Home / Gaya Hidup

Rabu, 23 Oktober 2024 - 12:00 WIB

Kenapa Banyak Rumah Kosong di Jepang? Siapa Tahu Kamu Tertarik Pindah

Sumber Foto: Designboom.com/Akira Nakamura

Sumber Foto: Designboom.com/Akira Nakamura

Mau tahu kenapa banyak rumah kosong di Jepang, mungkin kamu tertarik untuk pindah ke Negeri Sakura dalam waktu dekat. 

Apakah banyak rumah kosong di Jepang? Tentu saja. Mungkin, kamu pernah mengetahui kalau begitu banyak hunian yang tidak ditempati di negara yang beribu kota di Tokyo tersebut. 

Tidak hanya hunian, tetapi kadang mobil juga ditinggalkan begitu saja. Jumlah rumah yang yang ditinggalkan pun banyak. 

Situs Investasiproperti.id akan membahasnya dengan merangkum dari berbagai sumber media online dari dalam dan luar negeri. 

Laman Asia.Nikkei.com melansir bahwa jumlah rumah yang ditelantarkan di Jepang terus bertambah dari tahun ke tahun. 

Hal ini terjadi lantaran jumlah populasi negeri tersebut yang terus menurun dan juga terus menua. Pertambahan penduduk tidak signifikan. 

Ada 8,49 juta rumah di seluruh Jepang yang tidak ditempati pada 2018 lalu. Data ini tentu bertambah pada 2023. Rumah kosong ini dikenal dengan istilah Akiya Jepang. 

Angka tersebut naik 1,5 kali lipat dibandingkan 1998 lalu alias 20 tahun sebelumnya. Kenaikannya memang sungguh besar. 

Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang melansir data tersebut, bahkan jumlahnya mencapai 13,6% dari jumlah yang ada di negara tersebut. 

Baca Juga :  Central Group Pasarkan Central Batu Aji Tahap 2. Hunian dengan Fasilitas Lengkap, Cicilan Hanya Rp2 Juta Per Bulan

Nomura Research Institute memperkirakan jumlah rumah kosong akan mencapai 23,03 juta atau 31,5% dari semua rumah pada 2038 mendatang. 

Ini artinya sama saja kalau 1 dari 3 rumah di Jepang termasuk kosong. Jumlah yang sangat banyak kecuali pemerintah Jepang mau merobohkannya. 

Alasan Kenapa Banyak Rumah Kosong di Jepang

Situs Architecturaldigest.com pernah menurunkan tulisan yang membahas hal ini. Ada sejumlah hal yang menjadi alasan banyaknya hunian yang terlantar. 

  1. Orang Jepang tidak suka rumah bekas 
  2. Pemilik rumah meninggal
  3. Pemilik rumah yang meninggal tidak memiliki ahli waris
  4. Ahli waris tidak mau menerima rumah warisan
  5. Ahli waris tidak membutuhkan rumah
  6. Ahli waris tidak mau menjual rumah

Lantaran sejumlah alasan yang saling terkait satu sama lain ini, maka jumlah akiya di Jepang memang terus bertambah setiap tahunnya. 

Sebenarnya, harga rumah di Jepang memang mahal, terutama yang berada di kota besar seperti Tokyo, Kyoto, atau lainnya.

Namun, harga hunian yang telah ditinggalkan jauh lebih murah meski pemilik baru harus melakukan renovasi. 

Sejumlah orang asing terutama dari Amerika Serikat (AS) memang tertarik membeli rumah murah tersebut, apalagi kalau dibandingkan dengan harga rumah di AS yang mahal.

Baca Juga :  Rayakan Hari Laut Dunia, IKEA Ajak Masyarakat Berpartisipasi dalam Melestarikan Laut

Architecturaldigest.com menyatakan ada orang yang membeli rumah dengan harga hanya 1.800 USD (Rp27 juta). Murah banget kan? Bandingkan dengan harga rumah di Korea Selatan.

Meski begitu, ia harus mengeluarkan 700 ribu USD (Rp10,7 miliar) untuk mempertahankannya tetap bagus. Separuh dana berasal dari hibah pemerintah daerah setempat. 

Namun, ada juga orang yang membeli dengan harga sekitar 23 ribu USD (Rp352 juta). Harga yang masih tergolong murah untuk rumah di Jepang. 

Dalam artikel lainnya, Investasiproperti.id akan membahas sejumlah alasan kenapa rumah yang tidak dihuni cepat rusak?

Jangan lewatkan artikel mengenai hal unik lainnya di Jepang yaitu kenapa di Jepang tidak boleh boncengan sepeda. Hmm, kira-kira apa alasannya.

Hal unik lainnya di negara ini adalah kenapa di Jepang tidak ada polisi tidur, tetapi malah memberlakukan jalur yang lebih menarik dan menghibur.

Situs Investasiproperti.id selalu menghadirkan konten yang menarik mengenai kebiasaan masyarakat sebuah kota, daerah, negara, atau kawasan.

Share :

Baca Juga

karya instalasi coda 2023 di yogyakarta

Gaya Hidup

Bedah Karya Instalasi CODA 2023. Menafsirkan Ekspresi Kebebasan Seni Para Desainer
key opinion moms dari supermom

Gaya Hidup

Kehadiran Supermom Buka Peluang Ibu Jadi Key Opinion Moms. Dukung Pertumbuhan Usaha Kecil
IKEA Ungkap Solusi Mengatur Rumah Memanfaatkan Stiker Label

Gaya Hidup

IKEA Ungkap Solusi Mengatur Rumah Memanfaatkan Stiker Label. Cara Praktis dan Kreatif Agar Hunian Lebih Rapi
layanan beam mobility ikut kurangi emisi karbon

Gaya Hidup

Berapa Total Perjalanan Beam Mobility di Indonesia? Pasti Tidak Percaya Kalau Jumlahnya Sama dengan 2 Kali Perjalanan ke Bulan
pameran coda 2023 di yogyakarta

Gaya Hidup

Mengenal CODA 2023. Forum yang Menggelar Pameran Multidisiplin dari Desain hingga Arsitektur di Yogyakarta 
Momobil dan Momotor Hadir dalam IIMS 2024

Gaya Hidup

Momobil.id dan Momotor.id Hadir dalam IIMS 2024. Layanan Digital Milik Adira Finance Ini Menjadi Official Trade-in Partner
Ide Ngabuburit Seru Ala Pokemon GO

Gaya Hidup

5 Ide Ngabuburit Seru Ala Pokemon GO. Banyak Aktivitas Menyenangkan Saat Menanti Berbuka Puasa Ramadan
program i sea gelombang 2

Gaya Hidup

Instellar dan IKEA Social Entrepreneurship Buka Program Akselerator I-SEA Gelombang 2