Developer Metland ungkap pendapatan berulang kuartal 3 2025, sebagian besar merupakan penjualan rumah tapak di sejumlah township.
PT Metropolitan Land Tbk menyelenggarakan public expose untuk melaporkan kinerja keuangan pada Senin (10/11/2025).
Emiten dengan kode MTLA ini membukukan marketing sales hingga September 2025 yang mencapai sebesar Rp1,345 triliun.
Pendapatan tersebut berasal dari penjualan residensial sebesar Rp722 miliar serta pendapatan berulang atau recurring income sebesar Rp409 miliar.
“Komposisi pendapatan Metland pada kuartal III 2025 terdiri atas 64 persen dari penjualan residensial,” ujar Direktur Keuangan Olivia Surodjo
“Dan 36 persen dari pusat perbelanjaan, hotel, pusat rekreasi dan pendapatan lain-lain,” lanjut Olivia menerangkan.
Penjualan Properti Residensial Masih Memberikan Sumbangan Pendapatan Bagi Perseroan Pada 2025
Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk Anhar Sudradjat mengatakan kalau sebagian besar pendapatan perseroan disumbangkan oleh penjualan properti di tiga lokasi.
Pertama, Metland Transyogi yang merupakan perumahan tapak seluas 124 hektare yang berada di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kedua, Metland Cibitung yang juga kota mandiri berkonsep TOD (transit oriented development) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Ketiga, Metland Cikarang. Salah satu pengembangan terbaru Metland yang berlokasi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Kebetulan, lokasi kedua pengembangan proyek ini, Metland Cibitung dan Metland Cikarang memang berdekatan dan terhubung oleh jembatan.
Perusahaan Pengembang Properti Metland Ungkap Pendapatan Berulang Kuartal 3 2025
Sementara itu, pendapatan berulang perseroan terutama didukung oleh kinerja Metropolitan Mall Bekasi di Kota Bekasi, Jawa Barat.
Serta peningkatan performa dari sektor hotel melalui Hotel Horison Ultima Seminyak dan Metland Venya Ubud, keduanya berlokasi di Bali.
Metland mengelola sejumlah pusat perbelanjaan dan area komersial di Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Selain itu, MTLA juga mengelola sejumlah hotel yang berada di Bekasi, Cirebon, dan Kertajati yang semuanya berada di Jawa Barat.
Olivia menambahkan kalau kontribusi sektor perhotelan untuk pendapatan berulang perusahaan pengembang properti mencapai 26%.
Sementara itu, dari sisi neraca, total aset perseroan meningkat menjadi Rp7,7 triliun atau naik 3,84 persen dibandingkan akhir tahun sebelumnya.
Liabilitas tercatat Rp1,9 triliun atau naik 5,82 persen dan ekuitas meningkat 3,19 persen menjadi Rp5,7 triliun, mencerminkan kondisi keuangan yang terjaga.
Sebelumnya, ada ulasan mengenai Metland Cibitung yang menghadirkan Boo Halloween Event di Millenia City yang memberikan pengalaman seru dan interaktif untuk keluarga.
Jangan lewatkan uraian soal Metland yang membukukan laba pada kuartal 3 2024. Pendapatan perseroan naik lantaran recurring income dari mal dan hotel.
Tidak ketinggalan, terdapat ulasan lengkap pusat perbelanjaan milik Metland, Grand Metropolitan yang menghadirkan Immigration Lounge.
Situs Investasiproperti.id selalu menyuguhkan konten yang menarik mengenai laporan keuangan developer dalam kurun waktu tertentu.















