Konsultan properti Knight Frank terangkan serapan lahan kawasan industri pada 2025 yang ditopang sejumlah sektor yang berkembang.
Meski tidak sebaik seperti tahun 2024 lalu, performa sektor industri masih terbilang positif pada paruh pertama tahun 2025 ini.
Disrupsi rantai pasokan akibat perang dagang Amerika Serikat-China dan penetapan tarif Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menjadi tantangan yang nyata.
Hal ini sekaligus membuka peluang negara-negara di Asia untuk mendapatkan kesempatan relokasi industri, peluang ini juga terbuka untuk Indonesia.
Pada tahun 2025 ini, (electric vehicle) EV-related menjadi sektor potensial yang menyerap lahan di koridor timur Jakarta.
Kondisi ini merupakan kelanjutan dari penanaman investasi China dan Vietnam yang telah dieksekusi sejak tahun 2024 lalu.
Seiring dengan itu, pada saat yang sama publik menyaksikan koridor barat turut menggeliat dengan dominasi serapan lahan untuk sektor tekstil.
Perusahaan Konsultan Properti Knight Frank Terangkan Serapan Lahan Kawasan Industri Pada 2025
“Serapan lahan kawasan industri masih menunjukan tren positif, meski tidak sekuat tahun 2024,” kata Country Head Knight Frank Indonesia Willson Kalip seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima oleh Investasiproperti.id.
“Kebijakan tarif yang diterapkan Presiden Trump menjadi alarm bagi sektor industri, namun sekaligus membuka peluang untuk memanfaatkan pergeseran rantai pasokan global,” lanjutnya.
“Manisnya pertumbuhan industri electric vehicle, diharapkan juga meluas ke pertumbuhan industri lainnya,” katanya lagi.
“Seperti data center, electronic dan textile, sehingga ragam kegiatan industri dapat menjadi engine generator yang tangguh untuk pertumbuhan ekonomi ke depan,” imbuhnya.
Sementara itu sektor data center, meski tetap positif dalam menyerap lahan, tetapi pada awal tahun ini cenderung melemah jika dibandingkan serapannya dalam tiga tahun terakhir.
Terkait aksi demonstrasi, saat ini diperkirakan investor akan terus memantau upaya Pemerintah dalam memberikan jaminan keamanan dan menjaga kestabilan politik.
Sementara itu, untuk jangka panjang, prospek Indonesia masih sangat potensial sebagai destinasi ekspansi industri,
Hal ini bisa terwujud jika dapat membangun iklim investasi yang kondusif dan menjaga kepercayaan investor dari luar negeri.
Mengintip Perkembangan Kawasan Industri di Jakarta dan Kawasan Penyangga Pada Semester 1 2025
Nah, berikut ini adalah pembaruan pasar industri Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) dan sekitarnya periode paruh pertama 2025.
Total stok kawasan industri di Greater Jakarta dan sekitarnya bertambah, saat ini tercatat berkisar 15.850 hektare. Total serapan lahan pada semester ini berkisar 125,8 hektare.
Karawang (Jawa Barat), Cilegon dan Serang (keduanya di Banten) disusul dengan Bekasi (Jawa Barat) menjadi submarket yang potensial saat ini.
Harga masih relatif stabil saat ini, meski submarket Karawang dan Tangerang (Banten) menunjukan penyesuaian harga.
Industri EV-related menjadi occupier yang paling aktif pada awal tahun 2025, melanjutkan performanya pada akhir tahun 2024 lalu.
Sebelumnya ada uraian singkat soal Knight Frank yang menerangkan perkantoran di Jakarta semester 1 2025, mayoritas gedung premium di CBD Jakarta telah bersertifikasi hijau.
Jangan lewatkan pembahasan singkat perihal Knight Frank yang menjelaskan kondominium Jakarta semester 1 2025 dengan transaksi terbesar berasal dari kelas menengah.
Tidak ketinggalan terdapat ulasan Knight Frank yang mengungkapkan apartemen sewa di Jakarta yang masih memiliki kinerja yang baik.
Situs Investasiproperti.id selalu menyuguhkan konten yang menarik mengenai perkembangan terbaru kawasan industri di Jakarta dan kawasan penyangga.














