Yuk, saatnya menyimak strategi pendapatan berulang Paradise Indonesia atau INPP dalam bersaing dengan developer properti lainnya.
Seperti halnya bisnis pada umumnya, industri dan bisnis properti tentunya mengalami kenaikan dan penurunan lantaran sejumlah hal.
Perusahaan pengembang properti mengandalkan pemasukan dari penjualan properti dan pendapatan berulang (recurring income).
Developer properti memasarkan dan menjual produk seperti rumah tapak, hunian vertikal, unit komersial seperti ruko, hingga tanah kavling.
Selain itu, perusahaan memperoleh pemasukan lainnya dari recurring income dari pengelolaan hotel, pusat perbelanjaan, dan perkantoran.
Hal inilah yang dilakukan oleh Paradise Indonesia yang memiliki pendapatan berulang dengan persentase lebih dari 70% per tahun.
Perseroan dengan kode emiten INPP ini memang mengandalkan recurring income dibandingkan penjualan proyek properti.
Hal yang berbeda jika dibandingkan dengan perusahaan pengembang properti lainnya yang biasanya lebih membidik pemasukan dari penjualan rumah, apartemen, dan lainnya.
Situs Investasiproperti.id akan membahasnya lebih lanjut dengan merangkum dari berbagai sumber termasuk laman berita daring nasional.
Mengenal Pendapatan Berulang Atau Recurring Income untuk Perusahaan Pengembang Properti
Mungkin banyak yang belum mengetahui makna apa itu recurring income atau pendapatan berulang dari developer properti.
Recurring income atau pendapatan berulang adalah pendapatan yang diterima oleh perusahaan secara berkala dan stabil dari penyediaan jasa atau penyewaan aset, tentunya tanpa harus menjual aset properti.
Hal ini berbeda dengan penjualan unit properti yang bersifat sekali putus. Pendapatan berulang memberikan arus kas yang lebih bisa diprediksi dalam jangka panjang.
Recurring income tidak hanya berasal dari pusat perbelanjaan seperti sewa tenant atau hotel dari tarif kamar dan layanan lainnya, tetapi bisa berasal dari banyak sumber.
Sumber pendapatan berulang bisa berasal dari penyewaan ruang perkantoran yang diperoleh dari biaya sewa gedung yang dibayarkan per bulan atau per tahun.
Ada biaya pengelolaan alias service charge atau maintenance fee, yaitu biaya rutin yang dibayarkan pemilik apartemen atau ruko untuk pemeliharaan fasilitas umum.
Selain itu, ada data center dan infrastruktur digital yang merupakan penyewaan ruang penyimpanan data dan infrastruktur cloud.
Tidak ketinggalan, terdapat kawasan industri dan logistik, yaitu pendapatan sewa gudang modern dan lahan di industrial park.
Sebenarnya, ada sumber lainnya seperti penyewaan gedung atau lahan untuk rumah sakit, institusi pendidikan, tempat rekreasi dan hiburan yang bisa menjadi recurring income.
Mengintip Pendapatan Berulang Paradise Indonesia (INPP) Setiap Tahun yang Disumbangkan oleh Hotel dan Mal
Jika melihat laporan keuangan perseroan yang dikutip dari berbagai sumber seperti Idnfinancials.com dan Pasardana.id, pendapatan berulang INPP bisa terungkap.
Pada 2022, pendapatan berulang Paradise Indonesia dari sektor perhotelan (hospitality) mencapai Rp317,7 miliar, sementara dari komersial (retail) mencapai Rp388,4 miliar.
Pendapatan berulang perseroan dari dua sektor mencapai Rp955,5 miliar atau setara dengan 74% dari total pemasukan secara keseluruhan.
Dalam laporan keuangan pada 2024, INPP malah mencatatkan pendapatan berulang mencapai 82% yang mencapai Rp1,31 triliun.
Pemasukan dari sektor perhotelan mencapai Rp580,4 miliar, sementara dari sektor komersial tercatat mencapai Rp497,2 miliar.
Berdasarkan data lain dari sumber lainnya, perseroan mendapatkan recurring income yang mencapai 70% hingga 80% per tahun.
“Paradise Indonesia terus memperkuat struktur pendapatan dengan menjaga porsi recurring income di kisaran 70%, seiring pengembangan aset yang dilakukan secara konsisten,” kata Presiden Direktur Paradise Indonesia, Anthony Prabowo Susilo seperti dikutip Investasiproperti.id dari situs Media Indonesia.
