Konsultan properti Colliers terangkan kinerja hotel di Bali kuartal 2 2025 yang harus diketahui oleh para pelaku industri dan bisnis hospitality.
Di Bali, sektor hotel mencatat peningkatan signifikan sejak libur Idulfitri pada awal April 2025. Pulau Dewata masih menjadi destinasi wisata utama di Indonesia.
Kegiatan yang dimotori pemerintah, khususnya di tingkat daerah kembali berjalan dan mendorong peningkatan aktivitas.
Selain itu, rangkaian libur panjang pada kuartal 2 2025 turut menggerakkan wisata domestik. Turis Nusantara turut menaikkan jumlah okupansi hotel.
Penambahan rute penerbangan langsung dari pasar utama seperti China dan Australia semakin memperkuat kinerja perhotelan.
Musim liburan yang dimulai pada Juni, ditambah arus wisatawan dari Australia pada liburan musim dingin, diperkirakan akan meningkatkan kinerja pada kuartal 2 2025.
Ada harapan momentum ini akan berlanjut hingga kuartal 3 2025. Dengan meredanya ketegangan internasional, jumlah pasar luar negeri diperkirakan pulih atau bahkan berkembang.
Dalam laporan yang sama, Colliers juga menjelaskan sejumlah hal yang terungkap mengenai kinerja hotel di Jakarta dalam waktu yang sama.
Perusahaan Konsultan Properti Colliers Terangkan Kinerja Hotel di Bali Kuartal 2 2025
“Bali terus menarik minat kuat dari investor, dengan pipeline pembangunan yang signifikan hingga tahun 2027,” ujar Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima oleh Investasiproperti.id.
Jangan lupakan, sempat muncul dampak wacana moratorium untuk investasi di Bali yang tentunya bisa memberikan efek untuk investasi properti dan industri pariwisata
Meskipun pasar mengalami koreksi pada kuartal 1, kondisi diperkirakan akan berangsur membaik menjelang akhir tahun, meskipun dengan pertumbuhan yang moderat.
Ke depannya, pelaku hotel berharap paruh kedua tahun 2025 akan menghadirkan kondisi yang lebih mendukung bisnis.
Hal ini termasuk kemungkinan adanya insentif pemerintah atau pelonggaran regulasi terutama terkait efisiensi pemerintah.
Permintaan dari segmen korporasi juga diperkirakan akan meningkat secara bertahap. Hal ini memang tidak boleh dilupakan.
Meski begitu, para pemangku kepentingan disarankan untuk tetap proaktif, tentunya dengan melakukan berbagai cara.
Beberapa di antaranya dengan cara mendiversifikasi segmen sasaran, menyesuaikan strategi harga, serta menghadirkan penawaran inovatif yang sesuai dengan perubahan perilaku wisatawan.
Sebelumnya ada uraian mendalam soal Colliers yang memberikan tips untuk developer kawasan industri dalam menghadapi perubahan bisnis.
Jangan lewatkan pembahasan lengkap terkait Colliers yang mengungkap pasar perkantoran di Jakarta pada kuartal 1 2025, terungkap mengenai tarif sewa.
Tidak ketinggalan ulasan mengenai Colliers yang mengungkapkan cara menciptakan ruang kerja berkinerja tinggi yang terbuka dan fleksibel.
Situs Investasiproperti.id selalu menampilkan konten yang menarik mengenai pembahasan sektor perhotelan di Bali oleh konsultan properti.














