Konsultan properti Colliers jelaskan konektivitas transportasi dan okupansi perkantoran di Jakarta yang harus dipahami oleh pemilik gedung.
Berdasarkan pengamatan Office Services Colliers Indonesia, konektivitas terhadap infrastruktur transportasi massal kini semakin menjadi faktor penentu utama kinerja sektor perkantoran di Jakarta.
Hal ini secara fundamental mengubah preferensi para penyewa terhadap perkantoran serta strategi investasi properti.
Saat meningkatnya tantangan mobilitas di kawasan Jabodetabek, perusahaan mulai mendefinisikan ulang strategi tempat kerja mereka.
Aksesibilitas terhadap sistem transportasi terintegrasi seperti MRT Jakarta, LRT Jabodebek, KRL Commuter Line, dan TransJakarta BRT (Bus Rapid Transit) sangat penting.
Saat ini, hal tersebut telah menjadi faktor penentu yang memengaruhi keputusan penyewaan serta kinerja aset secara keseluruhan.
Kawasan Sudirman dilewati MRT Jakarta dan TransJakarta. Area Thamrin juga demikian, malah dekat dengan akses KRL.
Sementara, wilayah Kuningan dan Rasuna Said dekat dengan akses LRT Jakarta dan TransJakarta. Area Dukuh Atas menjadi pertemuan dari semua transportasi massal di Jakarta.
Perusahaan Konsultan Properti Colliers Jelaskan Konektivitas Transportasi dan Okupansi Perkantoran di Jakarta
Jakarta sudah berkembang pesat dengan memiliki sejumlah transportasi massal yang modern yang menghubungkan kawasan bisnis dengan permukiman di wilayah penyangga.
Kehadiran transportasi massal yang sudah terhubung ini juga berdampak pada nilai investasi gedung perkantoran di Jakarta dan tingkat hunian.
“Konektivitas berperan dalam mentransformasi nilai aset real estat,” kata Head of Office Services Colliers Indonesia Bagus Adikusumo seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima oleh Investasiproperti.id,
“Gedung kantor yang terintegrasi dengan infrastruktur transportasi menunjukkan daya tarik permintaan yang lebih tinggi serta ketahanan yang lebih baik, bahkan di tengah kondisi pasar yang dinamis,” lanjutnya.
Konektivitas transportasi umum tentunya ini juga memudahkan karyawan untuk pergi dari rumah menuju tempat kerja.
Colliers Mengungkapkan Sejumlah Fakta Terbaru Mengenai Sektor Gedung Perkantoran di Jakarta
Berdasarkan insight terbaru Colliers, berikut merupakan beberapa temuan utama yang diidentifikasi dalam pasar perkantoran di Jakarta, yaitu:
- Salah satu pendorong utama permintaan perkantoran di Jakarta adalah aksesibilitas, yang semakin melampaui berbagai pertimbangan lainnya.
- Tingkat okupansi yang 8%–9% lebih tinggi tercatat pada gedung perkantoran di Jakarta yang memiliki akses ke MRT Jakarta dan LRT Jabodebek dibandingkan dengan yang tidak memiliki konektivitas tersebut.
- Konektivitas yang kuat antara gedung perkantoran di Jakarta dan jaringan transportasi terintegrasi mendukung prioritas utama penyewa.
- Sinkronisasi antara simpul transportasi dan klaster perkantoran di Jakarta menciptakan “connectivity premium”.
Implikasinya tidak hanya terbatas pada aspek kenyamanan bagi para pekerja atau karyawan saja, tetapi lebih dari itu.
Ketersediaan akses terhadap jaringan transportasi terintegrasi, berkontribusi pada peningkatan produktivitas, dan pengurangan tingkat stres di perjalanan.
Selain itu, kehadirannya mendukung retensi karyawan, yang merupakan faktor semakin penting dalam lingkungan persaingan talenta yang kompetitif.
Colliers Memberikan Strategi Bagi Pengelola Gedung Perkantoran yang Berlokasi di Luar Koridor Utama Transportasi Umum
Bagi gedung kantor yang berada di luar koridor utama transportasi, penerapan strategi adaptif menjadi semakin krusial.
Pemilik gedung dapat meningkatkan daya saing melalui cara seperti strategi harga yang kompetitif, penyediaan layanan antar-jemput ke simpul transit, peningkatan fasilitas, serta penyediaan opsi ruang kerja yang fleksibel.
Konektivitas kini telah berkembang dari fitur pendukung menjadi salah satu karakteristik utama keberhasilan suatu gedung perkantoran.
Seiring dengan berkembangnya sistem transportasi Jakarta, aksesibilitas diperkirakan akan terus menjadi salah satu pendorong utama permintaan pada masa mendatang.
Sebelumnya, ada pembahasan soal keuntungan penyewa melakukan studi kelayakan gedung kantor. Colliers mengungkapkan kerugian kalau tidak melaksanakannya.
Jangan lewatkan penjelasan perihal Colliers yang memaparkan 3 fase studi kelayakan ruang kantor bagi penyewa. Hal ini penting agar sesuai kebutuhan.
Tidak ketinggalan, ada ulasan mendalam mengenai Colliers yang mengungkapkan untung dan rugi perusahaan menyewa gedung kantor semi furnished.
Situs Investasiproperti.id selalu menyajikan konten yang menarik mengenai ulasan terbaru mengenai sektor perkantoran di Jakarta.















