Home / Berita

Kamis, 29 Mei 2025 - 18:00 WIB

Cushman & Wakefield Jelaskan Pasar Kondominium di Jabodetabek Kuartal 1 2025. Penjualan Catatkan Tren Positif 

Sumber Foto: Frasershospitality.com

Sumber Foto: Frasershospitality.com

Konsultan properti Cushman & Wakefield jelaskan pasar kondominium di Jabodetabek kuartal 1 2025, pasokan tumbuh rendah pada periode ini.

Pasar hunian vertikal pada awal tiga bulan pertama memperlihatkan sejumlah hal menarik bagi para investor properti dan end user. 

Pertumbuhan pasokan apartemen di Jakarta memang rendah lantaran tidak adanya penyelesaian proyek baru.

Situs Investasiproperti.id akan membahasnya lebih lanjut dengan merangkum dari pernyataan tertulis yang diperoleh dari laporan Cushman & Wakefield. 

Laporan MarketBeat Cushman & Wakefield menyajikan analisa aktivitas ekonomi dan real estat komersial setiap kuartal yang mencakup tren pasokan, permintaan, dan harga di tingkat pasar dan sub-pasar.

Perusahaan Konsultan Properti Cushman & Wakefield Jelaskan Pasar Kondominium di Jabodetabek Kuartal 1 2025

Pada kuartal pertama tahun 2025, hanya dua proyek baru hunian vertikal yang selesai, menambah total 1.326 unit baru ke pasar. 

Hal ini membawa total pasokan kumulatif di Jabodetabek menjadi 395.612 unit, mencatatkan kenaikan sedikit sebesar 0,34% QoQ (quarter on quarter) dan 2,6% YoY (year on year). 

Kedua proyek yang baru selesai tersebut berada di pasar segmen menengah dan terletak di area sekunder di luar Jakarta, menunjukkan tren perluasan yang terus berlanjut di luar pusat kota. 

Baca Juga :  Cushman & Wakefield Prediksi Prospek Pasar Properti Asia Tenggara. Kawasan Ini Masih Menjadi Tujuan Investasi

Tidak ada peluncuran proyek baru pada kuartal ini, karena investor tetap berhati-hati di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini.

Adanya Tren Positif dalam Penjualan dan Tingkat Okupansi Hunian Vertikal

Tingkat penyerapan bersih untuk kondominium yang ada dan yang sedang dikembangkan di Jabodetabek meningkat sebesar 21% YoY, mencerminkan semakin meningkatnya kepercayaan pasar. 

Sama seperti kuartal sebelumnya, pertumbuhan ini masih didorong oleh pasar segmen menengah, dengan Tangerang dan Jakarta Selatan memimpin kegiatan penjualan. 

Tingkat penjualan keseluruhan kondominium yang ada meningkat sedikit sebesar 0,4%, mencapai 94,3% dibandingkan dengan 93,9% pada periode yang sama tahun lalu. 

Sebaliknya, tingkat prapenjualan sedikit turun menjadi 59,4% dari 60,4% YoY, menunjukkan pergeseran preferensi pembeli yang lebih memilih unit siap huni daripada berinvestasi dalam proyek yang masih dalam tahap pembangunan. 

Tren ini kemungkinan didorong oleh insentif pemerintah yang sedang berlangsung yang membuat unit yang sudah siap huni lebih menarik. 

Baca Juga :  Cushman & Wakefield Jelaskan Pasokan Perkantoran di CBD Jakarta Pada 2024. Permintaan Meningkat, Harga Sewa Stabil

Untuk area Jabodetabek, tingkat hunian meningkat sebesar 9,5% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan tingkat hunian keseluruhan mencapai 64,5%.

Area Sekunder Menjadi Pendorong Utama Pertumbuhan Harga Kondominium Secara Tahunan 

Pasar mengalami sedikit pertumbuhan pada kuartal ini, dengan harga naik 3,3% YoY dan 0,2% dibandingkan kuartal sebelumnya, mencapai Rp 50.100.000/m2 atau meter persegi. 

Dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun lalu, harga kondominium di CBD (central business district) meningkat sebesar 2,8% YoY menjadi Rp61.500.000/m2, 

Sementara itu, area utama mencatatkan kenaikan harga hunian vertikal dengan persentase 3,0% YoY menjadi Rp52.300.000/m2. 

Area sekunder mencatatkan pertumbuhan tertinggi, dengan kenaikan yang mencapai 4,9% YoY menjadi Rp 36.500.000/m2. 

Secara keseluruhan, harga kondominium di Jakarta diperkirakan akan tetap stabil pada kuartal-kuartal mendatang.

Jangan lewatkan ulasan Cushman & Wakefield terkait pasar hunian vertikal pada kuartal 3 2024 yang bisa menjadi acuan bagi proyeksi investor.

Sebelumnya, ada pembahasan mengenai perkantoran di CBD Jakarta terkait pasokan terbaru dan permintaan dari para penyewa.

Situs Investasiproperti.id selalu menyuguhkan konten yang menarik mengenai pembahasan mendalam terkait pasar hunian vertikal di Jakarta.

Share :

Baca Juga

Broker Properti APEX Tawarkan Banyak Manfaat untuk Agen

Berita

Broker Properti APEX Tawarkan Banyak Manfaat untuk Agen, Termasuk Jaringan Pinhome Sebagai Pemimpin Industri Properti di Indonesia
sinar mas land kerja sama dengan heha group hadirkan bsd city park

Berita

BSD City Park Punya Kebun Binatang. Jatim Park Group Janjikan Pengunjung Dapatkan Pengalaman Tidak Terlupakan
hdii chapter jakarta di homedec 2023

Berita

Menengok Designer’s Projects Showcase oleh HDII Jakarta di Homedec 2023. Seperti Apa Karya Interior Kekinian
ARTOTEL Living World Kota Wisata Cibubur Gelar Acara Terkait Valentine

Berita

ARTOTEL Living World Kota Wisata Cibubur Gelar Acara Terkait Valentine. Hotel Milik Artotel Group Ini Berkolaborasi dengan Day of Art
mall di surabaya jawa timur

Berita

Colliers Jelaskan Penyebab Kenaikan Tingkat Hunian Ritel di Surabaya. Punya Potensi Pada Masa Mendatang
MOIRE Bespoke Rugs Buka Showroom Baru

Berita

MOIRE Bespoke Rugs Buka Showroom Baru. Menampilkan Koleksi Lebih Banyak dan Memberikan Kenyamanan Bagi Konsumen
Colliers Jelaskan Proyeksi Pasar Perkantoran di Jakarta pada 2025

Berita

Colliers Jelaskan Proyeksi Pasar Perkantoran di Jakarta pada 2025. Skema Sewa yang Fleksibel dan Ruang Kantor Terbaik Menjadi Solusi Menarik
Mengenal Living Lab Ventures

Berita

Mengenal Living Lab Ventures. Corporate Venture Capital Sinar Mas Land untuk Sektor Agnostik di Asia Tenggara