Lembaga BP Tapera optimalkan penyaluran KPR FLPP di Subang untuk mempermudah akses masyarakat untuk pembiayaan yang terjangkau.
Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) terus mendorong percepatan penyaluran KPR (Kredit Pemilikan Rumah) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Upaya tersebut dilakukan bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), BRI, serta Pemerintah Kabupaten Subang untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau.
SEVP (Senior Executive Vice President) Micro Business Empowerment BRI, Muhammad Candra Utama memberikan pernyataan mengenai kegiatan ini.
Muhammad menyampaikan bahwa BRI terus mendukung sektor perumahan, baik dari sisi pembiayaan masyarakat maupun pelaku usaha.
Hingga 1 Oktober 2026, BRI mencatat penyaluran pembiayaan program perumahan sekitar Rp12,54 triliun kepada 85.539 debitur.
Dukungan pembiayaan tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan masyarakat dalam memiliki rumah sekaligus mendorong kapasitas pelaku usaha yang terlibat dalam pembangunan perumahan.
BP Tapera Optimalkan Penyaluran KPR FLPP di Subang untuk Memudahkan Masyarakat Mengakses Pembiayaan Rumah Subsidi
Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi menyambut baik program yang dilakukan oleh sejumlah lembaga tersebut.
Menurut Reynaldy, pertumbuhan ekonomi, industri, investasi, dan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Subang perlu diikuti dengan peningkatan akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.
Perkembangan kawasan industri juga dinilai mendorong peningkatan kebutuhan hunian, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan pekerja di sekitar kawasan pertumbuhan ekonomi baru.
Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa kebijakan pada sektor perumahan harus memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
Dalam dialog bersama peserta, Maruarar menggali kondisi pelaku ekosistem perumahan, mulai dari pengembang properti, kontraktor, toko bahan bangunan hingga pelaku usaha lainnya.
Ia menekankan bahwa dukungan pemerintah tidak hanya perlu diberikan kepada masyarakat yang ingin memiliki rumah tinggal saja.
Akan tetapi, pemerintah juga mendorong kepada pelaku usaha pada sisi penyediaan agar pembangunan rumah dapat berlangsung lebih cepat.
“Mari kita berlomba-lomba bahagiakan rakyat,” ujar Maruarar seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima oleh Investasiproperti.id.
BP Tapera Mengungkapkan Penyaluran KPR FLPP Hingga Awal Oktober 2026 Termasuk Kabupaten Subang
Sementara itu, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menyampaikan bahwa target penyaluran FLPP tahun 2026 sebesar 350 ribu unit.
Hingga 4 Oktober 2026, realisasinya telah mencapai 166.938 unit atau 47,69 persen dari target. Provinsi Jawa Barat mencatat realisasi tertinggi sebanyak 39.140 unit.
Sementara itu, Kabupaten Subang telah merealisasikan 1.115 unit rumah subsidi. Kabupaten ini belum masuk ke daftar tiga besar provinsi Jawa Barat.
Kabupaten Subang juga memiliki pasokan sebanyak 1.678 unit rumah dalam berbagai tahapan, mulai dari booking, kaveling, pembangunan hingga siap huni.
Secara nasional, BP Tapera memperkuat ekosistem pembiayaan melalui kerja sama dengan 43 bank penyalur dan 22 asosiasi pengembang properti.
“BP Tapera terus mendorong percepatan penyaluran FLPP dengan memperkuat dukungan dari pemerintah daerah, perbankan, pengembang, dan seluruh pemangku kepentingan,” kata Heru.
“Kabupaten Subang memiliki potensi besar, didukung pertumbuhan kawasan industri, investasi, serta ketersediaan pasokan rumah yang dapat semakin memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau,” imbuhnya.
BP Tapera Mendorong Masyarakat untuk Menggunakan Aplikasi untuk Mencari Rumah Subsidi dan Pembiayaannya
Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana Tapera Sid Herdi Kusuma menambahkan, masyarakat dapat memanfaatkan Sikumbang dan aplikasi Tapera Mobile.
Masyarakat bisa mencari informasi rumah subsidi, melakukan simulasi pembiayaan, serta mengakses proses pengajuan KPR FLPP melalui bank penyalur.
“BP Tapera ingin memastikan masyarakat semakin mudah memahami dan mengakses KPR FLPP, mulai dari mencari rumah yang sesuai, mengetahui persyaratan, melakukan simulasi pembiayaan, hingga mengajukan KPR melalui bank penyalur,” kata Sid.
“Kami berharap berbagai kemudahan yang tersedia dapat semakin membuka akses MBR untuk memiliki rumah pertama yang layak dan terjangkau,” lanjutnya.
Dengan dukungan pembiayaan, ketersediaan pasokan rumah, serta kemudahan akses informasi, penyaluran FLPP diharapkan dapat semakin optimal dan menjangkau lebih banyak MBR di Kabupaten Subang.
Situs Investasiproperti.id selalu menyuguhkan konten yang menarik mengenai kegiatan yang digelar oleh lembaga penyaluran kredit perumahan.











