Konsultan properti Knight Frank Indonesia jelaskan pasar apartemen sewa di Jakarta dengan pangsa pasar pekerja asing di Indonesia.
Knight Frank Indonesia mengungkapkan sejumlah hal terkait hunian vertikal yang disewakan dengan submarket CBD (Central Business District) masih unggul pada pasar sewa.
Sektor apartemen sewa menjadi salah satu sektor yang terus konsisten mengalami peningkatan dan membaik, meski perlahan.
Namun, selepas tahun 2024 ini, stok apartemen sewa kemungkinan belum akan bertambah dalam waktu dekat.
Performa apartemen sewa memang erat kaitannya dengan aktivitas bisnis, baik internasional maupun nasional.
Pada sebagian besar proyek, tercatat hunian apartemen sewa dihuni oleh WNA (Warga Negara Asing), di antaranya berasal dari Jepang, Korea, Tiongkok/China, Vietnam, Timur Tengah, dan Eropa.
Saat ini, pasokan pasar hunian sewa premium untuk ekspatriat, baik kompleks low-rise
apartemen/apartemen berskala kecil dan rumah tapak baru masih sangat terbatas, khususnya di lokasi strategis Jakarta Selatan.
Sebagai contoh di daerah Cilandak, Jakarta Selatan, Executive Paradise dan Astoria Residence merupakan salah satu kompleks apartemen dan rumah tapak premium terbesar di Jakarta yang memiliki segmen pasar spesifik.
Umumnya disewakan untuk ekspatriat dari Eropa, dengan fasilitas 24/7 keamanan/security, gated compound, lingkungan yang nyaman, asri, dan eksklusif.
Ekspatriat dan korporasi menjadi tenant utama dalam apartemen sewa, meskipun sejak pandemi, variasi tenant mulai diwarnai dengan hunian yang bersifat short-term dari pasar domestik.
Perusahaan Konsultan Properti Terkemuka Knight Frank Indonesia Jelaskan Pasar Apartemen Sewa di Jakarta
“Sejalan dengan hasil Property Outlook 2025, bahwa kondisi pasar apartemen sewa diprediksi akan terus membaik dan stabil,” kata Country Head Knight Frank Indonesia Willson Kalip seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima oleh Investasiproperti.id.
Performa apartemen sewa tidak terlepas dari keberadaan ekspatriat sebagai tenant utama, untuk itu pengembang/pengelola perlu memahami preferensi ekspatriat dalam memilih hunian,” lanjutnya.
“Di antaranya akses lokasi yang dekat dengan jaringan jalan tol, kluster perkantoran, sekolah internasional, entertainment hub dan rumah sakit,” katanya lagi.
Knight Frank Indonesia juga mengungkapkan sejumlah pembaruan informasi pasar dari sektor apartemen sewa.
Total pasokan apartemen di Jakarta bertambah menjadi 10.050 unit, tercatat tambahan 148 unit dari 1 proyek baru.
Rerata tingkat penyewaan terus meningkat meski masih perlahan, yaitu sekitar 65,73%. Sedangkan, rerata harga sewa mengalami perbaikan, diindikasikan melalui rerata peningkatan harga sebesar 3,8% (yoy/year on year).
Pasokan tambahan apartemen sepanjang tahun 2024 sekitar 328 unit. Tercatat 601 unit baru akan masuk ke pasar pada tahun 2025 ini.
Tidak ketinggalan, ada sekitar 50% proyek baru menyatakan menunda proses pemasaran dan pembangunannya.
Jangan lewatkan konten menarik lainnya mengenai pembahasan Knight Frank Indonesia mengenai pasar residensial premium di Indonesia.
Situs Investasiproperti.id selalu menghadirkan konten yang menarik mengenai ulasan konsultan properti terkemuka di dunia mengenai pasar hunian di Indonesia.















