Lembaga pemerintah BP Tapera perkuat kolaborasi peta jalan perumahan nasional dengan dua kementerian terkait, yaitu PKP dan PPN.
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas dan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) memperkuat sinergi.
Kerja sama dalam pembahasan roadmap atau peta jalan pembangunan perumahan nasional guna mendukung percepatan Program Tiga Juta Rumah.
Pertemuan tersebut membahas strategi pembangunan sektor perumahan, penguatan ekosistem hunian, peningkatan akses pembiayaan,
Tidak ketinggalan, kolaborasi lintas sektor lembaga terkait dalam penyediaan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat.
BP Tapera Perkuat Kolaborasi Peta Jalan Perumahan Nasional dengan Kementerian PKP bersama Kementerian PPN/Bappenas
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan bahwa pembangunan perumahan tidak hanya berfokus pada pencapaian jumlah rumah.
Akan tetapi, pembangunan perumahan juga membangun ekosistem yang melibatkan pemerintah, swasta, pengembang, lembaga pembiayaan, hingga masyarakat.
Menurut Maruarar, sektor perumahan juga memiliki peran dalam menggerakkan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan industri pendukung.
Industri pendukung tersebut termasuk pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) material bangunan yang jumlahnya banyak di seluruh Indonesia.
“Pembangunan perumahan bukan hanya mengejar target realisasi pencapaian, tetapi bagaimana kita membangun ekosistem,” ujar Maruarar seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima oleh Investasiproperti.id.
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Mengatakan Program Perumahan Nasional Memerlukan Peta Jalan yang Jelas
Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy memberikan pernyataan mengenai peta jalan tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa pembangunan sektor perumahan membutuhkan strategi, kebijakan, dan program yang jelas agar mampu menjawab tantangan kebutuhan hunian masyarakat.
Menurut Rachmat, penyelesaian persoalan perumahan tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik, tetapi membutuhkan ekosistem yang menghubungkan berbagai pihak.
“Kalau kita punya strategi, kita punya kebijakan, maka programnya akan ikut. Dengan strategi dan program yang jelas, capaian pembangunan bisa didorong,” ujar Rachmat.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan Satu Data Indonesia untuk mendukung perencanaan pembangunan perumahan yang lebih tepat sasaran.
Data penting ini mencakup mulai dari pemetaan kebutuhan rumah, lokasi pembangunan, hingga penerima manfaat.
BP Tapera Ikut Berperan dalam Memperkuat Ekosistem Perumahan Melalui Berbagai Cara Termasuk Pembiayaan yang Terjangkau
Dalam kesempatan yang sama, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menyampaikan pendapatnya dalam pertemuan ini.
BP Tapera terus memperkuat ekosistem perumahan melalui integrasi antara sisi permintaan masyarakat, penyediaan rumah, dan pembiayaan.
“Perumahan ini bukan hanya mengejar target realisasi pencapaian RPJMN atau rencana pemerintah untuk pencapaian tiga juta rumah, tetapi juga membangun ekosistem,” ujar Heru.
Heru menjelaskan, BP Tapera mengembangkan ekosistem digital perumahan yang menghubungkan tiga komponen utama, yaitu demand (permintaan), supply (penyediaan rumah), dan financing (pembiayaan).
Dari sisi permintaan, BP Tapera menghadirkan Tapera Mobile sehingga memudahkan para pencari rumah mendapatkan tempat tinggal impian.
Dari sisi penyediaan rumah, BP Tapera mengembangkan SiKumbang sebagai marketplace perumahan yang memungkinkan pengembang mengunggah informasi rumah subsidi maupun rumah komersial.
Sementara dari sisi pembiayaan, BP Tapera menjalankan program KPR (Kredit Pemilikan Rumah) Sejahtera FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) bersama perbankan penyalur.
“Ketiga komponen tersebut kita satukan dalam satu ekosistem digital. Ada Tapera Mobile untuk sisi demand, SiKumbang dari sisi penyediaan rumah, dan FLPP dari sisi financing,” kata Heru lagi.
BP Tapera Mengungkapkan Realisasi Penyaluran KPR Sejahtera FLPP Tahun 2026 yang Didukung 39 Bank Penyalur
Heru menyampaikan bahwa realisasi KPR Sejahtera FLPP Tahun 2026 telah mencapai 181.307 unit rumah subsidi dengan nilai pembiayaan sebesar Rp22,6 triliun melalui dukungan 39 bank penyalur.
Ia menambahkan, BP Tapera terus melakukan percepatan melalui kolaborasi dengan pengembang properti dan perbankan, termasuk mendorong peningkatan kapasitas produksi rumah subsidi.
“Untuk mencapai target hingga akhir tahun, kami melakukan kolaborasi, bukan hanya dari sisi marketing, tetapi juga bagaimana mendorong teman-teman pengembang agar mempercepat lagi sisi produksinya,” kata Heru lagi.
Sinergi antara Kementerian PKP, Bappenas, BP Tapera, perbankan, pengembang, dan seluruh pemangku kepentingan, tentunya memang diperlukan.
Pemerintah berharap ekosistem perumahan semakin kuat sehingga Program Tiga Juta Rumah dapat berjalan optimal dan memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak.
Situs Investasiproperti.id selalu menyediakan konten yang menarik mengenai kolaborasi yang dilakukan lembaga negara terkait perumahan nasional.













