Simak pembahasan mengenai sejarah kenapa Cirebon disebut Kota Wali yang bisa menambah pengetahuan mengenai kota di tanah air.
Kenapa bisa dinamakan Cirebon? Hal ini tidak terlepas dari sejarah kota pelabuhan di Jawa Barat ini sejak zaman dahulu kala.
Saat itu, masyarakat Cirebon memiliki mata pencarian sebagai nelayan. Selain menangkap ikan, mereka juga mengolah hasil laut menjadi terasi dan lainnya.
Dari hasil pengolahan udang rebon ini lantas ada istilah cai-rebon atau air rebon dalam bahasa Sunda. Lantas kata tersebut kemudian malah menjadi Cirebon.
Cirebon pun mendapatkan julukan Kota Udang. Lantas apa julukan dari Kota Cirebon lainnya, tentunya Kota Wali. Hal yang tidak terlepas dari sejarah lain kota ini.
Kota seluas 37,36 km2 (kilometer persegi) ini hanya memiliki penduduk 354 ribu jiwa menurut data Badan Pusat Statistik atau BPS pada Juni 2024.
By the way, Cirebon merupakan salah satu kota terkecil di Indonesia menurut luas wilayah. Mungkin banyak yang belum tahu mengenai informasi menarik ini.
Situs Investasiproperti.id akan mengulasnya lebih lanjut mengenai sejarah julukan kota pelabuhan ini sebagai Kota Wali. Simak ulasannya.
Investasiproperti.id telah merangkum dari berbagai portal berita daring seperti Liputan6.com, Okezone.com, Jawapos.com hingga Republika.id.
Menelusuri Jejak Asal Usul Kenapa Cirebon Disebut Kota Wali
Kenapa Kota Cirebon disebut Kota Wali? Hal ini tentunya tidak terlepas dari penyebaran agama Islam di kawasan ini pada era 1400-an hingga 1500-an.
Nah, siapa wali yang berasal dari Cirebon? Dia adalah Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah yang lahir pada 1448.
Ia merupakan anak dari Raja Abdullah (Syarif Abdullah) dan Rara Santang. Sang ibu adalah putri Prabu Siliwangi asal Pajajaran dengan gelar Syarifah Mudaim.
Ia menjadi Tumenggung Cirebon pada 1479 dengan nama Maulana Jati. Sunan Gunung Jati merupakan salah satu dari sembilan wali atau wali sanga.
Wali songo atau wali sanga merupakan sembilan wali yang menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa pada abad ke-15 dan abad ke-16.
Sunan memiliki beberapa istri, salah satunya dari China. Saat itu, banyak pendatang dari China yang berdagang di Cirebon. Hal ini juga berdampak pada budaya setempat.
Sunan Gunung Jati wafat pada 1568. Makamnya di Cirebon memadukan arsitektur Jawa, Arab, dan China. Tempat ini menjadi salah satu destinasi wisata religi.
By the way, keturunan Sunan Gunung Jati masih ada hingga sekarang. Mereka termasuk para sultan dan kerabatnya di Keraton Kasepuhan, Kanoman, dan Kacirebonan.
Selain itu, nama Sunan Gunung Jati dan Syarif Hidayatullah menjadi menjadi perguruan tinggi Islam, nama kereta api, dan masih banyak lainnya.
Nah, itulah alasan mengapa Cirebon memperoleh predikat sebagai Kota Wali, semoga bisa menambah pengetahuan kamu mengenai daerah di Nusantara.
Sebelumnya, ada konten mengenai kenapa Surakarta malah lebih sering terkenal dengan nama Kota Solo. Orang lebih familiar dengan nama Solo ketimbang Surakarta.
Tidak ketinggalan, ada konten kenapa Yogyakarta mendapatkan predikat sebagai Kota Pelajar, padahal ada sejumlah kota serupa di Indonesia alias menjadi kota pendidikan.
Situs Investasiproperti.id selalu menyediakan konten yang menarik mengenai asal usul sebuah kota atau wilayah di Indonesia yang patut diketahui.















