Perusahaan konsultan properti Colliers ungkap peran teknologi manajemen fasilitas gedung yang dapat membantu kinerja pengelola.
Dalam lanskap bisnis yang terus bergerak seperti saat ini, untuk menjadi yang terdepan adalah sebuah perjuangan tiada henti.
Situs Investasiproperti.id akan membahasnya lebih lanjut dengan merangkum pernyataan tertulis yang diterima dari Colliers Indonesia.
Tim Manajemen Fasilitas Colliers Indonesia memahami akan hal ini. Mereka telah melihat bagaimana perusahaan menghadapi berbagai tantangan operasional, seperti:
Pertama, mengelola sejumlah besar aset yang tersebar di berbagai lokasi. Kedua, kemampuan untuk mengukur kinerja tim Corporate Real Estate (CRE) secara akurat dalam mengelola properti.
Ketiga, memastikan standar yang konsisten. Keempat, melacak jejak karbon perusahaan. Kelima, menyeimbangkan pengeluaran dengan pencapaian hasil yang optimal.
“Dalam dunia Corporate Real Estate (CRE) yang dinamis, untuk mengatasi tantangan yang ada, tim CRE dapat mengadopsi teknologi dan analitik data,” ujar Head of Facilities Management Colliers Christina Ng seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima oleh Investasiproperti.id.
“Memanfaatkan teknologi dan analitik data dapat meningkatkan kemampuan untuk melacak dan menganalisis kinerja,” lanjutnya.
“Alat seperti perangkat lunak manajemen pemeliharaan dapat memberikan insights secara langsung dan memfasilitasi pengambilan keputusan yang lebih terinformasi,” katanya lagi.
Konsultan Properti Colliers Ungkap Peran Teknologi Manajemen Fasilitas Gedung
Guna mengukur seberapa baik kinerja tim CRE, mereka perlu mengandalkan masukan dari penyewa dan divisi lainnya.
Bayangkan apabila terdapat sebuah sistem tunggal yang mengintegrasikan semua fungsi dan menawarkan pandangan menyeluruh dan memonitor atas seluruh operasi.
Peran Computerized Maintenance Management Systems (CMMS) menjadi semakin penting untuk manajemen fasilitas yang efisien dan efektif.
Ada sejumlah penyebabnya. Pertama, kemampuannya untuk meningkatkan efisiensi kerja. Kedua, meningkatkan kualitas kerja.
Ketiga, membawa penghematan biaya yang signifikan dengan meningkatkan fleksibilitas, efektivitas, dan efisiensi. Keempat, mendukung keberlanjutan lingkungan.
Upaya menjelajah menuju transformasi digital sangat layak untuk diupayakan oleh para pengelola gedung.
Ketika seluruh pihak yang berkepentingan terbiasa dengan system yang ada, proses bisnis menjadi lebih efisien dan efektif, sehingga mengarah pada peningkatan efisiensi yang signifikan.
Meskipun menantang, transisi menuju budaya kerja digital pada akhirnya membawa manfaat yang signifikan.
Transformasi ini tidak hanya meningkatkan kinerja operasional tetapi juga memberikan pengembalian investasi yang substantial.
Sebelumnya, ada konten yang membahas mengenai proyeksi Colliers mengenai pasar perkantoran di Jakarta pada 2025.
Situs Investasiproperti.id selalu menyediakan konten yang menarik mengenai ulasan konsultan properti mengenai pasar perkantoran di Jakarta.















