Konsultan properti Knight Frank Indonesia terangkan sektor ritel di Jakarta pada semester 2 2024. Sejumlah hal terungkap dalam ulasan ini.
Dalam skala regional, sektor ritel masih menjadi salah satu sektor yang menjadi pilihan investasi, atau termasuk dalam top five sector for property investment di Asia Pasifik.
Siapa menyangka kalau sektor pusat perbelanjaan memiliki volume investasi yang tertinggi di kawasan Asia Pasifik.
Di Jakarta, beberapa ritel telah memperlihatkan perkembangan hasil renovasinya dan lebih optimis untuk menciptakan crowd kunjungan yang lebih positif.
Tentu saja, inovasi ruang-ruang baru dengan tema yang menarik menjadi point of attraction bagi para konsumen yang datang.
Knight Frank Indonesia melanjutkan kombinasi tenant baru dan tenancy mix menjadi penting untuk memberikan experience baru terhadap pengunjung.
Sementara itu, satu ritel mall premium memberikan nuansa yang baru di kawasan Thamrin Jakarta, yaitu Agora Mall.
Ritel yang berada dalam kompleks gedung perkantoran pencakar langit tertinggi, menyediakan ragam peritel berbasis entertainment, life style, dan food & beverage yang khas dengan vibes dari urban retail.
Sementara itu, di tengah kondisi daya beli masyarakat yang masih lemah, pada tahun 2025 ini diperkirakan setidaknya akan ada tambahan 4 ritel baru di Jakarta.
Perusahaan Konsultan Properti Knight Frank Indonesia Terangkan Sektor Ritel di Jakarta pada Semester 2 2024
“Energized and unstoppable innovation perlu diterapkan dalam adaptasi ruang ritel saat ini, terutama untuk ritel kelas middle-low sehingga dapat mencapai ketangguhan yang diharapkan,” ujar Country Head Knight Frank Indonesia Willson Kalip seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima oleh Investasiproperti.id.
“Sementara itu, ritel kelas middle-up juga perlu mengadaptasi nilai yang sama untuk terus riding the wave,” lanjutnya.
“Akhirnya seluruh kelas ritel saat ini tidak hanya dapat mengandalkan model brick-and-mortar retail, namun multiply channel harus dilakukan untuk bertahan dengan memperluas pemasaran produknya,” katanya lagi.
Secara umum, berikut detail performa dari sektor ritel atau pusat perbelanjaan pada semester kedua tahun 2024.
Pertama, total pasokan ruang ritel atau mal di Jakarta tetap pada angka 4.304.008 m2. Belum ada penambahan.
Kedua, rerata tingkat okupansi ruang ritel saat ini berada pada kisaran 77,55%, atau menurun tipis dari periode yang sama pada tahun 2023.
Ketiga, rerata harga sewa pusat perbelanjaan meningkat sekitar 4,27% dari periode yang sama tahun lalu.
Keempat, new tenant in pada ritel kelas middle-up didominasi oleh global brand, terutama sektor entertainment dan food & beverage.
Sementara peritel lokal brand mewarnai di sektor supermarket, home appliance, dan tidak ketinggalan food & beverage.
Sebelumnya, Knight Frank Indonesia juga pernah membahas pangsa pasar perkantoran hijau di Jakarta. Sektor ini tumbuh secara stabil.
Situs Investasiproperti.id selalu menyediakan konten yang menarik mengenai pembahasan pangsa pasar ritel di Jakarta dan sekitarnya.














