Konsultan properti Cushman & Wakefield jelaskan ruang kantor di CBD Jakarta kuartal 1 2025. Sejumlah hal terungkap terkait supply and demand.
Selama tiga bulan pertama pada tahun 2025, tidak ada pasokan baru untuk gedung perkantoran di Jakarta. Meski begitu, tingkat okupansi naik.
Situs Investasiproperti.id akan membahasnya lebih lanjut dengan merangkum dari pernyataan tertulis yang diperoleh dari laporan Cushman & Wakefield.
Laporan MarketBeat Cushman & Wakefield menyajikan analisa aktivitas ekonomi dan real estat komersial setiap kuartal yang mencakup tren pasokan, permintaan, dan harga di tingkat pasar dan sub pasar.
Ketiadaan pasokan baru masih berlangsung sepanjang kuartal pertama tahun 2025. Belum ada gedung baru yang selesai dibangun.
Total stok perkantoran di kawasan pusat bisnis (CBD/central business district) Jakarta tetap berada di angka sekitar 7,4 juta meter persegi hingga akhir Maret 2025.
Tidak ada proyek baru yang diperkirakan akan masuk ke pasar hingga akhir tahun 2025, sehingga total pasokan diperkirakan akan tetap pada level saat ini.
Perusahaan Konsultan Properti Cushman & Wakefield Jelaskan Ruang Kantor di CBD Jakarta Kuartal 1 2025, Terungkap Tingkat Hunian Terus Meningkat
Aktivitas sewa perkantoran tetap aktif, meskipun dengan laju yang relatif lebih lambat pada kuartal pertama tahun 2025.
Permintaan sebagian besar berasal dari para penyewa yang sedang merencanakan dan mencari opsi untuk relokasi kantor.
Dua transaksi besar tercatat di dua gedung perkantoran selama kuartal ulasan, dengan total transaksi ruang kantor mencapai 8.500 m2. Semua transaksi tersebut didorong oleh kebutuhan relokasi.
Penyerapan bersih sebesar 31.400 m2 tercatat selama kuartal pertama tahun 2025, dengan kantor kelas A berkontribusi sekitar 27.600 m2 atau sekitar 88% dari total penyerapan.
Tingkat hunian keseluruhan di kawasan CBD terus meningkat selama kuartal ulasan, naik 0,4% menjadi mencapai 75,6% pada akhir Maret 2025.
Harga Tarif Sewa Gedung Perkantoran dalam Rupiah Memperlihatkan Kenaikan
Baik sewa dasar maupun service charge dalam Rupiah mengalami kenaikan masing-masing sebesar 0,8% dan 0,9% selama kuartal pertama tahun 2025.
Hingga akhir Maret 2025, rata-rata sewa bruto dalam Rupiah tercatat sebesar Rp 266.500/m2/bln, atau meningkat sebesar 0,9% dibandingkan kuartal sebelumnya.
Sebaliknya, rata-rata tarif sewa perkantoran di CBD Jakarta dalam denominasi dolar AS justru menurun sebesar 2,3%, yang sebagian besar disebabkan oleh pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS (2,6% QoQ).
Jangan lewatkan konten menarik lainnya mengenai perkantoran di CBD Jakarta pada akhir 2024 yang dibahas oleh Cushman & Wakefield.
Tidak ketinggalan, ada konten yang membahas mengenai dominasi manufaktur China sekaligus peluang Indonesia dalam ketahanan rantai pasokan.
Situs Investasiproperti.id selalu menyediakan konten yang menarik mengenai proyeksi konsultan properti mengenai pasar perkantoran di Jakarta.















