permintaan lahan berkisar 312 hektare.
Keenam, auto-related menjadi occupier yang paling aktif pada akhir tahun 2024. Sektor kendaraan listrik memang terlihat aktif belakangan ini.
Jangan lewatkan konten menarik lainnya mengenai ulasan Knight Frank Indonesia mengenai pasar apartemen sewa di Jakarta yang membidik pekerja asing.
Situs Investasiproperti.id selalu menyuguhkan konten yang menarik mengenai pembahasan kawasan industri dan pergudangan oleh konsultan properti.















