Konsultan properti Knight Frank ungkap penyewa kantor pertimbangkan ESG (environmental, social, and governance) sebagai pertimbangan.
Para penyewa termasuk anchor tenant semakin mempertimbangkan faktor ESG ke dalam strategi real estate mereka.
Perusahaan multinasional terkemuka memimpin dengan net‐zero roadmaps dan perjanjian sewa yang berfokus pada ESG.
Mereka memperlakukan faktor ESG tersebut sebagai pendorong nilai, bukan hanya sekadar persyaratan kepatuhan.
Menurut penelitian global Knight Frank (Y)OUR SPACE 2025 yang mengeksplorasi kekuatan yang membentuk ulang cara kerja dan tempat kerja terungkap sejumlah hal.
Para penyewa global mengungkapkan bahwa terdapat tiga prioritas ESG utama untuk portofolio mereka. Hmm, apa saja ya?
Tiga hal itu adalah mengurangi jejak karbon, meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas karyawan melalui ruang yang berkelanjutan, serta memperoleh sertifikasi gedung ramah lingkungan.
Konsultan Properti Knight Frank Ungkap Penyewa Kantor Pertimbangkan ESG
Saat mempertimbangkan keputusan pembangunan pada masa depan, tiga fitur keberlanjutan teratas yang memengaruhi pilihan.
Ketiga fitur ini adalah sertifikasi gedung ramah lingkungan, fasilitas pengisian daya kendaraan listrik (EV/electric vehicle), dan sumber energi terbarukan.
Selain itu, sertifikasi terkait lingkungan terus mendominasi di Indonesia dengan sertifikat GBCI GREENSHIP tetap menjadi sertifikasi keberlanjutan paling umum untuk gedung perkantoran di CBD (central business district) Jakarta (61%).
Hal tersebut kalau dibandingkan dengan sertifikat WELL dan sertifikasi lain yang berfokus pada kesehatan saja.
Di luar sertifikasi, pasar akan memerlukan strategi yang ditargetkan untuk mengatasi prioritas real estate tertinggi kedua para penyewa, yaitu meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas karyawan.
Sementara itu, penyewa aktif di pasar CBD Jakarta berasal dari berbagai sektor, termasuk pertambangan, IT (information technology), oil and gas, e‐commerce, konstruksi, energi, dan industri terkait EV.
“Kami melihat occupier properti di berbagai negara mulai menyertakan klausul sewa berbasis ESG saat mengambil keputusan,” ujar Director of ESG Knight Frank Asia Pacific Jackie Cheung seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima oleh Investasiproperti.id.
Keuntungan Memiliki Sertifikat Hijau untuk Pemilik Gedung Perkantoran
Untuk pasar Jakarta, perkantoran premium Grade A bersertifikasi hijau berada pada posisi yang sangat menguntungkan.
Gedung perkantoran ini tidak hanya memenuhi kriteria keberlanjutan, tetapi juga menawarkan ketahanan operasional yang dicari occupier.
Oleh karena itu, seiring dengan menguatnya tren ini, para pemilik gedung yang proaktif berinvestasi pada aset yang selaras dengan prinsip ESG akan menjadi yang paling siap untuk menarik dan mempertahankan occupier berkualitas tinggi.
Sebelumnya, ada uraian singkat dari Knight Frank Indonesia yang menerangkan sektor ritel di Jakarta pada semester 2 2024. Beberapa mal melakukan renovasi.
Jangan lewatkan pembahasan soal Knight Frank Indonesia yang menjelaskan sektor industri dan logistik pada semester 2 2024. Produsen kendaraan listrik aktif mencari lahan.
Tidak ketinggalan terdapat ulasan perihal Knight Frank Indonesia yang mengungkapkan kawasan industri di Indonesia pada Semester 1 2024.
Situs Investasiproperti.id selalu menghadirkan konten yang menarik mengenai sektor perkantoran di kawasan niaga terpadu di Jakarta.















