Konsultan properti Knight Frank jelaskan peluang kebijakan tarif AS ke sektor properti Indonesia. Simak ulasannya berikut ini.
Pengumuman kebijakan tarif AS atau Amerika Serikat terhadap 160 negara di seluruh dunia menjadi bahan perbincangan saat ini.
Tidak terkecuali, kebijakan tarif ini juga berlaku bagi negara-negara di Asia, seperti Tiongkok (China), Vietnam, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.
Ada sejumlah tantangan dan peluang yang berdampak ke sektor properti Indonesia. Salah satunya relokasi bisnis.
“Relokasi bisnis ke Indonesia diperkirakan akan meningkat bertahap pada 2025-2026, didukung oleh langkah pemerintah dalam meningkatkan daya saing investasi dan kesiapan kawasan industri baru,” ujar Country Head Knight Frank Indonesia Willson Kalip seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima oleh Investasiproperti.id.
“Sementara itu, sektor properti Indonesia secara umum diperkirakan relatif masih aman dari dampak langsung tarif Trump,” lanjutnya.
“Meskipun efek domino kebijakan tersebut diperkirakan akan mempengaruhi pasar properti dalam kurun waktu tertentu sampai pasar menemukan titik keseimbangan baru,” katanya lagi.
“Di tengah ketidakstabilan pasar saat ini, pemantauan situasi secara seksama dan kesiapan mitigasi menghadapi gejolak beberapa bulan ke depan menjadi krusial,” ujarnya menutup pernyataan tertulis.
Perusahaan Konsultan Properti Knight Frank Jelaskan Peluang Kebijakan Tarif AS ke Sektor Properti Indonesia
Berikut ini adalah sejumlah peluang yang diperkirakan akan dihadapi oleh sektor properti dari penetapan kebijakan tarif AS.
1. Pertumbuhan Industri dan Pergudangan
Potensi relokasi industri dari AS dan Tiongkok menghadirkan peluang, terutama pada sektor properti industri dan pergudangan.
Daerah seperti Greater Jakarta (Karawang, Bekasi, Cibitung, Marunda), Subang, Batang, Gresik dan Sidoarjo mengalami peningkatan minat sejak tahun lalu.
Bahkan wilayah Greater Jakarta mencatat serapan lahan industri 313 ha, atau tumbuh 22% (yoy/year on year) pada akhir tahun 2024.
2. Destinasi Investasi yang Menarik
Pasar domestik Indonesia yang besar, reformasi regulasi, dan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan menjadikan posisi Indonesia menjadi tujuan investasi yang menarik.
3. Diversifikasi Pasar Ekspor
Penetapan kebijakan tarif, menjadikan Indonesia perlu beradaptasi dengan membuka peluang terhadap diversifikasi pasar ekspor lebih luas lagi.
Misalnya, upaya peningkatan ekspor ke kawasan Uni Eropa, Asia, Timur Tengah, Australia dan kawasan lainnya.
Pemerintah perlu waspada terhadap tantangan yang dihadapi, sambil mempersiapkan instrumen untuk mewujudkan peluang yang terbuka.
Iklim investasi dan perizinan usaha perlu menjadi perhatian, sehingga tidak menjadi hambatan dalam upaya percepatan relokasi industri.
Jangan lewatkan konten dari Knight Frank mengenai pangsa pasar perkantoran hijau di kawasan CBD (Central Business District) di Jakarta.
Tidak ketinggalan, ada pembahasan menarik lainnya mengenai pasar apartemen sewa di Jakarta yang melirik pekerja asing atau ekspatriat.
Situs Investasiproperti.id selalu menyediakan konten yang menarik mengenai proyeksi konsultan properti ternama mengenai pasar properti Indonesia.















