Konsultan properti Knight Frank jelaskan pasar kondominium semester 1 2026 yang perlu diketahui oleh investor dan pemilik unit.
Hunian vertikal yang berlokasi di pusat kota memang memiliki daya tawar yang tinggi dibandingkan yang berada di pinggir kota.
Akan tetapi, saat ini pasar properti masih tumbuh selektif, apalagi di tengah pemulihan setelah pandemi dan berbagai tantangan ekonomi lokal dan global.
Dalam beberapa tahun terakhir, dinamika pasar kondominium tumbuh terbatas, ditandai dengan angka penjualan tahunan yang terus terkoreksi.
Sebenarnya, kondisi tersebut sudah mulai terindikasi sejak sebelum pandemi. Bahkan, hal ini masih terasa hingga saat ini.
Segmen menengah ke atas dan segmen premium saat ini terdeteksi memiliki resiliensi yang cukup stabil cenderung aktif.
Hal tersebut ditandai dengan lebih dari separuh pasokan baru kondominium di Jakarta berasal dari kelas menengah ke atas sampai premium.
Bahkan, dalam tahun 2026 ini, seluruh stok baru hunian vertikal di Jakarta yang masuk berasal dari segmen premium.
Transaksi Hunian Vertikal di Pusat Kota Bersaing dengan Hunian Tapak di Kawasan Penyangga dan Kawasan TOD
Sementara itu, transaksi hunian vertikal di tengah kota perlu berkompetisi dengan rumah tapak di wilayah hinterland (kawasan penyangga) dan pengembangan hunian di wilayah TOD (transit oriented development).
Hunian tapak di kawasan penyangga memiliki keunggulan, berupa harga yang lebih terjangkau dibandingkan apartemen di pusat kota.
Sementara hunian di kawasan TOD mempunyai kelebihan berupa kemudahan akses transportasi massal ke berbagai tempat beraktivitas.
Hal tersebut menjadi pertimbangan konsumen saat ini untuk membeli tempat tinggal, yang umumnya berasal dari segmen menengah.
Kedepannya, pengembang properti perlu memformulasikan lebih cermat terkait segmen pasar menengah yang masih menjadi fundamental permintaan hunian di perkotaan saat ini.
Perusahaan Konsultan Properti Knight Frank Jelaskan Pasar Kondominium Semester 1 2026 yang Perlu Diketahui
Berikut ini, ada sejumlah detail pembaruan kondisi pasar kondominium di Jakarta pada paruh pertama tahun 2026 yang perlu diketahui.
Knight Frank mengungkapkan sejumlah fakta dan data terkait sektor strata condominium di Jakarta pada dua kuartal awal tahun 2026.
Pasokan kondominium bertambah menjadi 249.107 unit, dengan selesainya satu proyek baru di area prime non-CBD (central business district).
Biasanya, kawasan yang termasuk ke dalam CBD adalah Thamrin, Sudirman, Kuningan dan Rasuna Said, dan juga T.B. Simatupang.
Sementara itu, tingkat penjualan kumulatif kondominium di Jakarta pada tahun 2026 ini berada pada angka 96,3%.
Kumulasi penjualan kondominium tertinggi terjadi di segmen middle, upper middle, high-end yaitu sebesar 39%, 25%, dan 21% dari total penjualan.
Dalam perspektif submarket, wilayah CBD dan prime-non CBD menjadi area produk high-end dan upper middle yang diminati saat ini.
Secara umum menurut data Knight Frank, rerata harga unit baru hunian vertikal mewah menguat sebesar 1,5% secara YoY (year on year).
Rerata penjualan stok baru meningkat tipis pada angka 55%, ketika terdapat 2.814 unit baru yang tengah dipasarkan oleh developer properti saat ini.
Knight Frank Mengungkapkan Penjualan Hunian Vertikal Mewah Masih Bertahan Saat Pasar Properti Mulai Bangkit
Willson Kalip sebagai Country Head Knight Frank Indonesia memberikan pernyataan tertulis mengenai hal ini.
“Resiliensi penjualan kondominium pada segmen high-end menjadi salah satu penopang utama di tengah pemulihan yang belum merata,” ujar Kalip seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima oleh Investasiproperti.id.
Akan tetapi, untuk menjangkau pasar yang lebih luas, perusahaan pengembang properti perlu lebih cermat dalam merancang produk, strategi dan harga.
Selain itu, developer properti juga harus melakukan pendekatan pemasaran yang sesuai dengan segmen menengah sebagai basis permintaan terbesar saat ini.
Pada sisi lain, terjaganya stabilitas kondisi sosial dan ekonomi juga menjadi faktor kunci yang akan menentukan signifikansi pertumbuhan pasar residential ke depan.
Sebelumnya, ada ulasan lengkap soal Knight Frank menerangkan serapan lahan kawasan industri pada 2025 yang didukung pertumbuhan kendaraan listrik.
Jangan lewatkan penjabaran perihal Knight Frank menerangkan perkantoran di Jakarta semester 1 2025. Sebanyak 88 persen gedung premium di CBD Jakarta bersertifikasi hijau.
Tidak ketinggalan, ada uraian mengenai Knight Frank Indonesia menjelaskan sektor ritel di Jakarta pada semester I 2024. Sektor food and beverage aktif menyewa ruangan.
Situs Investasiproperti.id selalu menyuguhkan konten yang menarik mengenai ulasan pasar kondominium di Jakarta oleh perusahaan konsultan properti.















