Home / Berita

Senin, 17 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Membedah Strategi Masa Depan Manajemen Fasilitas Gedung Pintar. Saatnya Mengubah Data Menjadi Aksi dan Implementasi Menggunakan Teknologi dari Schneider Electric

Sumber Foto: Schneider Electric

Sumber Foto: Schneider Electric

Yuk, membedah strategi masa depan manajemen fasilitas gedung pintar dengan memanfaatkan teknologi dari Schneider Electric. 

Perusahaan konsultan properti Colliers Indonesia pernah melansir data mengenai total ruang perkantoran komersial di Jakarta yang mencapai 10-11 juta m2 pada pertengahan 2026. 

Jika data ini dikonversikan menjadi jumlah bangunan fisik, maka ada 350 hingga 400 gedung perkantoran swasta dalam skala menengah hingga menara pencakar langit. 

Jumlahnya terus bertambah lantaran hampir setiap tahun ada gedung perkantoran baru yang menambah jumlah ruang kantor. 

Ratusan gedung perkantoran ini tersebar di sejumlah wilayah mulai dari kawasan bisnis CBD (central business district) dan area non-CBD. 

Kawasan CBD ini berada di koridor Sudirman, Thamrin, Kuningan, dan Gatot Subroto, sementara non-CBD berada di Jakarta, Barat, Utara, Timur, dan Selatan. 

Sebagian Gedung Perkantoran Masih Beroperasi dengan Sistem Manual Sehingga Berpotensi Tingkat Pemborosan yang Tinggi

Business Vice President for Buildings Schneider Electric Indonesia Reza Syarif mengungkapkan sejumlah fakta mengenai hal ini. 

Dalam presentasi yang diterima oleh Investasiproperti.id, Reza menyatakan lebih dari 30% energi terbuang sia-sia di dalam gedung lantaran pengelolaan yang buruk. 

Hal ini berdasarkan data yang dilansir oleh US Environmental Protection Agency atau Badan Lingkungan di Amerika Serikat. 

Perlu kamu ketahui juga bahwa sekitar 40% emisi karbon (CO2) secara global berasal dari pengelolaan bangunan. Persentasenya terbilang tinggi.  

Sementara itu, data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan temuan yang serupa. 

Sektor bangunan komersial dan industri di Indonesia ternyata memang memiliki tingkat pemborosan yang sangat tinggi.

Kementerian ESDM mencatatkan bahwa potensi penghematan energi pada bangunan gedung di Indonesia berkisar antara 10% hingga 30%.

Mengungkap Sejumlah Penyebab Pemborosan Energi dalam Pengelolaan Bangunan Perkantoran di Indonesia

Pengelolaan fasilitas gedung di Indonesia rata-rata membuang 30% energi lantaran sistem tata kelola utilitas yang masih bersifat pasif, terpisah, dan manual. 

Direktorat Konservasi Energi ESDM menyatakan ada sejumlah area yang menyumbangkan kebocoran terbesar terkait hal ini. 

Sistem tata udara (HVAC) menyumbang kebocoran terbesar, yaitu menghabiskan hingga 65% dari total konsumsi energi satu gedung. 

Sisanya terbuang pada sistem lampu yang terus menyala pada area kosong sebanyak 9% serta stopkontak dan lift yang mencapai 22%.

Sekadar informasi, HVAC adalah heating, ventilation, and air conditioning (pemanas, ventilasi, dan pendingin udara). 

HVAC adalah sistem terpadu yang digunakan untuk mengatur suhu, kelembapan, sirkulasi, dan kualitas udara di dalam ruangan.

Urgensi Penerapan Efisiensi Energi Bangunan Terkait Regulasi dan Pangsa Pasar Gedung Perkantoran Hijau

Saat ini, implementasi Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta No. 5/2026 mengenai efisiensi energi bangunan memang ketat. 

Baca Juga :  Artotel Group Resmikan Hotel Grand Maya by ARTOTEL di Banjarbaru. Hadirkan Infrastruktur Hospitality di Kalimantan Selatan

Apalagi, hampir 30% gedung perkantoran milik swasta di Jakarta merupakan bangunan lama yang dibangun sebelum tahun 2000. 

