Home / Berita

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Knight Frank Jelaskan Pasar Apartemen Sewa di Jakarta Semester 1 2026. Hasil Riset Mulai Terlihat Stabil

Sumber Foto: Sinarmasland.com

Sumber Foto: Sinarmasland.com

Konsultan properti Knight Frank jelaskan pasar apartemen sewa di Jakarta semester 1 2026 yang mengungkapkan sejumlah hal. 

Pasar apartemen sewa merupakan sektor properti dengan niche segment atau memiliki pangsa pasar pada segmen tertentu.

Di Jakarta, penghuni apartemen sewa umumnya didominasi oleh para ekspatriat (pekerja asing) dan corporate company client.

Meski tingkat keterisian atau okupansi apartemen sewa terus pulih, tetapi belum berada pada kondisi performa seperti sebelum masa pandemi. 

Pasar Apartemen Sewa di Jakarta Masih Didominasi oleh Penyewa Pekerja Asing dari Sejumlah Kawasan

Pada periode tahun 2012‐2013 menjadi salah satu masa kejayaan apartemen sewa lantaran pemilik bisa merasakan keuntungan besar. 

Saat itu, tingkat keterisian apartemen sewa dapat mencapai 86% dan pertumbuhan harga sewa mencapai double digit.

Sementara itu, pada masa perbaikan yang terus bergulir, tenant ekspatriat dari Asia Timur mendominasi hunian apartemen sewa di Jakarta. 

Para pekerja asing dari China, Korea Selatan, atau Jepang ini menetap di kawasan CBD (central business district) maupun prime non‐CBD. 

Sementara, ekspatriat dari Eropa, Amerika Serikat, dan Timur Tengah juga turut mewarnai hunian di ruang apartemen sewa Jakarta saat ini.

Awal tahun 2026 ditandai dengan berbagai dinamika pada sektor apartemen sewa, di antaranya beberapa project yang menunda proses peluncurannya. 

Baca Juga :  The Green Peak ARTOTEL Curated Hadirkan Artotel Wanderlust. Banyak Program Menarik untuk Merayakan Tahun Baru

Alhasil, pasokan apartemen sewa terpantau tetap pada semester awal, tetapi diprediksi stok akan masuk kembali pada akhir tahun 2026 ini.

Perusahaan Konsultan Properti Knight Frank Jelaskan Pasar Apartemen Sewa di Jakarta Semester 1 2026

Berikut pembaruan informasi pasar dari sektor apartemen sewa pada periode enam bulan pertama tahun 2026 yang perlu diketahui. 

Total pasokan apartemen 9.843 unit yang menyatakan kalau stok tetap. Sementara, rerata tingkat penyewaan sedikit terkoreksi, yaitu sekitar 67,6%.

Rerata harga sewa untuk tipe serviced apartment mengalami perbaikan dengan indikasi kenaikan tahunan sebesar 2% (yoy/year on year), meski rerata harga sewa pada apartemen nonservis sedikit terkoreksi, sekitar 1%.

Setidaknya, terdapat 872 unit baru yang akan kembali masuk pasar sampai tahun 2028. Sejumlah proyek apartemen akan selesai pada waktu tersebut. 

Submarket CBD memiliki tingkat hunian yang lebih tinggi dibandingkan submarket lainnya, menunjukan preferensi tenant terhadap kawasan pusat bisnis.

Knight Frank Mengungkapkan Pasar Apartemen Sewa Punya Saingan Hunian Premium di Jakarta

Willson Kalip yang merupakan Country Head Knight Frank Indonesia memberikan pernyataan mengenai pasar apartemen sewa di Jakarta.

“Persaingan di pasar apartemen sewa semakin ketat seiring bertambahnya pilihan hunian premium di Jakarta,” ujar Kalip seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima oleh Investasiproperti.id. 

Baca Juga :  Knight Frank Jelaskan Apartemen Sewa Jakarta Semester 1 2025. Ada Pasokan Baru di Area CBD, Sektor Ini Semakin Kompetitif

“Dalam kondisi pasar yang masih berada pada fase softening market, keunggulan tidak lagi hanya ditentukan oleh kualitas fisik properti,” lanjutnya. 

“Tetapi juga oleh kemampuan pengelola menghadirkan pengalaman tinggal (living experience) yang berbeda melalui layanan yang inovatif, fleksibel, dan berorientasi pada kebutuhan penyewa,” katanya lagi. 

“Di saat yang sama, perluasan target pasar serta kolaborasi dengan sektor kreatif, pariwisata, dan ekosistem bisnis menjadi langkah strategis untuk menciptakan sumber permintaan baru dan memperkuat daya saing,” ujarnya menutup pernyataan tertulis. 

Selain apartemen sewa, biasanya para pekerja asing ini juga membidik rumah tinggal di sejumlah kawasan seperti Kebayoran Baru, Kemang, atau lokasi elit lainnya. 

Sebelumnya, terdapat paparan soal Knight Frank mengungkap penyewa kantor mempertimbangkan ESG (Environmental, Social, And Governance). Pemilik gedung harus tahu.

Jangan lewatkan penjabaran perihal Knight Frank menjelaskan peluang kebijakan tarif AS ke sektor properti Indonesia. Ada potensi relokasi kawasan industri dari China dan AS. 

Tidak ketinggalan, terdapat uraian perihal Knight Frank Indonesia mengungkapkan dampak PPN DTP untuk end user dan developer setelah periode 2 berlanjut hingga akhir 2024.

Situs Investasiproperti.id selalu menyajikan konten yang menarik mengenai pasar apartemen sewa di Jakarta yang dijelaskan oleh perusahaan konsultan properti. 

Share :

Baca Juga

Living World Alam Sutera Apresiasi AQUAVIVA

Berita

Living World Alam Sutera Apresiasi AQUVIVA dalam Kolaborasi dengan Plasticpay. Berikan Dampak Positif untuk Lingkungan
Knight Frank Terangkan Serapan Lahan Kawasan Industri Pada 2025

Berita

Knight Frank Terangkan Serapan Lahan Kawasan Industri Pada 2025. Didukung Pertumbuhan Kendaraan Listrik
DBL Indonesia Apresiasi Astra Land Indonesia

Berita

DBL Indonesia Apresiasi Astra Land Indonesia. Kedua Pihak Berkolaborasi Hadirkan DBL Academy di Asya
Bosch Ikut Berperan Siapkan Ekosistem Keselamatan Industri Otomotif 2035

Berita

Bosch Ikut Berperan Siapkan Ekosistem Keselamatan Industri Otomotif 2035. Perusahaan Global Ini Berikan Edukasi Cara Kerja Teknologi Keselamatan
Metland Blanjaproperti 2025 Kolaborasi dengan Perbankan

Berita

Metland Blanjaproperti 2025 Kolaborasi dengan Perbankan. Sebanyak 80 Persen Pembeli Properti Metland Gunakan KPR
kenaikan harga lahan di kawasan industri jabodetabek

Berita

Keterbatasan Lahan Jadi Penyebab Kenaikan Harga Lahan Kawasan Industri di Jabodetabek. Colliers Paparkan Analisisnya 
portofolio investasi living lab venture sejak 2022

Berita

Living Lab Ventures Komitmen Dukung Pertumbuhan Startup. Lini Bisnis Sinar Mas Land Ini Tanamkan Investasi untuk 27 Perusahaan Rintisan
Investasi Kawasan Industri dan Logistik di Asia Pasifik

Berita

Menengok Investasi Kawasan Industri dan Logistik di Asia Pasifik. Colliers Jelaskan Ketertarikan Investor Properti