Lembaga BP Tapera dan Bank BJB perkuat ekosistem pembiayaan rumah di Jawa Barat melalui kerja sama program KPP dan FLPP.
Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bersama Bank BJB memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Jawa Barat.
Caranya melalui Kolaborasi Sosialisasi Program Kredit Program Perumahan (KPP) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Kabupaten Subang.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau melalui sinergi antara pemerintah, perbankan, dan pengembang perumahan.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan sejumlah dalam sambutannya.
Ia menyampaikan bahwa percepatan penyediaan rumah bagi masyarakat membutuhkan kerja bersama seluruh pihak dalam ekosistem perumahan.
Menurutnya, optimalisasi program tidak hanya dilakukan dari sisi pembiayaan, tetapi juga harus memperhatikan kesiapan pasokan rumah dan kebutuhan masyarakat.
“Supply dan demand semuanya harus disisir,” ujar Maruarar seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima oleh Investasiproperti.id.
“Tentu ini harus teamwork, bukan hanya pemerintah, tetapi seluruh pihak yang terlibat dalam ekosistem perumahan,” lanjutnya.
BP Tapera dan Bank BJB Perkuat Ekosistem Pembiayaan Rumah di Jawa Barat untuk Mempermudah Masyarakat Memiliki Hunian
Maruarar juga mendorong Bank BJB untuk meningkatkan kontribusinya dalam mendukung program pembiayaan perumahan.
Apalagi, mengingat besarnya potensi kebutuhan rumah subsidi di Jawa Barat terutama di Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor.
Ia menilai jaringan Bank BJB yang luas menjadi modal penting untuk memperbesar akses masyarakat terhadap pembiayaan hunian.
“Saya pernah menemukan masa-masa Bank Jabar itu juara satu. Saya doakan Bank Jabar bisa nomor satu lagi,” kata Maruarar.
Sementara itu, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho dalam wawancara usai kegiatan menyampaikan mengenai kolaborasi antara BP Tapera dengan Bank BJB.
Kerja sama kedua belah pihak menjadi bagian penting dalam memperkuat penyaluran program FLPP dan memperluas akses kepemilikan rumah bagi MBR.
“Bank BJB merupakan salah satu mitra strategis BP Tapera dalam memperluas akses pembiayaan rumah subsidi FLPP,” kata Heru.
“Sinergi ini menjadi bagian penting untuk menjawab tantangan kepemilikan rumah, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” imbuhnya.
BP Tapera Mengungkapkan Peran Pemerintah dalam Mengatasi Masalah Perumahan Melalui Sejumlah Cara
Heru menjelaskan berdasarkan data terbaru mengenai backlog kepemilikan rumah secara nasional pada tahun 2026.
Terungkap, bahwa Jawa Barat masih memiliki 2.025.120 rumah tangga atau sebesar 14,21 persen yang belum memiliki rumah.
Sementara itu, Kabupaten Subang mencatat backlog kepemilikan sebanyak 17,98 ribu rumah tangga atau sebesar 3,76 persen.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, pemerintah pusat terus memperkuat program perumahan melalui berbagai kebijakan.
Insentif tersebut seperti peningkatan kuota FLPP menjadi 350 ribu unit pada 2026 dan relaksasi SLIK OJK (Sistem Layanan Informasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan).
Kebijakan lainnya pembebasan pajak PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) dan BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan), hingga perluasan tenor pembiayaan rumah subsidi hingga 40 tahun.
BP Tapera mencatatkan realisasi penyaluran FLPP tahun 2026 telah mencapai 166.938 unit rumah senilai Rp20,79 triliun.
Provinsi Jawa Barat menjadi daerah dengan kontribusi penyaluran tertinggi secara nasional sebanyak 39.140 unit rumah.
Bank BJB Ikut dalam Penyaluran KPR FLPP Agar Masyarakat Lebih Mudah dalam Memiliki Tempat Tinggal
Dalam capaian tersebut, Bank BJB telah berperan dalam menyalurkan 17.154 unit rumah senilai Rp2,1 triliun secara nasional.
Khusus di Provinsi Jawa Barat, Bank BJB turut menyalurkan kredit perumahan untuk 1.099 unit rumah senilai Rp133 miliar.
Selain FLPP, Bank BJB juga menyampaikan komitmennya dalam mendukung program perumahan melalui penyaluran KPR rumah subsidi sejak 2016.
Sejak sepuluh tahun lalu, bank daerah tersebut telah memberikan kredit dengan total penyaluran mencapai Rp5,3 triliun kepada 42.600 debitur.
Selain itu, Bank BJB juga menjadi salah satu bank penyalur Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Jumlah target penerima manfaat BSPS mencapai lebih dari 49.000 masyarakat yang berada di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat pada 2026.
Mengungkap Penyaluran KPR FLPP di Kabupaten Subang yang Telah Mencapai Ribuan Rumah Tapak
Sementara itu, di Kabupaten Subang, jumlah realisasi penyaluran FLPP telah mencapai angka sebanyak 1.115 unit rumah.
Dari sisi pasokan, tersedia 1.678 unit rumah yang terdiri dari 127 unit ready stock, 29 unit dalam proses pembangunan, serta 1.360 unit dalam tahap kaveling.
Melalui kolaborasi tersebut, BP Tapera, Kementerian PKP, Bank BJB, dan seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat komitmen menghadirkan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat serta mendukung keberhasilan Program Tiga Juta Rumah.
Situs Investasiproperti.id selalu menyediakan konten yang menarik mengenai kegiatan yang dilakukan oleh lembaga pembiayaan perumahan.