“Kami tidak hanya sebagai pemilik properti, tetapi juga aktif sebagai pengembang yang menciptakan nilai pengalaman dari properti ikonik milik kami,” lanjutnya.
Mengungkap Strategi Pendapatan Berulang Paradise Indonesia (INPP) yang Berasal dari Hotel dan Mal
Recurring income perseroan yang terbilang besar setiap tahun tentunya merupakan bagian dari strategi INPP bertahan dalam persaingan.
Bisnis hospitality tentunya masih menjanjikan pendapatan yang besar, apalagi perseroan memiliki sejumlah portofolio hotel kelas atas.
Paradise Indonesia memiliki beberapa hotel mewah seperti Grand Hyatt, Hyatt Regency, Aloft, Sheraton yang memberikan pemasukan tetap yang stabil.
Sejumlah hotel yang dikelola oleh INPP berada di kawasan bisnis di Jakarta atau area destinasi wisata populer di Bali sehingga jumlah tamu terbilang stabil.
Sementara untuk sektor komersial, INPP mempunyai pusat perbelanjaan ikonik yang menjadi destinasi belanja masyarakat.
Developer mengelola mal seperti 23 Paskal, beachwalk, Plaza Indonesia, dan lainnya yang memberikan pendapatan sewa jangka panjang dari tenant yang besar dan stabil.
Pusat perbelanjaan tersebut masih menjadi pilihan berbelanja, apalagi beberapa di antaranya terintegrasi dengan hotel dan perkantoran.
Pengunjung pusat perbelanjaan dan karyawan perkantoran bisa menjadi konsumen untuk pusat perbelanjaan, begitu juga sebaliknya.
Kontribusi pendapatan berulang perseroan memang sangat dominan dibandingkan dengan penjualan apartemen atau hunian vertikal.
Hal ini tentunya menjamin arus kas atau cash flow yang positif meskipun sekarang ini penjualan apartemen memang terbilang lesu dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Developer Paradise Indonesia Belajar dari Masa Pandemi Sehingga Bisa Bertahan Melewati Masa Krisis
Strategi memacu pendapatan berulang ini memang menyelamatkan perseroan pada masa pandemi Covid-19 yang terjadi beberapa waktu lalu.
Saat itu, penjualan proyek properti memang melambat, tetapi pendapatan dari sewa tetap berjalan meski ada penyesuaian.
Perseroan juga melakukan diversifikasi properti di wilayah yang berbeda. Aset properti seperti hotel dan mal tersebar di Jakarta, Bandung, Batam, Bali, hingga Makassar.
Hal ini untuk mengurangi risiko kalau sebuah wilayah mengalami penurunan ekonomi. Kunjungan wisata di Bali mungkin sempat menurun, tetapi di Bandung dan kota lain masih stabil.
Tentunya, perusahaan pengembang properti tidak perlu ragu kalau salah satu sumber pendapatan berulang mengalami penurunan, tetapi dari sumber lainnya mengalami kenaikan.
Selain itu, pendapatan berulang yang stabil juga memberikan peluang bagi perseroan untuk memiliki dana segar untuk pembiayaan proyek properti terbaru.
Developer tidak perlu ragu bergantung kepada pendanaan dari bank yang biasanya memiliki tingkat suku bunga yang tinggi.
Sebenarnya, banyak kelebihan dari pendapatan berulang yang tinggi ini. Aset properti yang dikelola bisa naik, harga sewa juga naik, lantas nilai aset perusahaan juga naik.
Hal ini juga berimbas pada kepercayaan investor dan pemilik saham perseroan lantaran manajemen developer memiliki strategi yang terbukti ampuh.
Sebelumnya, ada ulasan soal Paradise Indonesia yang mengungkapkan perkembangan kuartal 1 2025. Pendapatan naik dibandingkan periode yang sama pada 2024.
Jangan lewatkan pembahasan perihal Antasari Place yang melakukan serah terima kunci pada pemilik. Paradise Indonesia pastikan fasilitas lengkap termasuk foodhall.
Tidak ketinggalan, terdapat penjelasan soal pendapatan Paradise Indonesia capai target pada 2024. Pemasukan berkembang, pendapatan bersih meningkat.
Situs Investasiproperti.id selalu menampilkan konten yang menarik mengenai pendapatan yang diperoleh oleh perusahaan pengembang properti setiap tahun.












