Konsultan properti Cushman & Wakefield ungkap pasar kawasan industri dan pergudangan kuartal 1 2025 yang perlu diketahui.
Ternyata, terungkap kalau seluruh kawasan industri dan pasar pergudangan muncul pasokan baru pada awal triwulan 2025.
Sementara itu, permintaan juga tumbuh secara berkelanjutan sekaligus menandai performa pasar sektor ini.
Situs Investasiproperti.id akan membahasnya lebih lanjut dengan merangkum dari pernyataan tertulis yang diperoleh dari laporan Cushman & Wakefield.
Laporan MarketBeat Cushman & Wakefield menyajikan analisa aktivitas ekonomi dan real estat komersial setiap kuartal yang mencakup tren pasokan, permintaan, dan harga di tingkat pasar dan sub-pasar.
Perusahaan Konsultan Properti Cushman & Wakefield Ungkap Pasar Kawasan Industri dan Pergudangan Kuartal 1 2025
Sebuah kawasan industri baru seluas 46 hektare telah diluncurkan di Purwakarta, Jawa Barat, sehingga total pasokan lahan industri kumulatif mencapai 16.674 hektare.
Kemunculan kawasan ini terjadi seiring dengan semakin terbatasnya ketersediaan lahan di wilayah Bekasi dan Karawang, Jawa Barat.
Pasokan lahan industri di masa depan diperkirakan akan bergeser lebih jauh ke timur dari koridor industri yang sudah terbentuk tersebut.
Sekitar 99.335 m2 ruang gudang baru telah ditambahkan ke dalam total inventory, melalui pembangunan gudang modern baru di Karawang.
Hal ini menjadikan total pasokan kumulatif lahan gudang di wilayah tersebut mendekati tingkat yang ada di Bekasi, Jawa Barat dan Tangerang, Banten.
Tidak ketinggalan, semua ini menunjukkan pertumbuhan berkelanjutan pasar pergudangan di sub pasar Karawang dan Purwakarta.
Permintaan Kawasan Industri Tumbuh Secara Berkelanjutan dan Kinerja Pasar Sektor Ini Terbilang Baik
Sebanyak 97,70 hektare transaksi penjualan lahan tercatat pada kuartal satu 2025, mencerminkan peningkatan sebesar 61,8% QoQ (quarter on quarter) dan 51,7% YoY (year on year).
Sektor data center (DC) dan otomotif menjadi pendorong utama pasar, melanjutkan tren pertumbuhan yang berkelanjutan sejak tahun sebelumnya.
Sementara itu, per Maret 2025, tingkat okupansi rata-rata gudang sewa berada di angka 82,54%, turun 3,12% dibanding kuartal sebelumnya.
Penurunan tingkat hunian gudang modern tersebut terutama disebabkan oleh masuknya pasokan baru berskala besar.
Pola permintaan tetap stabil pada kuartal satu 2025, dengan sektor otomotif dan logistik yang didorong oleh aktivitas e-commerce, tetap menjadi kontributor utama permintaan.
Harga Lahan Kawasan Industri Naik, Harga Sewa Gudang Modern Tetap Stabil
Harga rata-rata lahan industri pada kuartal pertama 2025 tercatat sebesar Rp 2.860.000/m2 atau meter persegi, mencerminkan pertumbuhan YoY sebesar 3,80%.
Sementara itu, tarif sewa gudang modern rata-rata tetap sama pada angka Rp 79.621/m2/bulan.
Meskipun harga lahan industri mengalami kenaikan moderat, tarif sewa gudang tetap relatif stabil memasuki tahun 2025.
Jangan lewatkan konten yang membahas kinerja kawasan industri di Jakarta pada 2024. Seperti apa kinerja pasar ini yang bisa menjadi insight.
Tidak ketinggalan, ada pembahasan mengenai dana investasi properti ke kawasan Asia Pasifik. Insight yang diperlukan oleh para investor properti.
Situs Investasiproperti.id selalu menyediakan konten yang menarik mengenai kawasan industri dan pergudangan modern di Jakarta dan wilayah penyangga.













