Platform pembelajaran global Duolingo ingin membuka akses pendidikan lebih luas agar bisa memberikan manfaat kepada masyarakat.
Sejak berdiri pada 2011, Duolingo memang ingin membuka akses pendidikan yang lebih baik bagi lebih banyak orang.
Hal ini terungkap dalam perbincangan antara Luis von Ahn dengan kreator asal Indonesia, Raditya Dika di kantor Duolingo di New York City, Amerika Serikat.
Von Ahn adalah CEO (Chief Executive Officer) sekaligus salah satu pendiri (Founder) Duolingo. Pendiri lainnya adalah Severin Hacker.
Platform ini sudah tersedia di 194 negara dengan memberikan pilihan 40 bahasa dan 280 modul kursus bagi para pengguna.
Bagi von Ahn, menjangkau pembelajar di pasar seperti Indonesia memiliki kaitan erat dengan alasan ia mendirikan Duolingo.
Tumbuh besar di Guatemala, ia melihat bagaimana kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang baik dapat dipengaruhi oleh kondisi finansial sebuah keluarga.
Guatemala adalah sebuah negara yang berada di kawasan Amerika Tengah dan menjadi negara dengan jumlah penduduk terpadat di wilayah ini.
Platform Pembelajaran Global Duolingo Ingin Membuka Akses Pendidikan Lebih Luas Bagi Masyarakat
Pengalaman tersebut kemudian membentuk ambisi von Ahn untuk membuat akses belajar tersedia bagi semua orang.
“Saya ingin melakukan sesuatu yang dapat memberikan kesempatan yang setara bagi semua orang untuk mendapatkan pendidikan,” ujar von Ahn kepada Raditya seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima oleh Investasiproperti.id.
Ia menegaskan bahwa misi Duolingo adalah menghadirkan pendidikan terbaik di dunia dan membuatnya dapat diakses oleh siapa saja.
Menurutnya, keterbatasan finansial seharusnya tidak menjadi penghalang bagi seseorang untuk belajar, sehingga mereka yang tidak mampu membayar tetap dapat belajar melalui platform Duolingo.
Apalagi, seiring semakin banyak pembelajar di Indonesia mempelajari bahasa untuk mendukung pendidikan, karier, dan peluang internasional.
Duolingo terus mengembangkan kurikulumnya untuk membantu pengguna menguasai kemampuan bahasa yang lebih lanjut dan praktis.
Saat ini, sembilan kursus bahasa paling populer di Duolingo telah tersedia hingga tingkat B2 (menengah atas atau upper-intermediate).
Bagi pembelajar di Indonesia yang memiliki motivasi kuat untuk mendukung pendidikan mereka, pengembangan ini memberikan kesempatan untuk terus meningkatkan kemampuan bahasa, tidak hanya pada tingkat dasar.
Latihan Percakapan Bahasa Berbasis AI Bisa Mendukung Pengguna Platform Berlatih Lebih Baik Lagi
Dalam wawancara tersebut, von Ahn juga menjelaskan bagaimana latihan percakapan berbasis AI (artificial intelligence) dapat membantu pembelajar berlatih berbicara tanpa rasa takut akan dinilai oleh orang lain.
Dengan begitu, mereka dapat lebih leluasa berlatih menggunakan bahasa yang masih belum mereka kuasai dengan percaya diri.
Pendekatan ini sejalan dengan semangat pembelajar di Indonesia untuk terus mengembangkan diri menjadi lebih baik lagi.
Hal ini sekaligus membantu mereka menerapkan pengetahuan bahasa yang telah dipelajari ke dalam praktik berbicara untuk kebutuhan sekolah, pekerjaan, maupun percakapan sehari-hari.
Kunjungan tersebut juga menjadi momen yang lebih dekat dengan Indonesia bagi von Ahn yang menyelesaikan pendidikannya di Amerika Serikat.
Pendiri Duolingo Ingin Mendatangi Sejumlah Pulau di Indonesia Setelah Sebelumnya Pernah Berkunjung ke Bali
Pria berusia 48 tahun ini juga mencicipi berbagai camilan khas Indonesia dan mengenakan kemeja batik yang diberikan oleh Raditya.
Selain itu, ia berlatih memperkenalkan diri dan mengucapkan terima kasih kepada para pembelajar dalam bahasa Indonesia.
Setelah sebelumnya pernah berkunjung ke Bali, ia mengungkapkan keinginannya untuk menjelajahi pulau-pulau lain di Indonesia.
Momen tersebut membawa kembali percakapan pada pengalaman sehari-hari yang ingin dihadirkan Duolingo sejak didirikan.
Semua itu adalah menumbuhkan rasa ingin tahu, berani mencoba hal baru, dan mengambil langkah pertama untuk mempelajari bahasa baru.
Situs Investasiproperti.id selalu menyuguhkan konten yang menarik mengenai aplikasi belajar bahasa yang digunakan oleh masyarakat Indonesia.















