Inilah pembahasan singkat mengenai alasan kenapa Cirebon disebut Kota Udang. Julukan tersebut sudah dikenal sejak lama.
Kalau kamu melihat peta Kota Cirebon, tentunya paham kalau wilayah ini berada di tepi pantai, tepatnya berada di jalur Pantai Utara Pulau Jawa.
Sebenarnya, Cirebon dekat dengan kota apa saja sih? Ada sejumlah kota kecil. Namun, kota ini memang berada di antara jalur Jakarta, Bandung (Jawa Barat), dan Semarang (Jawa Tengah).
By the way, kota ini juga dekat dengan Gunung Ciremai, salah satu gunung di Indonesia. Mungkin kamu pernah mendaki gunung ini.
Cirebon memang menjadi kota pelabuhan dan perdagangan dengan kehadiran Kerajaan Cirebon pada abad ke-17. Tempat ini juga menjadi penyebaran agama Islam sehingga terkenal sebagai Kota Wali.
Sejarah Kota Cirebon memang cukup panjang. Setelah era Kerajaan Cirebon, kota ini berada di bawah pengawasan Pemerintah Hindia Belanda.
Lantas Kota Cirebon terkenal karena apa? Ya, sebenarnya banyak juga karena sejarahnya. Kota multietnis ini dikenal karena budaya, kuliner, dan lainnya.
Sebagai kota perdagangan dan kuliner, salah satu boga bahari yang dikenal adalah udang. Hal ini yang dikenal hingga sekarang.
Sekadar informasi lainnya, Cirebon hanya memiliki luas 37,36 km2 (kilometer persegi), tentunya tergolong salah satu kota terkecil di Indonesia.
Jumlah penduduk kota ini hanya 354 ribu jiwa saja menurut data dari Badan Pusat Statistik atau BPS pada Juni 2024.
Situs Investasiproperti.id akan membahas lebih lanjut mengenai julukan ini, mengapa Cirebon memperoleh julukan Kota Udang.
Investasiproperti.id sudah merangkum dari berbagai sumber situs berita daring seperti Kompas.com, Detik.com, Liputan6.com, Sindonews.com, dan lainnya.
Melacak Jejak Sejarah Kenapa Cirebon Disebut Kota Udang
Apa nama julukan kota Cirebon? Sudah tentu Kota Udang. Tentu ada sejarah mengenai penamaan kota tersebut.
Menurut buku Kerajaan-Kerajaan Islam di Nusantara karya Hariwijaya, ada sejumlah versi penamaan kota tepi pantai ini.
Sejak awal, mata pencarian sebagian besar masyarakat daerah ini adalah nelayan. Mereka menangkap ikan dan rebon atau udang kecil di sepanjang pantai.
Selain itu, mereka ini membuat terasi, petis, dan membuat garam. Pekerjaan yang biasa ditemukan di dekat pantai.
Bermula dari istilah air bekas pembuatan terasi yang terbuat dari sisa pengolahan udang rebon, lantas dikenal cai-rebon.
Dalam Bahasa Sunda, cai rebon ini berarti air rebon. Kemudian, kata cai-rebon ini kemudian menjadi Cirebon.
Asal usul sejarah kota ini juga yang menjadikan Cirebon menjadi Kota Udang. Hewan laut ini sudah identik dengan kota tersebut.
Sebenarnya, ada wilayah lain yang juga identik dengan boga bahari ini, apalagi kalau bukan Kota Udang Sidoarjo yang berada di Jawa Timur.
Meski begitu, julukan Kota Sidoarjo memang banyak, selain Kota Udang di Jawa Timur. Beberapa di antaranya adalah Kota Petis, Kota Delta, dan masih banyak lagi.
Nah, itulah alasan kenapa kota tepi pantai ini disebut kota udang, lantas mengapa kota Cirebon disebut kota wali? Nantikan ulasannya dalam waktu dekat.
Jangan lewatkan konten yang mengupas mengenai Palembang disebut kota tertua di Indonesia. Hmm, kira-kira sudah berapa usianya?
Tidak ketinggalan, ada konten terkait kenapa Yogyakarta disebut Kota Pelajar. Simak pembahasannya agar kamu lebih memahami.
Situs Investasiproperti.id selalu menyuguhkan konten yang menarik mengenai fakta unik terkait sebuah kota atau kawasan di Indonesia.