Bangunan jadul ini tentunya perlu perombakan, tentunya yang terkait mengenai MEP (mechanical, electrical, and plumbing). 

Data Schneider Electric mengungkapkan kalau 90% bangunan lama terancam menghadapi risiko finansial yang serius, termasuk penurunan nilai aset hingga 30%. 

Hal ini terkait dengan ancaman kegagalan mengadopsi teknologi digital dalam memangkas pemborosan energi yang masih terjadi. 

Selain itu, hal ini juga terkait dengan pasokan dan permintaan alias supply and demand. Penyewa ingin mendapatkan gedung yang pintar dan hijau. 

Sederetan tenant internasional menerapkan ESG (Environmental, Social, Governance) yang ketat dan melakukan penghematan finansial. 

Selain itu, gedung yang hijau dan pintar memiliki kualitas udara dan pencahayaan yang baik, berdampak kepada produktivitas karyawan. 

Tidak heran, sejumlah pengelola gedung terutama di kawasan bisnis menawarkan gedung premium grade A dengan harga sewa yang mahal, tetapi tingkat okupansinya tinggi. 

Saatnya Membedah Strategi Masa Depan Manajemen Fasilitas Gedung Pintar Menggunakan Teknologi Schneider Electric 

Sebagai perusahaan global dengan teknologi terdepan, Schneider Electric memiliki sejumlah solusi yang terbagi secara terstruktur. 

Solusi menyeluruh ini terdiri dari, sistem (perangkat lunak atau software), perangkat keras (hardware), dan layanan (services)

Hal ini tentunya penting bagi pengelola gedung yang ingin mengubah gedungnya menjadi lebih pintar dengan teknologi terkini. 

Schneider Electric memiliki EcoStruxure Building Operation dan EcoStruxure Power Monitoring Expert yang menjadi perangkat lunak yang mengolah data. 

Sistem ini menjadi pusat yang mengumpulkan data dari seluruh gedung, lantas menganalisisnya dan menyuguhkan dalam bentuk digital dashboard

Nantinya, penyajian data yang lengkap ini menjadi dasar pengambilan keputusan dari tim pengelola gedung perkantoran. 

Sekadar informasi, EcoStruxure Building Operation adalah platform Integrated Building Management System dari Schneider. 

Platform ini menggabungkan kontrol kontrol pendingin udara (HVAC), pencahayaan, keamanan, dan utilitas gedung yang terpisah ke dalam satu sistem otomatis yang terintegrasi. 

Sementara, EcoStruxure Power Monitoring Expert adalah perangkat lunak untuk memantau kesehatan dan kualitas daya listrik gedung secara langsung. 

Sistem ini membantu pengelola gedung untuk melacak metrik penggunaan energi secara presisi agar bisa mendeteksi area pemborosan.

Schneider Electric Menyediakan Sejumlah Perangkat Keras yang Mendukung Penerapan Pengelolaan Gedung Secara Digital 

Selain memiliki perangkat lunak yang memudahkan pengelola gedung, tentunya ada sederetan perangkat keras yang mendukung kinerja software

Baca Juga :  5 Tips Rumah Aman Saat Mudik Lebaran. Pulang Kampung Nyaman Tanpa Khawatir Risiko Kebakaran

Perangkat keras yang dipasang pada gedung perkantoran ini tentunya untuk mendeteksi sejumlah parameter yang dibutuhkan. 

Schneider Electric mempunyai smart panel yang mengintegrasikan sejumlah komponen fiisik dengan kemampuan komunikasi data. 

Panel pintar ini terdiri dari sejumlah komponen seperti MasterPacT MTZ Active, PowerLogic Protection Relays & Power Meter, dan Altivar HVAC ATH600. 

MasterPacT MTZ Active adalah Air Circuit Breaker (ACB) pintar generasi baru yang menjadi sebagai jantung proteksi kelistrikan gedung. 

ACB ini dilengkapi dengan meteran akurasi tinggi yang berfungsi untuk mengirimkan data konsumsi daya langsung ke platform EcoStruxure

PowerLogic Protection Relays & Power Meter adalah perangkat yang memantau kualitas daya dan melindungi sirkuit kelistrikan dari gangguan. 

Selain itu, perangkat pintar ini juga berfungsi untuk mengirimkan metrik penggunaan listrik secara berbasis data.

