Yuk, mulai mengenal One Global Capital dan filosofi bisnis Iwan Sunito yang sukses mengembangkan bisnis di Australia.
Sebagai pendiri Crown Group pada 1996, Iwan Sunito telah menciptakan ikon-ikon arsitektur yang menghiasi di langit Sydney, Australia.
Setelah tidak lagi menangani Crown Group, pengusaha kelahiran Surabaya ini mulai membangun dan mengembangkan One Global Capital.
One Global Capital merupakan divisi pengelolaan dana dari Sunito Group Family Office yang didirikan oleh Iwan.
Korporasi ini berfokus pada investasi berdampak tinggi di seluruh pengembangan perumahan, perhotelan, dan penggunaan lahan campuran di Australia dan Asia Tenggara.
Perusahaan ini mulai membangun sejumlah proyek properti. Salah satu proyek terbarunya berlokasi di kawasan Five Dock.
Menurutnya, Five Dock yang berlokasi di Sydney, New South Wales, Australia menjadi lebih dari sekadar proyek. Ini merupakan titik balik.
“Dari sinilah lahir visi One Global Capital, platform untuk mengubah aset tersembunyi menjadi investasi unggulan, melalui struktur modal kecil, utang rendah, dan visi jangka panjang,” ujarnya seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima oleh Investasiproperti.id.
Dalam 12 bulan terakhir, One Global Capital telah mengakuisisi dan mengoperasikan One Global Resorts, proyek resor dan kawasan gaya hidup senilai Rp1 triliun.
Lantas korporasi ini juga telah mengelola Grand Eastlakes, proyek hunian mixed-use senilai Rp280 miliar dan Macquarie Park Hotel, proyek hotel modular senilai Rp750 miliar.
Mengungkap Kisah One Global Capital dan Filosofi Bisnis Iwan Sunito
One Global Capital memiliki visi dan strategi untuk mengulang kesuksesan ini dengan melebarkan kemitraan dari segelintir partner menjadi 1.000 partner.
Para partner ini berasal lintas geografi dan kelas aset dengan pendekatan yang menggabungkan co-investor aktif dan mitra pasif.
“Banyak mitra baru kami berasal dari AS dan Tiongkok, yang tertarik bergabung lantaran stabilitas properti Australia dan pendekatan investasi butik kami yang personal,” kata Iwan.
Lebih lanjut, dia menerangkan, One Global Capital bukan institusi dana atau pula platform urun dana (crowdfunding) massal, tetapi ini adalah jalur investasi yang eksklusif, personal, dan kolaboratif.
“Model hybrid ini memungkinkan mitra pasif menikmati hasil stabil, sementara mitra aktif ikut membentuk proyek sejak tahap awal,” ujarnya.
Kini, jaringan sindikasi 1.000 mitra eksklusif One Global Capital sedang dibangun untuk proyek-proyek di Sydney, Jakarta (Indonesia), Los Angeles (Amerika Serikat), dan Singapura.
Setiap proyek membawa DNA Five Dock, yakni akuisisi berbasis keyakinan, utang rendah, arus kas nyata, dan kenaikan nilai jangka panjang.
“Kami hanya butuh 1.000 orang yang berpikir seperti kami, yang ingin membangun kota, bukan sekadar portofolio,” ujarnya menutup pernyataan tertulis.
Sebelumnya, ada konten mengenai One Global Capital yang akan mengembangkan proyek pertama setelah mendapatkan suntikan dana.
Tidak ketinggalan, konten lainnya yang mengulas One Global Capital yang memperoleh dana investasi Rp3,3 triliun dari bank investasi Goldman Sachs.
Situs Investasiproperti.id selalu menampilkan konten yang menarik mengenai profil pengusaha properti dunia dan filosofi bisnisnya.















