Saatnya menelusuri asal usul kenapa Batam disebut Kota Teh Obeng, minuman khas yang punya sejarah dari Singapura.
Batam merupakan salah satu kawasan industri, bisnis, dan perdagangan di Indonesia. Lokasinya strategis karena dekat dengan Singapura dan Malaysia.
Lantaran hal itu, Batam tidak hanya cocok untuk menjadi tempat menetap, tetapi juga bisa menjadi pilihan lokasi investasi properti yang menguntungkan.
Mungkin banyak yang belum tahu kalau Batam merupakan nama kota dan nama pulau yang masuk ke dalam Provinsi Kepulauan Riau.
Wilayah kota ini memang unik lantaran mencakup sejumlah pulau sekaligus yaitu Pulau Batam, Pulau Rempang, Pulau Galang, dan lainnya.
Ketiga pulau besar tersebut terhubung dengan Jembatan Barelang yang merupakan salah satu jembatan terpanjang di Indonesia.
Kota Batam memiliki luas wilayah 1.034 km2 (kilometer persegi) dengan jumlah penduduk mencapai 1,2 juta jiwa menurut data BPS (Badan Pusat Statistik) pada Juni 2024.
Seperti halnya, kota lain di Indonesia, Batam memiliki julukan dan juga makanan khas yang kemudian identik dengan hal ini.
Situs Investasiproperti.id akan mengupas tuntas mengenai alasan kota bisnis ini memperoleh julukan terkait makanan tersebut.
Investasiproperti.id sudah menghimpun informasi dari berbagai portal berita daring nasional seperti Kompas.com dan Detik.com hingga situs resmi Pemerintah Kota Batam.
Membedah Alasan dan Sejarah Kenapa Batam Disebut Kota Teh Obeng
Kota Batam disebut kota apa? Batam memperoleh sebutan sebagai Kota Bandar Dunia Madani, kota industri, hingga Teh Obeng.
Kenapa Batam dijuluki Kota Teh Obeng tentu ada sejarahnya. Pertama, saatnya mengetahui mengapa disebut teh obeng.
Teh obeng dibuat dari seduhan daun teh yang mempunyai rasa pekat dan aroma khas, kemudian ada tambahan gula dan es batu.
Awalnya, asal mula minuman ini berasal dari Singapura. Namanya dalam bahasa Mandarin, yaitu xin cia po. Teh ini disajikan dengan es kristal. Dalam bahasa setempat disebut apeng.
Warga keturunan China atau Tionghoa di Batam juga mengenal teh apeng ini. Mereka punya garis keluarga dengan warga Tionghoa di Singapura.
Kata apeng perlahan berubah menjadi obeng lantaran pengaruh dialektika bahasa Melayu Indonesia yang digunakan oleh orang Batam. Perbedaan dialek bahasa mengubahnya.
Sejak saat itu, masyarakat Batam lebih mengenalnya menjadi teh obeng sebagai seduhan teh dengan tambahan gula dan es.
Lantaran di Batam memang banyak keturunan Tionghoa, ada sejumlah istilah terkait teh yang perlu kamu ketahui. Biasanya, istilah serupa juga dikenal di Malaysia dan Singapura.
Teh o adalah teh manis panas, teh peng berarti es teh manis, serta teh c adalah teh yang dicampur dengan susu.
Saat bertandang ke Batam, kamu tidak perlu bingung lagi saat memesan teh, termasuk teh obeng lantaran sudah mengetahui asal usulnya.
Sebelumnya, ada konten yang mengupas tuntas mengenai Palembang, Sumatra Selatan yang mendapatkan julukan sebagai Kota Pempek.
Tidak ketinggalan, ada konten yang mengisahkan jejak sejarah kenapa Malang, Jawa Timur memperoleh predikat sebagai Kota Apel.
Situs Investasiproperti.id selalu menampilkan konten yang menghibur dan menarik mengenai cerita dan julukan kota-kota di Indonesia.















