Perusahaan Bosch ungkap proses tahapan teknologi keselamatan dalam pameran otomotif terbesar di Indonesia, GIIAS 2026.
Korporasi global Bosch kembali hadir dalam pameran otomotif GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.
Pameran tersebut kembali diselenggarakan pada 30 Juli-9 Agustus di ICE BSD, BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten.
Kehadiran perusahaan raksasa ini bisa ditemukan pada booth Safety & Advanced Technology GAIKINDO bersama Bosch Indonesia.
Sekedar informasi tambahan kalau GAIKINDO adalah Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia yang sudah berdiri sejak 1969.
Bosch memamerkan sejumlah piranti keselamatan berkendara yang sudah dipasang pada beberapa merek mobil ternama di dunia.
Bosch Mengungkapkan Adanya Risiko yang Dihadapi oleh Para Pengendara Saat Berada di Jalan Raya
Risiko di jalan muncul dalam hitungan detik. Kendaraan di depan dapat mengerem mendadak, pejalan kaki tiba-tiba menyeberang, atau sepeda motor muncul dari titik buta.
Dalam kondisi seperti itu, yang menentukan bukan lagi sekadar refleks pengemudi, tetapi juga seberapa cepat kendaraan mampu mengenali risiko dan memberikan bantuan yang tepat.
Director of Mobility Solution Bosch Indonesia, Bernard Simanjuntak memberikan pernyataan mengenai hal yang penting tersebut.
“Perkembangan teknologi keselamatan bukan lagi sekadar tentang menambah fitur pada kendaraan,” ujar Bernard seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima oleh Investasiproperti.id.
“Tantangan berikutnya adalah memastikan teknologi dapat memberikan dukungan yang tepat pada situasi yang tepat, terutama ketika kondisi berkendara dan interaksi antar pengguna jalan semakin kompleks,” lanjutnya.
Bosch juga telah memperkenalkan teknologi keselamatan aktif seperti Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) yang dapat membantu saat berkendara.
Perusahaan Global Bosch Ungkap Proses Tahapan Teknologi Keselamatan yang Bisa Mengurangi Risiko di Jalan Raya
Bosch menjelaskan proses tersebut melalui tiga tahapan yang saling terhubung: Sense, Think, dan Act. Simak penjelasannya berikut ini.
1. Sense: ”Mata” Tambahan Kendaraan
Pandangan pengemudi tidak selalu mampu menjangkau seluruh area di sekitar kendaraan. Ada semacam blind spot yang perlu diketahui.
Dalam kondisi ini, Multi-Purpose Camera membantu mengenali marka jalan dan pengguna jalan lain yang berada di jalan yang sama.
Lantas, ada Radar Sensor mengukur jarak serta kecepatan objek, sementara Ultrasonic Sensor mendeteksi benda dalam jarak dekat.
Ketiganya bekerja layaknya ”mata” tambahan yang terus membaca lingkungan sekitar. Fitur ini bisa membantu kamu saat mengendarai mobil.
2. Think: ”Otak” yang Membaca Risiko
Setelah berbagai sensor mengenali kondisi di sekitar kendaraan, informasi dari berbagai sensor kemudian diolah oleh sistem komputasi.
Perangkat lunak menganalisis perubahan situasi, memperkirakan potensi risiko, dan menentukan apakah diperlukan respons tertentu.
Dalam hitungan milidetik, sistem komputasi mengolah seluruh informasi tersebut untuk memahami kondisi di sekitar kendaraan sebelum menentukan respons yang diperlukan.
3. Act: ”Refleks” saat Waktu Terbatas
Ketika risiko tabrakan meningkat, waktu pengemudi untuk bereaksi semakin sempit. Hitungannya bisa dalam detik saja.
Integrated Power Brake membantu menghasilkan respons pengereman yang cepat dan presisi untuk mengurangi kecepatan atau dampak benturan.
Fungsinya menyerupai ”refleks” tambahan, tanpa menggantikan kendali pengemudi. Hal ini tentu mengurangi risiko fatal.
Melalui rangkaian proses tersebut, sistem keselamatan modern tidak lagi hanya dirancang untuk mengurangi dampak kecelakaan, tetapi juga membantu pengemudi mengantisipasi risiko sejak lebih dini.
Semakin cepat risiko dikenali, semakin besar peluang kecelakaan dapat dihindari atau setidaknya bisa dikurangi.
Arah tersebut sejalan dengan upaya peningkatan keselamatan jalan raya, baik di tingkat global maupun nasional.
Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Global Road Safety Target 5 mengatakan bahwa seluruh kendaraan memenuhi standar keselamatan yang lebih tinggi pada 2030.
Di Indonesia, Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan juga menempatkan keselamatan kendaraan dan pengguna jalan sebagai dua dari lima pilar utama keselamatan jalan.
Sebelumnya, ada pembahasan mengenai aktivitas berkebun semakin digemari di Indonesia, Bosch menghadirkan sejumlah produk terbaru.
Jangan lewatkan penjelasan perihal Bosch hadir di Electrical & Power Indonesia 2025. Produsen menghadirkan produk terbaru untuk pekerjaan kelistrikan.
Tidak ketinggalan, penjabaran lengkap soal sudah tahu kalau mesin cuci piring Bosch hemat air, listrik, dan ramah lingkungan?
Situs Investasiproperti.id selalu menyediakan konten yang menarik mengenai teknologi terkini terkait keselamatan berkendara di jalan raya.















