Home / Berita

Kamis, 15 Desember 2022 - 12:00 WIB

Wah, KA Feeder Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dapat Menampung 280 Penumpang

Kereta pengumpan atau KA feeder Kereta Cepat Jakarta-Bandung dapat menampung 280 penumpang dalam setiap perjalanan. 

Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang masih dalam tahap proses pembangunan ternyata memiliki transportasi pengumpan. 

Transportasi pengumpan itu berupa Kereta Api (KA) Feeder yang menghubungkan dua stasiun di Bandung, Jawa Barat. 

Laman Kompas.com mengutip situs resmi PT Kereta Api Indonesia (KAI) kalau KA Feeder ini tersedia dalam lima rangkaian kereta diesel. 

Pada setiap rangkaian memiliki lima gerbong yang dapat menampung 280 penumpang dalam setiap perjalanan. 

Setiap gerbong kereta ini memiliki sejumlah fasilitas seperti rak bagasi barang bawaan penumpang dan toilet.

Nantinya, kereta pengumpan ini hadir untuk menghubungkan Stasiun Padalarang dengan Stasiun Bandung. 

By the way, Stasiun Padalarang di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat merupakan stasiun ketiga dari rute kereta cepat. 

Baca Juga :  Permintaan Ruang Kantor di Jakarta Pada 2022 Masih Terbatas 

potret kereta pengumpan kcjb

KA Feeder Kereta Cepat Jakarta-Bandung Hanya Ada di Bandung

PT KAI masih menyelesaikan pembangunan fisik ruang tunggu untuk pengguna kereta cepat ini di Stasiun Bandung dan Stasiun Cimahi. 

Sementara proses pembangunan Stasiun Padalarang masih berlangsung.

Operator juga akan menyiapkan sejumlah fasilitas dan standar pelayanan minimum untuk ruang tunggu dan park and ride KA Feeder.

Nantinya, penumpang bisa berpindah antar moda dan antar peron dengan mudah lantaran kehadiran sejumlah fasilitas. 

Hal ini memang bertujuan agar masyarakat mau beralih dan menggunakan transportasi publik atau transportasi umum. 

Apalagi, saat ini sejumlah transportasi umum sudah terintegrasi satu sama lain. 

KA Feeder ini hanya hadir di Bandung, sementara di Jakarta akan mengandalkan LRT Jabodebek.

Baca Juga :  Peserta Apresiasi Mitra Dulux Mudik 2024. AkzoNobel Berikan Fasilitas yang Lengkap

Penumpang bisa menggunakan kereta ringan listrik ini untuk menuju ke Stasiun Halim, Jakarta Timur. 

“Hadirnya LRT Jabodebek dan KA Feeder KCJB ini diharapkan menjadi daya tarik masyarakat untuk menggunakan KCJB yang merupakan kereta cepat pertama di Asia Tenggara,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus.

Nantinya, jarak kedatangan atau headway LRT Jabodebek rute Dukuh Atas-Halim hanya 8 menit pada jam sibuk. 

Penumpang juga dapat menggunakan KRL Commuter Line menuju ke Stasiun LRT Jabodebek, sebelum ke Stasiun Halim. 

Kedua moda transportasi ini terkoneksi di Stasiun Sudirman dan Stasiun Cawang.

Wah, pasti kamu sudah tidak sabar menunggu bisa naik KA Feeder Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Jangan pernah melewatkan kabar terkini dari Investasi Properti, laman berita yang menyajikan update properti terlengkap.

Share :

Baca Juga

InterSystems Ingin Memberdayakan Layanan Kesehatan

Berita

InterSystems Gelar Roadshow di Yogyakarta dan Medan. Ingin Memberdayakan Layanan Kesehatan Agar Patuhi Standar
pergudangan modern di kawasan penyangga jakarta

Berita

Pasokan Gudang Modern di Jabodetabek Terus Bertambah. JLL Pantau Investor Asing Sudah Masuk 
nakula villa berikan pengalaman berbeda kepada turis

Berita

Nakula Villa Adaptasi Tren Wisata di Bali Pascapandemi. Turis Ingin Wisata yang Autentik dan Privat
sinar mas land hadirkan biomedical campus

Berita

Sinar Mas Land Hadirkan Biomedical Campus di BSD City. Inovasi Terbaru Developer untuk Layanan Kesehatan
kementerian pupr dan kejati jambi resmikan rusun

Berita

Kementerian PUPR Minta ASN Kejati Jambi Tinggal di Rusun. Hunian Vertikal Telah Dilengkapi dengan Furnitur 
kenaikan harga sewa serviced apartment di surabaya

Berita

Colliers Prediksi Kenaikan Harga Sewa Serviced Apartment di Surabaya
Peserta Serenity Moments Odyssey Apresiasi Central Group

Berita

Peserta Serenity Moments Odyssey Apresiasi Central Group dan Red Crowns Senior Living Lantaran Bisa Menikmati Suasana Batam
gravel akan berkontribusi untuk ikn

Berita

Gravel Komitmen Berkontribusi dalam Pembangunan IKN Tahap I. Startup Konstruksi Ini Ingin Dukung Visi Pemerintah