Konsultan properti Knight Frank jelaskan kondominium Jakarta semester 1 2025. Stimulus pemerintah turut membantu penjualan.
Pertumbuhan sektor kondominium masih belum menunjukan signal yang positif, meski pasar masih terus bergerak di tengah berbagai tantangannya.
Pelemahan pasar juga tercermin dari penurunan permintaan proyek kondominium jika dibandingkan dengan tahun 2024 lalu.
Hal ini menyebabkan perusahaan pengembang perlu terus memantau pasar hingga mencapai kondisi yang terbilang cukup stabil.
Meski demikian, pada awal tahun 2025 ditandai dengan kehadiran sebanyak 1.208 unit kondominium baru dari empat proyek yang masuk pasar.
Akan tetapi, secara agregat jumlah pasokan hunian vertikal tersebut relatif menurun jika dibandingkan dengan semester sebelumnya.
Stimulus pemerintah berupa PPN DTP (pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah) dinilai pelaku pasar cukup membantu dalam menggerakkan transaksi.
Kebijakan ini tentunya membantu para pembeli properti karena mengurangi harga properti. PPN ini sendiri mencapai 12% dari harga rumah.
Perusahaan Konsultan Properti Knight Frank Jelaskan Kondominium Jakarta Semester 1 2025
Transaksi yang terbantu oleh PPN DTP ini terlihat terutama untuk segmen menengah dengan kisaran harga tertentu. Hal ini tidak berdampak kepada semua segmen.
Akan tetapi, mengingat pelemahan daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah saat ini, maka para pengembang masih berhati‐hati dalam merilis produk untuk segmen tersebut.
“Pasar kondominium masih mengalami tantangan saat ini, sinyal permintaan menunjukan demikian,” kata Country Head Knight Frank Indonesia Willson Kalip seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima oleh Investasiproperti.id.
“Penelusuran pasar juga menemukan bahwa serapan project kondominium tahun ini melemah dibandingkan periode yang sama tahun lalu, meski segmen upper middle dan middle masih terlihat bergerak,” lanjutnya.
“Pengembang perlu memahami profil kelas menengah untuk terus berinovasi menghadirkan produk yang dapat diserap pasar saat ini, tidak hanya terkait lokasi dan karakter produk,” ujarnya lagi.
“Namun, akses kelas menengah terhadap lembaga keuangan perlu dibuka secara luas untuk terus menggerakan transaksi,” imbuhnya.
Kondisi Pasar Kondominium di Jakarta yang Perlu Diketahui
Sementara itu, pasar di kelas menengah ke atas masih terlihat masih terus tumbuh. Berikut ini, detail pembaruan kondisi pasar kondominium di Jakarta pada paruh pertama tahun 2025.
Sektor strata condominium terungkap pasokan kondominium bertambah menjadi 248.269 unit, dengan selesainya 4 proyek baru di area Non CBD (central business district).
Untuk tingkat penjualan kumulatif berada di angka 95,9%, sementara kumulasi penjualan kondominium tertinggi terjadi pada segmen middle, sebanyak 44% dari total penjualan..
Secara umum, rerata harga jual pada unit baru terlihat menguat sebesar 1,9% saja secara YoY atau year on year.
Rerata penjualan stok baru meningkat tipis pada angka 56%, dalam kondisi 4.198 unit baru yang tengah dipasarkan saat ini.
Sebelumnya, terdapat ulasan soal Knight Frank yang menjelaskan peluang kebijakan tarif Amerika Serikat ke sektor properti Indonesia.
Jangan lewatkan pembahasan Knight Frank terkait tren dan permintaan kondominium berkonsep TOD (transit oriented development) di Jakarta.
Tidak ketinggalan ada ulasan soal proyeksi pasar kondominium di Jakarta terkait PPN DTP (pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah).
Situs Investasiproperti.id selalu menyuguhkan konten yang menarik mengenai insight yang diberikan oleh konsultan properti mengenai pasar kondominium di Indonesia.















