Home / Berita

Jumat, 9 Mei 2025 - 12:00 WIB

Knight Frank Jelaskan Tantangan Kebijakan Tarif AS ke Sektor Properti Indonesia. Bisa Melemahkan Transaksi Pasar

Sumber Foto: Vasahotelsurabaya.com

Sumber Foto: Vasahotelsurabaya.com

Konsultan properti Knight Frank jelaskan tantangan kebijakan tarif AS ke sektor properti Indonesia. Para pelaku pasar harus tahu. 

Pengumuman kebijakan tarif AS atau Amerika Serikat terhadap 160 negara di dunia menjadi bahan perbincangan saat ini. 

Tidak terkecuali, kebijakan tarif ini juga berlaku bagi negara-negara di Asia, seperti Tiongkok (China), Vietnam, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.

Situs Investasiproperti.id akan memaparkannya lebih lanjut dengan merangkum pernyataan tertulis yang diterima dari Knight Frank. 

Berdasarkan pandangan dari Knight Frank Global, pada tataran regional, dampak eskalasi perang dagang melalui penetapan tarif ini diperkirakan akan mengubah alur supply chain atau rantai pasokan. 

Untuk itu, occupiers pada sektor industri dan logistik berada dalam kewaspadaan, dan perlu mempertimbangkan strategi baru. 

Sementara itu, beberapa negara Asia, seperti India, Indonesia dan Filipina yang pertumbuhan ekonominya dimotori pasar domestik hanya sedikit tertahan saja. 

Akan tetapi, dampak dari penetapan tarif resiprokal AS ini diprediksi berdampak cukup tajam di kawasan Asia Pasifik lainnya.

Baca Juga :  Knight Frank Terangkan Serapan Lahan Kawasan Industri Pada 2025. Didukung Pertumbuhan Kendaraan Listrik

Seperti yang diketahui, bahwa kebijakan tarif yang diberlakukan untuk Indonesia yaitu 32%. Hal ini secara tidak langsung akan mempengaruhi sektor properti Indonesia. 

Mengingat, pasar properti Indonesia saat ini didominasi oleh pasar domestik, sementara itu aliran investasi asing di sektor properti didominasi oleh negara-negara Asia.

Meski demikian, sektor properti perlu tetap waspada, hal ini karena sektor properti cukup sensitif terhadap fluktuasi suku bunga, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi. 

Selain itu, untuk sektor properti pada segmen high-end diprediksi akan cukup terdampak karena material konstruksinya di antaranya berasal dari impor. 

Akan tetapi, justru ini menjadi peluang bagi para pelaku pasar properti untuk mencari material konstruksi pengganti dari industri lokal. 

Perusahaan Konsultan Properti Knight Frank Jelaskan Tantangan Kebijakan Tarif AS ke Sektor Properti Indonesia

Berikut ini di antara tantangan dan peluang yang diperkirakan akan dihadapi oleh sektor properti dari penetapan kebijakan tarif AS.

1. Pasar yang Melemah 

Tarif diperkirakan akan melemahkan transaksi pasar pada kurun waktu tertentu, sebagai bentuk adaptasi konsumen untuk menahan atau membatasi transaksi di tengah ketidakpastian global. 

Baca Juga :  Astra Land Indonesia Hadirkan DBL Academy di Asya. Fasilitas Olahraga Modern yang Dukung Gaya Hidup Sehat

Selain itu, pelemahan pasar juga diprediksi akan terjadi karena pelemahan yang terjadi di sektor manufaktur dan perdagangan.

2. Peningkatan Harga

Potensi melemahnya rupiah, yang dipicu oleh kenaikan tarif, dapat menyebabkan biaya yang lebih tinggi untuk bahan bangunan impor.

Hal ini yang berpotensi meningkatkan harga properti, terutama pada segmen kelas menengah ke atas.

3. Persaingan Regional 

Indonesia menghadapi persaingan ketat dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Vietnam, Malaysia, dan Thailand dalam upaya menarik relokasi industri dari AS dan Tiongkok.

Sebelumnya, Knight Frank pernah mengulas mengenai pusat perbelanjaan atau sektor ritel di Jakarta pada semester 2 2024. 

Tidak ketinggalan, ada konten yang membahas mengenai proyeksi konsultan yang sama soal sektor industri dan logistik pada semester 2 2024. 

Situs Investasiproperti.id selalu menyuguhkan konten yang menarik mengenai proyeksi konsultan properti mengenai bisnis dan pasar properti di Indonesia. 

Share :

Baca Juga

PropertyGuru Gelar PropertyGuru Asia Property Awards Grand Final 2025

Berita

PropertyGuru Gelar PropertyGuru Asia Property Awards Grand Final 2025. Sejumlah Proyek Properti dari Developer Indonesia Mendapatkan Penghargaan
Metland Blanjaproperti 2025 Berikan Banyak Promo Menarik

Berita

Metland Blanjaproperti 2025 Berikan Banyak Promo Menarik. Developer Berikan Diskon Hingga Hadiah Menarik
CINITY Jalin Kerja Sama dengan Bank

Berita

CINITY Jalin Kerja Sama dengan Bank. SPS Group Hadirkan Pembiayaan KPR untuk Konsumen untuk Beli Hunian di Klaster Mizumi 
Cushman & Wakefield Jelaskan Pasar Kondominium di Jabodetabek Kuartal 1 2025

Berita

Cushman & Wakefield Jelaskan Pasar Kondominium di Jabodetabek Kuartal 1 2025. Penjualan Catatkan Tren Positif 
Paradise Indonesia Terbitkan Obligasi Rp500 Miliar

Berita

Paradise Indonesia Terbitkan Obligasi Rp500 Miliar. Perseroan Kurangi Pendanaan dari Pinjaman Bank
Sinar Mas Land Serah Terima Unit Upper West Best BSD City

Berita

Sinar Mas Land Serah Terima Unit Upper West BSD City. Pemilik North Tower Bisa Tinggal dan Memulai Bisnis di Tempat yang Sama
Klaster Tresor di BSD City Berlokasi Strategis dan Punya Fasilitas Lengkap

Berita

Klaster Tresor di BSD City Berlokasi Strategis dan Punya Fasilitas Lengkap. Sinar Mas Land Terus Membangun Infrastruktur Pendukung Kawasan
ARCH ID 2026 Menjadi Platform B2B untuk Inovasi dan Kolaborasi Industri

Berita

ARCH ID 2026 Menjadi Platform B2B untuk Inovasi dan Kolaborasi Industri. Ajang untuk Memperkenalkan Produk dan Jejaring Profesional