Sementara, Altivar HVAC ATH600 adalah penggerak motor atau variable speed drive pintar yang khusus dirancang untuk sistem tata udara gedung. 

Perangkat ini menyesuaikan kecepatan kipas atau kompresor AC berdasarkan kebutuhan nyata di ruangan, tentunya bukan beroperasi terus-menerus secara manual.

Layanan Schneider Electric yang Mendukung Penerapan dan Pengelolaan Gedung Perkantoran Secara Digital

Untuk melengkapi semuanya, Schneider Electric juga menyediakan layanan pendukung untuk strategi dan audit awal. 

Sebelum memasang sistem perangkat lunak dan perangkat keras, pengelola gedung perkantoran memerlukan layanan konsultasi berbasis data.  

Hal ini tentunya memang dibutuhkan untuk mengetahui dari mana pengelola gedung harus memulai transisi digital tersebut.

Schneider Electric mempunyai EcoConsult Walkthrough Assessment dan EcoConsult Energy Efficiency untuk klien. 

EcoConsult Walkthrough Assessment adalah layanan audit awal secara cepat di lapangan yang dilakukan oleh pakar Schneider. 

Audit ini dilaksanakan untuk memetakan kondisi infrastruktur gedung perkantoran dan mengidentifikasi potensi efisiensi.

Sementara, EcoConsult Energy Efficiency adalah layanan konsultasi mendalam untuk menyusun peta jalan dekarbonisasi dan efisiensi energi yang terukur. 

Langkah ini membantu pengelola menghitung potensi Return on Investment (ROI) sebelum berinvestasi pada teknologi baru.

Sebelumnya, terdapat ulasan soal mencegah korsleting listrik dengan produk instalasi listrik terbaik dari Schneider Electric. Sakelar dan stopkontak seri Vivace E punya desain kekinian dan fitur keamanan terbaik. 

Jangan lewatkan penjelasan mengenai Schneider Electric memberikan tips untuk karyawan senior agar selalu relevan dalam lingkungan multigenerasi. 

Tidak ketinggalan, terdapat uraian perihal sejumlah tips rumah aman saat mudik Lebaran. Pulang kampung nyaman tanpa khawatir risiko kebakaran. 

Situs Investasiproperti.id selalu menyediakan konten yang menarik mengenai pengelolaan yang baik terkait gedung atau ruang perkantoran.

Share :

Baca Juga

Metland Kertajati Pasarkan Ruko Dharmawangsa

Berita

Metland Kertajati Pasarkan Ruko Dharmawangsa. Ruko Tiga Lantai yang Ditawarkan dengan Harga Mulai dari Rp1,4 Miliar

Berita

Cushman & Wakefield Terangkan Pasar Apartemen Sewa di Jakarta Pada 2024. Permintaan Meningkat, Harga Sewa Naik
Pappajack Gelar Soft Opening di Plaza Convill Apple 3

Berita

Pappajack Gelar Soft Opening di Plaza Convill Apple 3. Momentum Diamond Citra Propertindo (DADA) Memperkuat Portofolio Properti Komersial
BP Tapera Dukung Penanaman Sejuta Pohon di Lampung

Berita

BP Tapera Dukung Penanaman Sejuta Pohon di Lampung. Aktivitas Diprakarsai oleh REI untuk Mendukung Pelestarian Lingkungan
Fortress Hadir di IndoBuildTech 2025 Part 2

Berita

Fortress Hadir di IndoBuildTech 2025 Part 2. Memperkenalkan Produk Gagang Pintu Terbaru dengan Berbagai Kelebihan
beam mobility siap hadir di ikn

Berita

Beam Mobility Siap Hadir di IKN. Kepadatan Penduduk Menjadi Salah Satu Syarat
AkzoNobel dan SOS Children's Villages Indonesia Berkolaborasi Rayakan Hari Remaja Internasional 2024

Berita

AkzoNobel dan SOS Children’s Villages Indonesia Berkolaborasi Rayakan Hari Remaja Internasional 2024
Gravel Punya Layanan Bangun Rumah Pasif

Berita

Gravel Punya Layanan Bangun Rumah Pasif. Perusahaan Teknologi Konstruksi Ini Punya Solusi yang Lengkap