Perusahaan property tech platform Pinhome gelar media talk show yang menghadirkan sejumlah pembicara yang kompeten di bidangnya.
Dalam pergerakan ekonomi dan pasar properti yang semakin dinamis, kemampuan untuk membaca arah tren menjadi kunci untuk mengambil keputusan cerdas.
Hal tersebut diperlukan baik untuk membeli rumah pertama, berinvestasi properti, maupun mengembangkan bisnis dalam skala luas.
Situs Investasiproperti.id akan mengupasnya secara tuntas dengan mengutip pernyataan tertulis yang dikirimkan oleh Pinhome.
Dalam media talk show bertajuk “Tren Properti Pendukung Gaya Hidup Urban: Koperasi Flat & Active Lifestyle” pada 21 Agustus 2025, Pinhome merilis temuan terbaru.
Semuanya diungkapkan dalam Indonesia Residential Market Report Semester 1 2025 yang mengungkap banyak hal dalam industri properti.
Mulai dari preferensi konsumen, dinamika suplai dan permintaan hunian, serta peluang yang terbuka dalam area properti komersial.
Gelar wicara atau talk show tersebut menghadirkan Dayu Dara Permata sebagai CEO (chief executive officer) dan Founder Pinhome.
Selain itu, hadir Marco Kusumawijaya selaku Pendiri Rujak Center for Urban Studies and Jakarta Arts Council, dan Dewi Damajanti Widjaja sebagai Head of Mortgage Permata Bank sebagai pembicara.
Property Tech Platform Pinhome Gelar Media Talk Show yang Menjelaskan Sejumlah Hal Terbaru dalam Sektor Properti
Laporan terbaru dari Pinhome menunjukkan adanya pergeseran signifikan dalam penyediaan hunian premium ke kawasan penyangga ibu kota seperti BSD City, PIK (Pantai Indah Kapuk), dan Sentul.
Wilayah tersebut sudah menjelma menjadi kota mandiri yang memiliki fasilitas umum dan fasilitas sosial yang lengkap sertai infrastruktur yang mendukung.
Selain itu, konsumen yang mengambil KPR (kredit pemilikan rumah) dengan promo bunga fixed saat era pandemi (tahun 2020 – 2022) mengalami masalah baru.
Mereka menghadapi lonjakan suku bunga floating hingga dua kali lipat pada tahun 2025. Tidak heran, banyak yang memilih melakukan take over.
Selain KPR take over, tren pembiayaan juga menunjukkan pergeseran preferensi ke KPR Syariah. Kebetulan KPR Syariah juga semakin tumbuh.
Tidak ketinggalan, ada kisah mengenai hunian koperasi Flat Menteng yang bisa menjadi solusi hunian terjangkau di pusat kota untuk gaya hidup urban
Hunian Koperasi di Menteng yang digagas oleh Marco Kusumawijaya. Hunian ini sempat viral di media massa dan juga media sosial.
Sebelumnya, ada pembahasan perihal aparthouse, tempat tinggal yang menggabungkan fungsi apartemen sebagai hunian vertikal dan rumah sebagai hunian tapak.
Jangan lewatkan, uraian singkat mengenai investasi apartemen dekat kampus di Jakarta. Potensi sewa hunian vertikal dekat perguruan tinggi masih menjanjikan.
Tidak ketinggalan, ada ulasan soal aparhotel yang merupakan kombinasi antara hotel dan apartemen, konsep yang tidak banyak diketahui di Indonesia.
Situs Investasiproperti.id selalu menghadirkan konten yang menarik mengenai hal yang terbaru dalam bisnis dan industri sektor properti di Indonesia.















