Lembaga pemerintah BP Tapera ungkap BNI percepat penyaluran KPR FLPP dengan menghabiskan sisa kuota pada akhir tahun 2026.
Bank Negara Indonesia (BNI) mempercepat penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk memenuhi kuota 2026.
Hingga September 2026, BNI memperoleh kuota 16.800 unit rumah subsidi dengan realisasi reimbursement sebanyak 12.566 unit.
Dengan demikian, masih tersisa kuota 4.234 unit yang ditargetkan tersalurkan pada Oktober hingga Desember 2026.
BNI memproyeksikan penyaluran 1.565 unit hunian pada Oktober, 1.350 unit pada November, dan 1.319 unit pada Desember.
BP Tapera Ungkap BNI Percepat Penyaluran KPR FLPP untuk Mempermudah Akses Pembiayaan Perumahan
Percepatan ini dilakukan untuk memperluas akses Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) terhadap rumah subsidi.
Strategi yang disiapkan meliputi optimalisasi basis data nasabah yang memenuhi kriteria dan penguatan kerja sama dengan pengembang untuk menyediakan rumah siap stok.
Selain itu, strategi lainnya yang akan dilakukan adalah peningkatan sosialisasi dan partisipasi dalam akad massal FLPP.
Secara keseluruhan, BNI telah mendukung penyaluran lebih dari 120 ribu unit rumah FLPP. Portofolio KPR FLPP BNI tercatat Rp14,97 triliun dengan 129.442 rekening.
BNI menegaskan komitmennya mendukung target pemerintah melalui kolaborasi dengan BP Tapera, pengembang, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Kami tetap memberikan komitmen untuk melaksanakan target-target kami sesuai dengan yang telah ditetapkan,” ujar perwakilan BNI seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima oleh Investasiproperti.id.
BP Tapera Berencana Untuk Menyelenggarakan Akad Massal KPR FLPP Pada Desember 2026 Mendatang
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengapresiasi dukungan BNI dalam mempercepat pencapaian target program perumahan.
Ia juga mendorong BNI untuk mengoptimalkan penyaluran melalui pemetaan wilayah potensial dan peningkatan sosialisasi.
Sementara itu, Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menyampaikan rencana akad massal KPR FLPP sebanyak 71.000 unit pada 17 Desember 2026 di Malang, Jawa Timur.
Selain itu, kegiatan serupa akan dilangsungkan dengan minimal 30.000 unit hunian tinggal pada 31 Desember 2026 di Bekasi, Jawa Barat.
“Kami menargetkan akad massal 71.000 unit pada 17 Desember dan minimal 30.000 unit pada 31 Desember 2026,” kata Heru.
Situs Investasiproperti.id selalu menyuguhkan konten yang menarik mengenai peran serta perbankan dalam menyalurkan kredit pembiayaan perumahan.















